Pernah nggak ngerasa mendapatkan sesuatu tugas atau pekerjaan yang dirasa nggak mungkin bisa menyelesaikannya? Saya pernah, bahkan mungkin sering. Kadang itu malah sampai bikin pusing dan membuat saya selalu mencoba lari dari masalah tersebut dengan menunda-nundanya.
Sebagai jawaban masalah ini, seorang teman baik saya pernah menasehati, “Jangan dipikirkan Bram, kerjakan saja”. Dia menganjurkan saya untuk fokus pada pelaksanaan, dan berhenti berpikir untuk terus merencanakan.
Dan ternyata dia benar.
Beberapa waktu lalu, saya mulai mengerjakan sebuah pekerjaan-tidak-mungkin-di-kepala-itu (saya malas membahasnya, jadi jangan tanya itu apa). Awalnya, pekerjaan itu membingungkan dan penuh dengan masalah. Tapi karena ingat nasehat yang tadi saya memilih untuk tidak berhenti. Saya terus mencari solusinya sepanjang waktu. Bahkan jadi lupa berinteraksi sama orang-orang :p. Tapi lama-lama, akhirnya titik cerah itu muncul. Semakin lama titik cerah semakin banyak, dan akhirnya sampai sekarang mulai berjalan dengan baik.
Kalau diingat-ingat lagi, ternyata ada banyak juga pengalaman saya yang persis seperti ini.
Contohnya waktu kerja praktek tahun lalu, saya ditugaskan untuk menerapkan metode instalasi baru, namanya Sysprep, untuk sistem operasi komputer-komputer baru di Siemens. Saya sampai stress karena ngerasa ga punya dasar untuk itu dan materi eksplorasinya terbatas. Saya cuma dapat manual yang nggak jelas dan sudah kuno. Selain itu saya nggak dikasih koneksi internet juga buat mencari informasi. Hak admin untuk uji coba juga nggak ada, jadi harus minta tolong sana sini. Kalau mau nyari info di rumah juga udah cape. Karena waktu itu saya tinggal di Bekasi, yang mana perjalanannya memakan waktu sekitar dua jam, karena kemacetan.
Tetapi perlahan-lahan, karena terus dikerjakan, Pekerjaan itu selesai dalam dua minggu. Instalasi yang tadinya memakan waktu dua jam berkurang jadi setengah jam. Kok bisa? Ada banyak kejadian yang menolong. Saya mendapati kalau jaringan perusahaan itu bisa nyambung ke situs Siemens di seluruh dunia, setelah nyoba-nyoba browsing ke situs perusahaan. Saya akhirnya nyasar sebuah forum Siemens di Jerman. Di sana ada beberapa jawaban. Saya juga akhirnya tertolong dengan teman-teman pegawai Siemens yang ngasih akun-nya untuk saya pakai ujicoba. Kemudian saya juga menemukan komputer jelek di gudang yang ternyata bisa diotak-atik ga jelas. Semuanya seperti cerita saya yang pertama, titik cerah yang muncul satu persatu hingga akhirnya berhasil.
Semua kejadian yang saya alami itu membuat saya jadi menyimpulkan, kalau segala sesuatu bisa dikerjakan asal kita terus berusaha. Selain itu, saya juga mendapati bahwa pengerjaan tidak kalah penting daripada perencanaan. Justru kalau kita merencanakan terus dan nggak pernah memulai mencoba, petunjuk itu tidak akan pernah datang.
Itu yang saya peroleh dari renungan belakangan itu. Punya pendapat yang berbeda?
Updated 10 Oktober 2007, 22:06:
Adhitya Mulya, sang penulis novel Jomblo, menulis sesuatu tentang kurangnya kita bertindak, banyak di ngomong doang. Dalam skup negara. Agak ga berhubungan dengan postingan ini sih, tapi menarik dan saya banyak setuju dengan pendapatnya. Cek aja di sini.

This thing has 10 Comments
Benar, Bram. Proses berpikir akan kurang berguna bila tidak diejawantahkan ke suatu produk nyata.
Menurutku, semua pekerjaan harus progresif. =D
ayo mengerjakan hehehe
susaaaaah >.
wah, jadi merasa ketusuk ati ini…
kadang2 saya sering kek gitu malah,,,,
dapet kerjaan…. selalu mikirin, “ah gampang”,,,
tapi terus dipikirin, gak pernah dikerjain……
well, kalo kata orang, langkah 1 mil dimulai dengan 1 langkah ^_^
@Petra:
Ga bermaksud menusuk loh pet :D. Maaf lahir batin deh :p
Setuju sama kalimat terakhir lo. Mungkin sebuah ungkapan yang cocok buat postingan ini. Tapi ada tambahannya: Jangan berhenti melangkah.
setuju bos. kerjain apa yang lu tau, maka clue untuk hal2 yang lu gatau bakal dateng gitu aja. nicely done. thanks for the inspiration. btw, mohon maap lahir batin ya.
nice theme!
tulisan ini menginspirasi gua untuk segera mengerjakan laporan KP dan skripsi.
tengkyu..
jadi terharu ginih… ToT
wah keren. hebat renungannya. kalo bos saya dulu selalu bilang ketika menghadapi kasus yang sulit
“kerjakan saja dulu…bisa ato ngga nya masalah nanti …”
kalau ngga bisa ?
“ya .. namanya juga usaha….”
“Jangan dipikirkan Bram, kerjakan saja” -> bener banget, karena mikirin doank ga bakal nyelesein pekerjaan itu.
“Kuncinya adalah Mengerjakan” -> Yup, tapi hal yang paling sulit dalam mengerjakan sesuatu adalah memulai untuk mengerjakannya. Kalau udah dimulai mah selanjutnya bisa aja…
Begitulah… Susahnya memulai… H-3 UTS blom mulai belajar… Hiks… Smangat!!! Semester ini harus lebih baik!!! (menyemangati diri sendiri)
Hahaha.. Setujuuu..
(pengalaman pribadi, hehe).
Kadang2 yg direncanakan dengan detail malah ga jadi2 dijalankan.. Yang ga direncakan malah sukses tercapai
Penuh inspirasi, saya jadi semangat ngerjain Tugas Akhir. Terima kasih atas keyword “Mengerjakan”-nya.