Opinion, Technology

Detikcom yang Tidak Nyaman

01.11.07 | 10 Comments

Orang-orang bilang, never change the winning team. Hal itu ada benarnya. Contoh saja klub sepakbola AC Milan, yang isinya itu-itu saja sejak awal dasawarsa ini. Pemainnya itu-itu saja, sampai sekarang akhirnya The Winning Team telah hancur sepeninggal Shevchenko (yang juga ikut hancur di Chelsea).

Mungkin hal ini berlaku juga ya buat detikcom, situs warta era digital Indonesia. Boleh dibilang situs inilah yang paling populer untuk urusan berita-berita. Topik-topik pembahasan di milis seringkali me-refer ke situs ini. Tapi, sampai sekarang, rasanya situsnya gitu-gitu aja. Tetap memakai tampilan “gaya lama” yang tidak nyaman.

Hal-hal yang Tidak Nyaman dari Detik

Pertama mari kita perhatikan baik-baik situs detik ini.

detik1.JPG

Lalu, pikirkan tujuan dari situs ini. Apa tujuan dari situs ini? Memberikan informasi tentunya. Informasi saat ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Apakah tujuan itu tersampaikan? Setiap kali mengakses halaman ini, saya harus melakukan scroll ke halaman bawah untuk melihat berita pertama. Bagian atas iklan semua!

Setelah melakukan scroll ke bawah, baru deh kita akan melihat berita-berita tersebut. Ada enam berita utama terakhir yang dimasukkan, dan di bawahnya, ada judul-judul berita terbaru untuk topik-topik populer. Bicara tentang populer, masalah gosip pasti ditaruh di bagian teratas. Itu terjadi di situs ini, di mana detikHot diletakkan di bagian teratas, tentunya setelah iklan, yaitu detik Publishing. Dari halaman utama ini, tidak semua subcontent dari detik ditampilkan misalnya detik food dan detik finance, tidak disinggung sama sekali. Mungkin karena yang mengakses sedikit ya?

Masalah pewarnaan, juga bikin sakit mata. Lihat saja. Hitam, biru, ungu, kuning menjadi warna dasar. Belum lagi disatukan dengan iklan-iklan yang tidak kalah meriah.

Mengenai iklan dari situs ini, selain banyak, juga annoying. Berapa kali kita harus mengarahkan kursor mouse dengan baik untuk mengindari iklan yang tiba-tiba membesar menutupi judul berita. Menyebalkan sekali.

Bagaimana dengan kemudahan aksesnya? Saya udah setengah frustasi kalo mencari di detik. Belakangan saya baru tahu searchnya ada di paling bawah denggan menggunakan Google. Saya kirain iklan. Kekurangan dari pencarian dengan Google ini adalah tidak bisa mencari berdasarkan kategori tertentu, dan tidak bisa memberikan filter antara berita, komentar, dan posting di forum milik detik. Lebih parah lagi, dari hasil pencariannya, untuk semua konten berita, judulnya sama: “detikcom : situs warta era digital.”

Terakhir, untuk menunjukkan ke-jadul-annya, situs ini tidak punya RSS Feed! Kecuali detikInet. Rasanya melelahkan saja ketika pengguna harus mengakses situs ini setiap saat untuk mengetahui berita, padahal dia punya RSS Reader yang di dalamnya ada berita-berita terbaru dari CNN, Slashdot, Skysports, dan lain-lain.

Melihat ke Situs Lain

Tidak perlu melakukan studi banding ke negara lain seperti penjabat-penjabat kita lakukan, kita bisa melihat langsung apa seperti apa sih situs berita “era digital” yang bagus. Mari kita ambil sampel CNN dan BBC.

Ini CNN..

cnn1.JPG

Ini BBC…

bbc.JPG

Beda kan? Full of content, lebih lebar, tidak ada iklan-iklan yang annoying, semua kategori berita ditampilkan, ada fitur pencarian, yang kendati juga menggunakan (tepatnya disponsori) oleh Yahoo akan menghasilkan hasil pencarian yang jelas, dan terakhir, ada RSS Feed (tidak diperlihatkan di skrinsyut, tapi anda boleh mencobanya sekarang juga).

Jadi?

Yah sedikit menyimpulkan juga dari tulisan di atas, bahwa Detikcom bisa sedikit memperbaiki kualitasnya dengan memperbaiki tampilannya. Karena content-nya boleh dibilang sudah cukup bagus. Perbaikan itu sendiri bisa terkait dengan:

  • Lebih banyak naruh berita di halaman utama
  • Melebarkan halaman content, atau lebih bagus jika fluid width
  • Iklan dikurangi dan nggak mengganggu (yang ini pasti susah sih.. Hehe)
  • Pengkategorian jelas, dan meliputi seluruh kategori yang dimiliki oleh Detik
  • Ada fitur search yang konkrit
  • Ada RSS Feed!

Sebelumnya, biar gak salah paham, tulisan ini bukan rengekan-seorang-pengguna-manja, tapi lebih ke arah kritikan yang membangun untuk Detikcom, kalo situs ini dibaca.. Hehe :D
Mungkin agak tidak adil ya, membandingkan detikcom dengan CNN, yang memiliki pemasukan dari siaran TVnya, atau BBC untuk alasan yang mirip. Yang jelas, Detik menurut saya nggak bisa lama-lama bertahan dengan winning formation tersebut. Karena jaman terus berubah, dan metode pengaksesan berita juga berubah. Apa yang dilakukan detik sama dengan situs-situs yang ada di jaman dahulu, yang saya sebut sebagai “gaya lama”. Nggak ada salahnya kan, sedikit berubah untuk menjadi lebih baik?

10 Comments

speak up

Add your comment below, or trackback from your own site.
Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:

:


« Pemilihan Distro Linux
» Ngemeng Engineering
Copyright © 2007 Brahmasta. All rights reserved.