Orang miskin di Indonesia dilarang tiga hal: sekolah, sakit, dan nonton Liga Inggris!

Kalimat di atas menyita perhatian saya sejenak waktu membaca SMS pembaca dari Tabloid Bola minggu lalu. Seperti telah kita ketahui bersama, buat nonton liga sepakbola paling populer di dunia itu penduduk Indonesia harus merogoh Rp.200.000,00 sebulan. Info lebih lanjut ada di penjelasan teman saya ini.

Udah seminggu saya kehilangan liga Inggris. Saya ga lihat Manchester United dikalahkan Manchester City, aksi bodoh Jens Lehmann, Kartu Merah Ronaldo, gol pertama Torres, dan lain-lain. Semuanya saya nikmati dari media lain selain TV. Sedih sih, tapi ada banyak hal menarik lain ternyata selain Liga Inggris.

Liga Spanyol, Italia, Belanda…

Kata Rob Hughes, analis sepakbola dari Inggris, sepakbola Spanyol lebih memicu adrenalin daripada Liga Inggris. Permainannya lebih cantik dan lebih kompetitif. Masih ingat pertandingan terakhir Liga Spanyol tahun lalu? Madrid bisa saja gagal mencapai juara kalau nggak ada Jose Antonio Reyes yang memberikan dua gol yang membawa kemenangan. Liga Spanyol ini bisa kita saksikan di RCTI. Jamnya liat di koran-koran aja ya :D .

Gimana dengan liga-liga yang lain? Liga Italia juga masih ada. Boleh dicoba tonton di Trans7. Lumayan kan ada AC Milan, Inter, Roma, dan Juve yang baru balik dari Serie B. Liga Belanda juga disiarin sama Lativi. ANTV juga masih menyiarkan pertandingan persahabatan, Piala FA. Kemarin Lativi juga sempat menyiarkan The Champions Youth Cup di Malaysia, yang melibatkan youngster dari klub-klub papan atas Eropa.

Jadi masih banyak tontonan, meski mungkin tidak seheboh Liga Inggris. :D

Jangan Lupa ada Liga Indonesia!

Sekarang ada Liga Indonesia yang disiarin malam hari. Tadi malam saya sempat menengok pertandingan antara Persib dan PSIS Semarang, yang menariknya dimenangkan PSIS. Beberapa hari sebelumnya saya melihat aksi Chrsitian Gonzales menjebol gawang lawan di Persik. Saya baru tahu kalau Budi Sudarsono dan Erol Iba, dua pemain timnas kita berada di sana. Kemarin saya juga nanyain temen saya pemain-pemain Persib dan PSIS. Ga ada yang saya kenal selain yang main di timnas.

Padahal kalau udah ngomongin Liga Inggris, kayaknya sampai pemain lapis tiganya Manchester United saja saya hafal.

Saya jadi mikir-mikir, jangan-jangan banyak banget orang Indonesia yang kayak saya. Nggak tau kondisi persepakbolaan dalam negeri, tapi jadi penggemar sejati dunia sepakbola luar. Semoga nggak deh. Udah gitu, setiap timnas atau klub Indonesia main, kami-kami ini menertawakan dan mengeluhkan suguhan sepakbola yang tentunya standarnya di bawah level dunia.

Kasihan kan Liga Indonesia? Padahal supaya bisa terus maju, liga ini harus tetap ditonton dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia, supaya aliran dana terus mengucur ke sana.

Makanya sejak hilangnya Liga Inggris, ga salah kalau kita mencoba menengok ke ANTV atau Lativi yang menyiarkan Liga Indonesia. Pertandingannya ada yang sore dan malam hari. Dan ternyata menarik-menarik aja kok. Meski mungkin kita harus sedikit bersabar melihat aksi-aksi yang memprihatinkan. Ingat aja, emang sampean lebih jago?

Masih Pengen Nonton Liga Inggris?

Patungan aja sama orang sekampung. Terus nonton pakai infocus di mana gitu. Kan seru rame-rame. Mungkin bisa jadi ajang silaturahmi :D . Kalau nggak, mungkin ada yang bikin usaha nonton bareng? Tapi kalau mau nonton jangan bayar mahal-mahal kayak di kafe-kafe. Boleh ga ya kayak gitu?

Intinya, masih banyak alternatif tontonan dan cara untuk menonton. Selamat menikmati semuanya :D