Bali MapDi tengah kesibukan menyelesaikan Tugas Akhir, saya dan teman-teman membuat keputusan aneh: Berlibur ke Bali. Rombongan keberangkatan dipimpin oleh Yudi Rizkiadi, S.T. (Harus pake gelar dong..), dan diikuti oleh Miri, Ridwan, Teguh, DJ, dan akhirnya saya. Di Bali sudah menunggu anggota rombongan yang lain yaitu Asri, pacarnya Yudi yang lagi kerja praktek di sana.

Nggak tanggung-tanggung, kami menghabiskan waktu lima hari di sana. Mulai dari Senin malam, 23 Juli 2007 sampai Sabtu malam, 28 Juli 2007. Untuk akomodasi, rombongan menginap di rumah Kakek saya di Tohpati. Sarana transportasi pun disediakan oleh om saya. Makanya ‘ketua panitia’ Yudi mengambil keputusan liburannya lima hari. Bukan begitu Yud?

Ke mana aja di Bali? Pertanyaan itu yang biasanya ditanyakan orang pas pertama kali ketemu sama saya habis liburan. Berikut saya uraikan dari hari per hari.

Selasa, 24 Juli 2007 : Lovina, Gitgit, Bedugul, Jimbaran

CIMG5833.JPG Usai tiba di Bandara Ngurah Rai Bali, rombongan langsung berangkat ke Pantai Lovina, yang letaknya di dekat kota Singaraja. Tujuan kami adalah melihat lumba-lumba. Awalnya saya mengira di sana ada tempat pembiakan lumba-lumba. Ternyata lumba-lumbanya liar.

Pagi-pagi sekitar pukul 06:00, kami berangkat ke laut dengan menggunakan dua buah sampan. Setelah mengarungi lautan (nggak segitunya sih) sekitar satu setengah jam, barulah kami berhasil menemukan lumba-lumba tersebut. Warnanya hitam. Mereka bermunculan di sekitar perahu kami. Lucu-lucu loh :D . Tapi kemunculannya selalu sebentar. Setelah itu kami harus menunggu lagi sampai muncul di tempat lain. Kami berhenti setelah tiga jam. Setelah puas melihat lumba-lumba dan panas matahari mulai terik. Sayang dari tiga jam itu tidak satupun dari kami berhasil mendapatkan foto lumba-lumbanya.

Dari pantai Lovina, rombongan bergerak ke air terjun GitGit. Sebenernya air terjunnya biasa aja sih. Kayaknya di Bandung juga ada yang kayak gitu. Tapi kami cukup lama menghabiskan waktu di sana. Untuk apa? Foto-foto! Orang bule yang datang ke sana sampai geleng-geleng kepala deh liat rombongan kampungan ini.

Selanjutnya adalah Bedugul. Di sini juga ada Pura di tepi Danau. Bagus. Waktu kami juga habis di sini buat foto-foto. Tapi turis lain juga foto-foto sih. Cuma beda objek. Kalo orang bule, yang difoto itu kebanyakan objek wisatanya. Sementara orang Indonesia, yang difoto kebanyakan adalah diri sendiri di depan objek wisata, dengan berbagai pose. :D

Perjalanan hari itu berakhir selepas dari Bedugul dan kami mendatangi rumah Kakek saya di Tohpati. Sebenarnya Kakek saya sudah tidak ada. Jadi yang menempati rumah itu ya om saya, Wa Rugug, yang meminjamkan mobil itu.

Malamnya, ketua panitia mengajak kami untuk makan di Jimbaran. Tempatnya bagus banget!

Beberapa foto kami pada hari pertama dapat dilihat di bawah (Klik untuk memperbesar).
DSCI0244.JPGDSCI0254.JPGDSCI0258.JPGDSCI0286.JPGCIMG5901.JPGDSC00439.JPGDSCI0347.JPG
Rabu, 25 Juli 2007 : Tanjung Benoa, Kuta

CIMG5926_800600.JPG Pada hari ini kami menghabiskan sebagian besar waktu di Tanjung Benoa. Kami menjajal parasailing, banana boat, snorkling, jet ski, dan mengunjungi Pulau Penyu. Hm, thanks to Pasifik Bali Bahari, yang udah menemani kami melakukan itu semua. Kebetulan yang punya itu lagi-lagi Om saya, jadi kami semua ditraktir untuk bermain semua itu! Terima kasih Om..

Malamnya kami semua jalan-jalan di Kuta. Hm, nggak ada yang terlalu spesial sih di sini. Sempet ngeliatin monumen Bom Bali juga sih. Kuta masih gitu-gitu aja. Tapi Asri menunjukkan sebuah tempat makan yang murah di Kuta, yang ada di dalam jl. Legian. Kami pun makan di sana.

Malamnya Yudi pulang ke Bandung. Soalnya ada wawancara katanya. Tapi perjalanan belum selesai. Masih ada tiga hari lagi.

Foto lain:

DSCI0401.JPGDSCI0399.JPGDSCI0424.JPGCIMG5957.JPGDSCI0217.JPG

Kamis, 26 Juli 2007 : GWK, Dreamland, Uluwatu, Tanah Lot

DSCI0517.JPG Tempat wisata di Bali itu banyak banget. Pada hari ketiga kami masih punya lusinan daftar tempat yang ingin dikunjungi. Akhirnya untuk hari ini kami memutuskan untuk melihat Garuda Wisnu Kencana (GWK), pantai Dreamland, Pura di Uluwatu, dan Tanah Lot.

GWK sampai sekarang belum jadi-jadi. Tapi ada yang baru sejak saya terakhir mengunjunginya lima tahun lalu (udah lama banget ya?). Udah ada kepala Garudanya. Kalau dulu sih adanya cuma badan Wisnu doang. Sebenarnya dua ‘item’ itu sih udah besar banget. tapi sebenarnya yang mau dibangun itu jauh lebih besar lagi. Bisa dilihat di foto sebelah kiri.

Entah kapan patung GWK ini selesai. Katanya sih sekarang kurang dana. Jadi pembangunannya belum dilanjutkan. Padahal patung raksasa ini idenya udah muncul sejak tahun 1993 oleh Joop Ave, menteri pariwisata Indonesia saat itu, dan direalisasikan sejak tahun 2002. Kalau patung ini sudah jadi, tingginya bakal mengalahkan patung Liberty di Amerika Serikat. Luar biasa. Benar-benar proyek mercusuar dari pemerintah kita.

Selanjutnya kami bergerak ke Pantai Dreamland. Di sekitar pantai tersebut terdapat sebuah komplek perumahan raksasa, yang katanya dimiliki oleh Tommy Soeharto. Kelihatannya pantai ini merupakan bagian eksklusif dari kompleks tersebut. Pantai ini bagus banget. Pasirnya putih, ombaknya besar, luas banget, dan masih sepi. Tapi isinya orang bule semua. Saya sampai bingung yang turis asing itu kami atau mereka.

Setelah Dreamland, kami menuju Uluwatu. Kami berkunjung ke sebuah Pura Luhur. Pura itu letaknya di tebing tepat di pinggir laut. Pemandangannya bagus banget. Orang Bali sepertinya memang pintar memilih tempat. Di sana juga banyak monyetnya, seperti di Sangeh. Jadi kami juga sambil memberi makan monyet-monyet itu.

Tujuan terakhir, Pura Tanah Lot. Pura ini letaknya di tepi pantai. Tempat ini terkenal dengan Sunsetnya. Dari sekian banyak tempat yang kami kunjungi hari ini, Tanah Lot-lah yang paling ramai. Banyak sekali pengunjung yang datang untuk sekedar melihat atau mencoba mengambil gambar sunset tersebut. Sayang waktu itu langit sedang berawan, sehingga pemandangan matahari terbenamnya kurang bagus.

Foto lain:

DSCI0322.JPGDSCI0343.JPGDSCI0355.JPGDSCI0371.JPGDSCI0376.JPGDSCI0421.JPGDSCI0440.JPGDSCI0439.JPGDSCI0457.JPGDSC00462.JPGDSC00460.JPGDSCI0515.JPG

Jumat, 27 Juli 2007 : Sukawati, Ubud, Batubulan

Bebek Bengil di Ubud Hari Jumat ini diisi oleh berkunjung ke Pasar Sukawati, Ubud, dan menonton Tari Kecak di Batubulan.

Miri dan DJ, oknum wanita yang tersisa di rombongan kami, menghabiskan waktu tiga jam di Sukawati! Mereka dengan gigih menawar harga barang di sana hingga murah banget. Sementara oknum pria menyempatkan diri Shalat Jumat dulu saat mereka berjuang. Saking murahnya tawaran dari mereka, selain memborong banyak barang dari sana, kami juga menerima banyak hujatan.

Suasana di Sukawati boleh dibilang seperti neraka buat saya. Ketika kami baru masuk ke sana, seluruh penjual sudah siap di sisi kanan dan kiri berteriak memanggil untuk datang ke tokonya (ga bisa dibilang toko juga sih). Kami ditarik-tarik (secara fisik) oleh setiap penjual. Omongan dipotong dengan tawaran barang-barang yang selalu sama di setiap toko, dan ketika kita akan meninggalkan tempatnya, dia akan terus memanggil memohon belas kasihan untuk membeli. Saya juga harus hati-hati dalam melihat. Ketika penjual sudah menangkap mata kita melihat barang di tokonya, maka kita akan digerogoti oleh tawarannya.

Maka dari itu, jika anda menginginkan kenyamanan belanja, saya tidak rekomendasikan Sukawati, lebih baik ke Erlangga. Sebuah toko yang terletak di Denpasar. Barang-barang yang dijual di sana komplit, dan harganya hanya sedikit di atas Sukawati. Tapi sudah dilabel. Seperti belanja ke supermarket saja.

Setelah tersiksa di Sukawati rombongan bergerak ke Ubud. Karena belum makan siang, kami berniat makan Bebek Bengil di sana. Kan terkenal tuh. Tadinya kami kira Bebek Bengil itu adalah salah satu jenis makanan. Ternyata itu adalah sebuah restoran. Kami pun akhirnya makan di restoran itu. Enak-enak loh.

Buat informasi saja, harga makanan di restoran itu mahal banget! Dari sudut pandang mahasiswa tentunya. Kami sempat kaget ketika melihat menu, tapi malu banget kalau keluar lagi. Jadi ya sudahlah. Hahaha..

Malamnya, kami menonton Tari Kecak di Batubulan. Dan terus terang, saya kecewa! Saya pikir karena orang Bali yang menari jadi akan berkualitas. Mereka sama sekali nggak total menarikannya. Ada yang senyum-senyum ama temannya, ada yang sempat ngobrol, gerakannya ga kompak, banyak deh. Setelah tari kecak itu ada dua tarian lagi, tapi keduanya ga banyak membuat saya terkesan. Jauh lebih terkesan ketika ngelihat upacara adat bali sebenarnya. Mungkin karena para penari itu udah bosen ya, setiap hari menarikannya.

Tari Kecak dan Barong memang selalu ditampilkan setiap hari di tempat-tempat tertentu, salahsatunya Batubulan itu. Tari Kecak diselenggarakan pada malam hari, mulai 06:30 sampai 07:30. Sementara Barong itu mulai pukul 09:00 pagi. Harga tiket masuknya mahal banget. Rp. 50.000,00. Harga turis asing. Turis lokal tidak mendapat keringanan harga. Makanya yang banyak nonton itu turis asing. Waktu nonton tari kecak ini, sepertinya hanya kami turis lokal yang menonton. Sisanya ada dari Jepang, Korea, Australia, dan lain-lain.

DSCI0561.JPGDSCI0577.JPGDSCI0593.JPG

Sabtu, 28 Juli 2007 : Monumen Perjuangan, Erlangga, Hutan Mangrove

DSC00483.JPG

Hari terakhir nih. Pada hari terakhir ini kami berkunjung ke Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Erlangga, dan Hutan Mangrove (Bakau). Malamnya kami langsung pulang kembali ke Jakarta.

Seperti namanya, Monumen Perjuangan Rakyat Bali banyak berisikan mengenai perjuangan rakyat Bali. Bangunannya sangat besar dan bagus. Masih baru soalnya. Di dalamnya ada diorama mengenai sejarah Bali sampai Indonesia merdeka. Ada juga lukisan-lukisan yang menggambarkan perjuangan tersebut. Selain itu, seperti di Monas, di atas monumen tersebut tempat untuk melihat kota Bali di sekeliling monumen itu.

Perjalanan terakhir kami adalah ke Hutan Mangrove. Hutan ini merupakan hasil budidaya perusahaan Jepang dulunya, namun belakangan mereka menghentikan investasi di sini. Namanya sudah cukup menjelaskan. Isinya pohon Bakau semua. Tempatnya bagus buat jalan-jalan. Berhubung sesi perjalanan terakhir, kami menghabiskan waktu dengan makan siang (pakai bekal), jalan-jalan, dan (seperti biasa) foto-foto di sini.

Foto lain:

DSC00476.JPGDSC00512.JPG

Hutan Mangrove tadi menjadi penutup liburan kami ke Bali. Malamnya kami berangkat ke Bandara Ngurah Rai untuk kembali ke Jakarta. Ternyata liburan bareng teman-teman itu sangat menyenangkan. Semoga tahun depan masih bisa diadain jalan-jalan gini. Tempat wisata di Indonesia masih banyak kan?

Untuk foto, sebenarnya sih masih banyak foto lain. Cuma belum sempat saya upload. Sebagian besar foto diambil oleh saudara Ridwan yang sepertinya belakangan menemukan hobi barunya: fotografi.

Oh iya, di selama di sana kami diantar oleh Pa Nengah Sudarma dan sepupunya, Pak Ketut. Mereka memiliki jasa peminjaman sopir dan mobil selama di Bali. Harganya sangat bersaing! Kalau ada yang mau ke Bali dan butuh sopir dan mobil murah, hubungi saya aja :D

Liburan yang menyenangkan. Setelah ini, deadline menunggu. Semangat!