DeadlinesDeadliners merupakan sebutan untuk orang-orang yang mengerjakan segala sesuatu di menit-menit terakhir. Katanya sih, dengan mengerjakan di waktu-waktu seperti itu, kreativitas dan kemampuan tertinggi sebuah organisme akan muncul, tentunya dengan ditambah dengan tekanan stress tingkat tinggi.

Saya merupakan salah satu dari mereka. Mau bukti?

  1. Semester ganjil kemarin idealnya setiap mahasiswa melakukan presentasi proposal tugas akhir disertai seminar (kalau skill dan tidak malas). Saya menghabiskan tiga per empat waktu di semester ganjil tersebut untuk mengerjakan hal-hal yang lain, dan akhirnya dengan sejuta kebodohan melakukan presentasi proposal dengan konsep yang tidak matang di minggu terakhir semester.
  2. Kemarin saya ikut turnamen tenis di olimpiade KM ITB 2007, dan baru latihan keras dua hari sebelum tanding.
  3. Tugas-tugas saya banyak dikerjakan di menit-menit terakhir, ada tugas yang dikerjakan dari H-3 padahal dikasih tiga minggu sebelumnya, tugas ngemeng yang dikerjakan H-1 padahal dikasih satu hampir satu bulan …
  4. Saya penganut SKS (Sistem Kebut Semalam) kalau mau ujian..
  5. dan lain-lain..

Kebiasaan buruk. Saya percaya saya tidak sendirian. Sudah terlalu sering saya lihat teman berlari-lari atau jadi atlit jalan cepat untuk mengumpulkan tugas, memfotokopi catatan orang lain pas H-1, belajar bersama pas H-1, dan sebagainya. Nggak cuma di kuliah. Di mana-mana. Misalnya aja, kepanitiaan baru sigap buat nyari sponsor secara serius pas bulan terakhir sebelum acara himpunan diadakan. Cukup telat, tapi begitulah.

Padahal kita tahu hukum alam, sebuah pohon tidak akan tumbuh besar jika kita tanam kemarin sore. Begitu pula dengan kita. Kita tidak akan pernah benar-benar mendapatkan sesuatu yang baik jika tidak menjalani prosesnya dengan baik. Kalo aja tugas itu mulai dikerjakan sejak tiga minggu sebelumnya, sedikit demi sedikit, stress tidak akan muncul dan bisa maksimal ngerjainnya dengan baik. Itu saya simpulkan dari pengalaman saya sendiri, soalnya pernah, tapi sekali doang.

Tapi saya juga percaya, semua orang yang punya kebiasaan ini, pasti tahu kalau itu nggak baik. Tapi gimana? Kebiasaan.

Ada yang punya ide gimana mengatasi penyakit ini?

Buat yang penyakitan.. yuk belajar meninggalkan kebiasaan ini..

Buat yang udah gak penyakitan.. dibantu tolong ya temennya :D

n.b. Gambar diperoleh dari sini.