Log in | Jump |

/brahmasta/journal

Everything into a folder
This thing was constructed on November 15, 2007, and it was categorized as Life.
You can follow comments through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback.

Kemarin saya membaca sebuah artikel di zenhabits yang mengatakan bahwa salah satu hal yang bisa mengoptimalkan kerja kita adalah merapikan segala hal yang ada di sekitar kita. Misalnya meja kerja atau belajar. Tulisannya begini:

Even if it’s just a little space — say a drawer or a shelf — decluttering an area of your life can have a wonderful effect on your mood and happiness level. I know it gives my day a boost. When things start to get cluttered (and let’s face it, even the best declutterers among us face clutter creep), I take a few minutes to clear it out. Clearing your desk (at least the surface of it) can be a great way to start.

Menarik juga, mari mencoba.

Saya punya reputasi buruk untuk hal kerapian. Gambar di samping kanan udah boleh saya golongkan rapi untuk ukuran meja. Biasanya ada aktor-aktor lain yang mengisi. Misalnya kertas-kertas, buku, pulpen, piring, gelas, dan tas. Sebelumnya saya malah naruh monitor CRT buat komputer desktop di sana. Jadinya penuh banget.

Dan yang paling bikin sulit itu adalah kabel. Kelihatan kan kalau di sana kabelnya ruwet? Ada kabel power buat laptop, mouse, charger HP, kabel speaker, dan kabel LAN. Saya juga kadang sedikit berkreasi dengan nyambungin kabel dari handphone ke speaker, buat dengerin radio.

Jadi demi meningkatkan kinerja dan kerapian (halah..), saya pun langsung membereskan meja. Kabel-kabel saya gulung dan ikat pake karet atau kawat, lalu “dibuang” ke bawah meja. Ekstensi juga ditaruh di bawah. Ntar rencananya kabel LAN-nya juga mau dikasih selotip biar ga ke mana-mana. Segala hal yang tidak berhubungan di meja pun segera disingkirkan.

Mestinya seiring dengan perkembangan teknologi, kita ga perlu berurusan dengan kabel ya? Mouse bisa wireless, headset bisa pake bluetooth (berarti speaker juga bisa dong. Ada yang bikin ga ya? Hehe..), LAN juga mestinya wireless dong. Lumayan bisa ngilangin kekusutan

Tapi mahal ding. Ga usah aneh-aneh ah.

Setelah beberapa jam (sambil beresin kamar juga), maka jadilah meja saya bersih dan rapi. Tumben-tumbenan.

Ada benarnya juga sih kata artikel itu. Meja rapi memberi perasaan lebih enak. Seperti ada yang mendorong saya untuk mengerjakan segala sesuatu! Semangat!!

Eh, tapi capek juga ding habis bersih-bersih. Jadi tidur dulu lah ya..

This thing has 5 Comments

  1. Posted November 15, 2007 at 8:42 pm | Permalink

    aduh kamarku!!!!!

  2. Posted November 16, 2007 at 9:35 pm | Permalink

    Meja rapi memberi saya semangat.
    Untuk bikin berantakan lagi.

  3. Posted November 17, 2007 at 10:47 am | Permalink

    Hidup rapi…

    Iya siy, sesuatu yang rapi itu membuat perasaan lebih enak. Yang parah tuh gini… Ceritanya mau belajar atau mengerjakan tugas. Melihat kamar berantakan, aku ga terlalu bersemangat belajar. Jadinya beres-beres dulu biar kamar rapi dan jadi bersemangat belajar. Abis beres-beres cape. Kalau udah cape, bawaannya pengen tidur. Ga jadi belajar, hehe…

    Sebenarnya kalau kamar udah rapi, tinggal dipelihara aja kerapiannya :) Jadi ga perlu sering beres-beres…

  4. Posted November 18, 2007 at 12:58 am | Permalink

    meja rapi memang nampak sedap dipandang..

  5. Posted September 21, 2008 at 12:06 pm | Permalink

    mengurutkan kabel YAITU DARI WARNA KABL RJ 45 BILA KESULITAN KIRIMKAN IMEL KEPADA SAYA

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*