Life, Opinion

Ide

03.06.07 | 2 Comments

light.JPGHm, sudah lama rasanya saya nggak menulis ke dalam blog ini. Rasanya nggak ada ide. Rasanya tidak ada yang mau saya sampaikan. Kondisinya mungkin berbeda ketika dua bulan lalu, ketika rasanya banyak sekali yang ingin ditulis, tapi akhirnya memilih untuk melampiaskan yang perlu saja.

Nah mengenai ide ini yang akhirnya jadi saya angkat. Ide merupakan sesuatu. Sesuatu yang nggak semua orang bisa punya. Dari sebuah ide dapat lahir sebuah inovasi, sebuah karya cipta, yang dapat memberikan efek kepada dunia.

Wow, efek kepada dunia? Ya, efek juga bisa kecil sih. Gak harus besar. Gak usah menghubah dunia. Mengubah diri sendiri aja cukup. Misalnya saya punya ide menata ulang kamar nih, ya akhirnya si kamar tertata ulang. Ada efeknya kan?

Ngomong-ngomong masalah ide ini, dalam beberapa bulan ke depan Microsoft bakal ngadain Imagine Cup 2007. Inilah ajang di mana semua orang dengan ide-ide briliannya dapat menjadikan teknologi berguna dan memberikan efek kepada dunia nyata. Temanya kali ini tentang pendidikan. Bagaimana teknologi bisa memberi peran terhadap dunia pendidikan? Itulah yang dilombakan. Ide bagus itu sangat penting.

Ngomong-ngomong masalah ide juga, salah satu kuliah yang saya ikuti juga baru saja membahas tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI). HKI memungkinkan adanya pengaturan terhadap penggunaan sebuah ide atau gagasan-gagasan tertentu. Sehingga seseorang yang punya sebuah ide cemerlang dapat menjamin dia mendapatkan keuntungan dari sana atau tidak akan khawatir idenya dimanfaatkan untuk hal yang tidak diinginkan. Jadi ide itu mahal ya?

Nah tapi, gimana dengan asal munculnya ide itu sendiri? Apakah sebuah ide itu bisa benar-benar orisinil? Sebuah ide pasti muncul dari kemampuan kita mengaitkan satu pengetahuan dengan yang lainnya. Di dalam buku Virus Akalbudi, Richard Brodie, mengatakan bahwa setiap orang tidak punya ide sendiri. Karena muncul dari pengkaitan tadi. Jadi sebuah ide tidak bisa dipatenkan. Justru yang bisa dipatenkan adalah ungkapan ide. Misalnya lukisan, karya musik, novel, puisi, atau mungkin baju batik. Karena kemunculannya berdasarkan keterkaitan satu sama lain, berarti ide yang bagus dan banyak muncul disebabkan pengetahuan kita yang banyak.

Mungkin bisa dianalogikan dengan sebuah sistem pakar. Di mana semakin banyak pengetahuan yang dimiliki oleh sistem tersebut, semakin banyak kesimpulan yang bisa diambil. Dalam hal ini otak manusia adalah sistemnya, yang melakukan inferensi terhadap seluruh pengetahuan yang dimilikinya untuk menghasilkan output sebuah ide. Kualitas dan kuantitas output tersebut tergantung dari banyaknya pengetahuan yang dimiliki sistem tersebut.

Jadi sebuah ungkapan ide yang unik itu berharga. Dan itu dapat tercapai kalo kita banyak menambah wawasan. Dan lagi, banyak ide itu lebih baik daripada banyak ngemeng (Ya iyalah..). Gimana caranya menambah wawasan? Membaca? Nonton TV? Bolehlah, tapi pilih-pilih siarannya, ntar wawasan gosip yang nambah.

n.b. Gambar diambil dari sini.

2 Comments

speak up

Add your comment below, or trackback from your own site.
Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:

:


« Thanks Everybody
» Perfeksionis
Copyright © 2007 Brahmasta. All rights reserved.