<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Bungkam di Kelas</title>
	<atom:link href="http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/</link>
	<description>Enlightenment is intimacy with all things. ~Jack Kornfield</description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 13:09:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Yaldi</title>
		<link>http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-156</link>
		<dc:creator>Yaldi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jun 2007 03:09:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-156</guid>
		<description>Setuju......Saya seakan hampir kehilangan akal bagaimana sebaiknya menghadapi/mengajar di kelas yg mahasiswanya seperti ini. Jika dilakukan diskusi kelompok (presentasi) di kelas, yg tampil ngomong hanya satu dua org saja itupun terkesan seperti kebingungan apa yg akan mereka sampaikan (gugup). Terkadang sy beri motivasi untuk menambah nilainya bagi mereka yg aktif berargumen, tp masih saja seperti apa adanya. Konon, ada yg berpendapat; kondisi ini terjadi disebabkan sistem pembelajaran yg mereka alami ketika di SLTP &#38; SLTA yg menempatkan siswa sebagai objek yg harus didisiplinkan dan tercipta suasana ketertakutan yg tinggi terhadap guru. Mereka tidak diberi keleluasaan dalam berinteraksi dan berkomunikasi di kelas melalui diskusi dan berpendapat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju&#8230;&#8230;Saya seakan hampir kehilangan akal bagaimana sebaiknya menghadapi/mengajar di kelas yg mahasiswanya seperti ini. Jika dilakukan diskusi kelompok (presentasi) di kelas, yg tampil ngomong hanya satu dua org saja itupun terkesan seperti kebingungan apa yg akan mereka sampaikan (gugup). Terkadang sy beri motivasi untuk menambah nilainya bagi mereka yg aktif berargumen, tp masih saja seperti apa adanya. Konon, ada yg berpendapat; kondisi ini terjadi disebabkan sistem pembelajaran yg mereka alami ketika di SLTP &amp; SLTA yg menempatkan siswa sebagai objek yg harus didisiplinkan dan tercipta suasana ketertakutan yg tinggi terhadap guru. Mereka tidak diberi keleluasaan dalam berinteraksi dan berkomunikasi di kelas melalui diskusi dan berpendapat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ismail Habib</title>
		<link>http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-155</link>
		<dc:creator>Ismail Habib</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2006 10:05:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-155</guid>
		<description>Ini memang salah satu dari budaya jelek khas Indonesia. Kalau bisa berubah di tengah-tengah kondisi yang tidak kondisif seperti ini saya kasih jempol deh... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini memang salah satu dari budaya jelek khas Indonesia. Kalau bisa berubah di tengah-tengah kondisi yang tidak kondisif seperti ini saya kasih jempol deh&#8230; <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mina</title>
		<link>http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-154</link>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Nov 2006 23:23:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-154</guid>
		<description>Inget banget dulu pas sd ada guru yg slalu ngasih pertanyaan2 spontan di kelas. Dengan pedenya saya angkat tangan dan menjawab, eh tp karena ngejawabnya salah malah di setrap di depan kelas. Akibatnya semua murid jadi keringat dingin stiap si guru nanya dan ga ada yg berani tunjuk tangan kalo ga tau jawaban yg persis spt di dlm buku. Coba ajah kalo murid ngejawabnya lain, dia ga usah nyalahin, tp dibimbing ke arah yg bener. Tanyain, maksud kamu gimana? Kamu punya pandangan lain? Kan kalo gituh kita lebih berani mengutarakan pikiran kita.

Kalo temen2 nyorakin pas kita nanya ato ngejawab? Ga tau juga budaya drmn, tp pede aja deh, huehe.. Harusnya guru punya wibawa sih untuk ngontrol yang gituan. Di lain sisi, Guru yang bikin takut ituh yg bilang ginih kalo kita nanya : Kamu kemana tadi pas ibu nerangin hah?? Sibuk ngobrol kamu??â€ atau â€Gitu aja ga tau??â€

Huuhh..Iyah deh buâ€™, besok2 ga nanya lagiihâ€¦ huhuhu..  ibu jahat deh, bikin saya malu ajahh..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Inget banget dulu pas sd ada guru yg slalu ngasih pertanyaan2 spontan di kelas. Dengan pedenya saya angkat tangan dan menjawab, eh tp karena ngejawabnya salah malah di setrap di depan kelas. Akibatnya semua murid jadi keringat dingin stiap si guru nanya dan ga ada yg berani tunjuk tangan kalo ga tau jawaban yg persis spt di dlm buku. Coba ajah kalo murid ngejawabnya lain, dia ga usah nyalahin, tp dibimbing ke arah yg bener. Tanyain, maksud kamu gimana? Kamu punya pandangan lain? Kan kalo gituh kita lebih berani mengutarakan pikiran kita.</p>
<p>Kalo temen2 nyorakin pas kita nanya ato ngejawab? Ga tau juga budaya drmn, tp pede aja deh, huehe.. Harusnya guru punya wibawa sih untuk ngontrol yang gituan. Di lain sisi, Guru yang bikin takut ituh yg bilang ginih kalo kita nanya : Kamu kemana tadi pas ibu nerangin hah?? Sibuk ngobrol kamu??â€ atau â€Gitu aja ga tau??â€</p>
<p>Huuhh..Iyah deh buâ€™, besok2 ga nanya lagiihâ€¦ huhuhu..  ibu jahat deh, bikin saya malu ajahh..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andry</title>
		<link>http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-153</link>
		<dc:creator>Andry</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Nov 2006 04:02:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-153</guid>
		<description>Salah dosennya tuh.
Seorang guru mestinya mampu menstimulasi daya pikir kritis anak didiknya.

Kalo anak didiknya jadi begitu, ya bukan salah mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salah dosennya tuh.<br />
Seorang guru mestinya mampu menstimulasi daya pikir kritis anak didiknya.</p>
<p>Kalo anak didiknya jadi begitu, ya bukan salah mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Leo</title>
		<link>http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-152</link>
		<dc:creator>Leo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Nov 2006 16:54:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-152</guid>
		<description>Bagi saya mah posisi menentukan IPK....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi saya mah posisi menentukan IPK&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anang</title>
		<link>http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-151</link>
		<dc:creator>Anang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Nov 2006 06:46:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-151</guid>
		<description>ga tanya saat kuliah berarti ada dua posisi yaitu 100 atau 0... 100 adalah mengerti semuanya yg diceramahkan... diajarkan... diterangkan... serta 0 berarti tidak mengerti sama sekali hehehe... molor terus dikelas... kalau anda bgmn?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ga tanya saat kuliah berarti ada dua posisi yaitu 100 atau 0&#8230; 100 adalah mengerti semuanya yg diceramahkan&#8230; diajarkan&#8230; diterangkan&#8230; serta 0 berarti tidak mengerti sama sekali hehehe&#8230; molor terus dikelas&#8230; kalau anda bgmn?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: amudi</title>
		<link>http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-150</link>
		<dc:creator>amudi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2006 15:35:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-150</guid>
		<description>Gw ga pernah / jarang nanya, soalnya menurut gw ngga semua yang diajarkan/dikatakan dosen di kelas penting. Jadi, ngga semuanya perlu dipahami sampai sedalam-dalamnya. Kalo ada yang kelewat, yasudahlah, kalau memang suatu saat dirasa penting, ya pelajari lagi. Apa salahnya? Kalo dosen aja bisa ngerti, mahasiswa bisa lah, kan harusnya mahasiswanya lebih hebat dari dosennya (katanya lho).

Jadi, gw biasanya lebih suka diam/tidak bertanya.

Oiya, setahu gw, jarang ada orang yang meng-'weiss' atau meng-'ciee'-kan orang yang bertanya, biasanya kata-kata itu untuk mengagumi orang yang menjawab pertanyaan dosen, baik pertanyaan sulit maupun retoris.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gw ga pernah / jarang nanya, soalnya menurut gw ngga semua yang diajarkan/dikatakan dosen di kelas penting. Jadi, ngga semuanya perlu dipahami sampai sedalam-dalamnya. Kalo ada yang kelewat, yasudahlah, kalau memang suatu saat dirasa penting, ya pelajari lagi. Apa salahnya? Kalo dosen aja bisa ngerti, mahasiswa bisa lah, kan harusnya mahasiswanya lebih hebat dari dosennya (katanya lho).</p>
<p>Jadi, gw biasanya lebih suka diam/tidak bertanya.</p>
<p>Oiya, setahu gw, jarang ada orang yang meng-&#8217;weiss&#8217; atau meng-&#8217;ciee&#8217;-kan orang yang bertanya, biasanya kata-kata itu untuk mengagumi orang yang menjawab pertanyaan dosen, baik pertanyaan sulit maupun retoris.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: baraqatax</title>
		<link>http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-149</link>
		<dc:creator>baraqatax</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2006 05:37:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2006/11/07/bungkam-di-kelas/#comment-149</guid>
		<description>setuju Bram, budaya diskusi di Indonesia emang masih amat kurang, banyak mahasiswa yang ga brani nanya gr2 takut pertanyaannya dianggap bodoh, padahal mungkin ga seperti itu...yah,dunia pendidikan Indonesia emang masih banyak kurangnya...perlu waktu dan effort yang luar biasa untuk memeperbaikinya...semoga..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju Bram, budaya diskusi di Indonesia emang masih amat kurang, banyak mahasiswa yang ga brani nanya gr2 takut pertanyaannya dianggap bodoh, padahal mungkin ga seperti itu&#8230;yah,dunia pendidikan Indonesia emang masih banyak kurangnya&#8230;perlu waktu dan effort yang luar biasa untuk memeperbaikinya&#8230;semoga..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
