Kabarnya masing-masing anggota DPR, yang berjumlah 550 orang, bakal menerima laptop seharga Rp. 21 Juta. Total negara akan menghabiskan 12,1 Miliar untuk kebijakan itu. Katanya sih, pemberian laptop ini ditujukan agar meningkatkan kinerja anggota DPR.

Muncul beberapa pertanyaan. Sebuah laptop, bisa meningkatkan kinerja dari sisi mana ya? Apa sih kerjaan para anggota DPR? Dan lagi, apakah para anggota DPR itu dapat menggunakan fungsi laptop itu dengan maksimal?

Anggota DPR adalah representasi rakyat. Oleh karena itu, dalam kondisi negara yang memprihatinkan ini, seharusnya mereka bisa bersikap ikut prihatin. Yaitu dengan tidak melakukan kebijakan tersebut. Dana 12,1 miliar itu banyak. Dan sayang sekali kalo dipakai untuk sesuatu yang efeknya gak langsung terasa, dan udah gitu belum tentu pula.

Saya jadi teringat dengan program One Laptop per Child. Jadi setiap anak di negara miskin dapet sebuah laptop. Tujuannya sih supaya memfasilitasi proses pembelajaran mereka. Kayaknya kita perlu mengajukan usulan itu untuk ke anggota DPR. Harganya 100 dollar per laptop. jadi 550 juta kan lebih kurang kalo buat 550 anggota DPR. Lumayan kan? penghematan yang luar biasa. Anggota DPR bisa tetap meningkatkan kinerja mereka.

Becanda sih, cuma ingin menggambarkan bahwa harga laptop anggota DPR tersebut sangat mahal.

Yah, kebijakan ini memang membuat kita bingung. Kalo mau meningkatkan kinerja dengan laptop, masa sih mereka harus dapet laptop yang harganya 21 juta? Emang mau dipake apa? Yang biasa-biasa aja dong. 7 juta udah dapet yang bagus kok. Kalo mau yang bagus beli sendiri. Saya rasa Tuan-Tuan anggota DPR mampu kok.

Kalo bener niat mau ningkatin kinerja, tunjukkan dengan tidak adanya komitmen. Udah sering banget saya dengar kalo anggota DPR rapat banyak kursi yang kosong. Kalo dari rapat aja nggak dateng, emang keberadaan laptop membantu? Mau video conference?

Di salah satu artikel detikcom, dikatakan bahwa Kalo Tukul punya laptop, masa anggota DPR nggak? Jangan ikut-ikutan Tukul lah. Tukul kan perlu laptop buat membimbing dia di acara. Kalo pake CPU kan kegedean, jadi nggak lucu. Kalo kertas doang gak bisa berubah saat live. Intinya teknologi itu harus tepat guna.

Udah selayaknya jika Tuan-Tuan Anggota DPR memiliki hati nurani, menolak fasilitas itu. Jangan kecewakan kami ya.

Berita terkait:

//Updated
Pengadaan laptopnya batal loh. Udah pada tahu ya. Hehehe..