Indonesiana, Life, Opinion

Perfeksionis

03.09.07 | 4 Comments

Beberapa hari lalu, terdengar sebuah berita mengejutkan dari Bandara Adi Sucipto Jogjakarta. Sebuah pesawat Garuda terbakar di landasan. Penyebabnya masih belum jelas. Bahkan ada yang bilang itu sabotase. Tapi pastinya, bencana ini mengingatkan saya akan bencana-bencana sebelumnya yang ada.

Ada apa negeri ini? Masih hangat kabar mengenai gempa di Padang dibicarakan, sudah terjadi musibah pesawat ini. Kemudian sebelumnya terjadi insiden tenggelamnya kapal Levina, yang belum diketahui penyebabnya. Sebelumnya lagi, ada bencana banjir yang melanda ibukota Metropolitan kita, Jakarta. Tak jauh dari bencana itu, sebelumnya kita memiliki kisah pilu lainnya mengenai hilangnya Adam Air, Jatuhnya Kereta Api, dan Tenggelamnya Senopati.

Saya sampai sudah lupa dengan bencana lainnya. Tapi rasanya sejak Tsunami menyapu Aceh pada Desember 2004, Indonesia tak henti dilanda bencana.

Pertanyaannya, siapa yang salah? Apakah Yang Mahakuasa sedang mengingatkan kita? Atau memang kita telah menuai dari segala tingkah yang kita buat sebelumnya?

Tsunami dan Gempa mungkin tidak bisa kita atasi. Itu kuasa Tuhan. Kita mungkin hanya bisa berdoa dan berlari jika itu terjadi pada kita.

Tapi bagaimana dengan insiden transportasi kita? Bencana longsor? Banjir? Itu sebuah bencana yang harusnya bisa kita hindari. Bukan begitu? Saya yakin semua orang juga tahu.

Saya jadi teringat sebuah pembicaraan makan siang bersama Ujay dan Weno beberapa hari lalu. Kami membahas masalah ketidaksempurnaannya kinerja masyarakat Indonesia dan tidak pedulinya bangsa kita ini terhadap prosedur-prosedur keamanan standar, yang jelas-jelas bakal menyelamatkan kita.

Mulai dari hal yang sederhana. Berapa orang sih yang memakai sabuk pengaman setiap saat? Memakai helm di jalan-jalan kecil yang tidak berpolisi? Menyebrang jalanan tidak melalui Zebra Cross? Berapa jumlah penumpang kereta ekonomi? Apakah melebihi daya tampungnya?

Beberapa hari lalu, di mana Presiden SBY mengadakan sidak ke beberapa kapal di pelabuhan entah di mana. Di berita tersebut diceritakan bagaimana kecewanya SBY karena kapal-kapal tersebut beroperasi tapi tidak mengikuti standar operasi.

Contoh kesembronoan yang lain juga ada di pesawat Adam Air, seperti pernah ditulis oleh Nofie Iman di sini. Ada salah satu kejadian ‘lucu’ yang dibahas di sana, yang mana ketika ada lubang di sayap, penanganannya adalah dengan menambal pakai isolasi.

Kejadian-kejadian di atas adalah bentuk nyata bahwa kebanyakan pekerjaan yang kita lakukan tidak dikerjakan dengan sempurna. Yang penting asal jalan aja. Soal kualitas ntarlah. Emang kualitas perlu ya?

Kualitas. Sesuatu yang sudah seringkali kita abaikan. Di saat seperti ini lah muncul kesadaran bahwa orang-orang yang perfeksionis diperlukan.

Ayo Indonesia, kerja yang bener dan jujur!

nb. gambar diambil dari sini.

4 Comments

speak up

Add your comment below, or trackback from your own site.
Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:

:


« Ide
» Programmer Personality Type
Copyright © 2007 Brahmasta. All rights reserved.