Saya suka banget sama percakapan Joe dan Quince di film Meet Joe Black, saat mereka lagi datang ke persiapan pesta ulang tahun William Parrish. Saat itu Joe didatangi oleh Quince. Joe lalu menanyakan tentang cinta kepada Quince.
Percakapannya lebih kurang seperti di bawah: *
Joe: You love Allison, don’t you?
Quince: Oh yes, I do.
Joe: How did you meet?
Quince: I was a world-class loser and she was a happy, little rich girl — and for some reason she took me in.
Joe: But she loves you?
Quince: [smiles, nods embarrassedly]
Joe: How do you know?
Quince: Because there’s nothing we don’t know about each other and it’s okay. I mean the deeper, darkest secrets — they don’t matter.
Joe: ‘The deepest, darkest secrets –’?
Quince: Yeah, it’s like you know every inch of each other’s souls — and then you’re free.
Joe: What do you mean ‘free’?
Quince: Free to love each other. Completely. Totally. No fear.
Ada apa dengan percakapan ini? Saya diingatkan mengenai sesuatu, yaitu menerima apa adanya.
Dalam mencintai orang lain, terimalah dia apa adanya, bahkan untuk hal-hal terburuk darinya. Karena cinta itu akan tumbuh dari sana. Tumbuh dari bagaimana saling bisa mengerti satu sama lain. Tanpa berusaha menjadi orang lain.
Kok saya jadi ngomongin cinta gini ya? ![]()
* Diambil dari sini.

This thing has 11 Comments
hmm.. menerima apa adanya ya? hihi.
Semangatt ka’Bram!
:D
adu du… bram… kamu kenapa si?!
ahahahahaha!
Sudahlah Bram, terima aja dia apa adanya. Toh kau juga bukan Brad Pitt, jadi jangan mengharap dia Claire Forlani juga. Huahahahahahahaha..=P
hmmm sebenernya “apa adanya” itu kayak gimana ya?
misalnya kita cinta sama seseorang yang smart, baik hati, idealis dsb. walaupun dia punya hal buruk (panuan misalnya :P) mudah bagi kita untuk menerima dia “apa adanya” karena ada hal2 baik yang membuat keburukan itu tampak ga berarti. ga mungkin allison suka sama quince gara2 dia loser dan punya dark secret kan? pasti ada hal baik (i.e. “some reasons”) yang bikin dia suka sama quince. nah kalau hal2 baik itu udah ga ada, masih perlu ga kita mencintai dia “apa adanya”? kadang2 saya ngerasa cinta itu mesti oportunis… halah…
*lagi serius :P*
@giaferdi
Hahaha anggia serius banget sih
Tapi betul banget kok. Pasti kita senang sama orang karena sesuatu dari dirinya. Harus oportunis. Setuju.. setuju.
The point is the “free to love each other”-nya.
I’m searching for that. Hahaha..
lagi kasmaran nih .. ato kecewa karena tidak dicintai apa adanya? makanya adain dong apa-apanya … wanita kan suka semuanya ada
wah, kok gua agak2 ga inget sama percakapan di film itu ya? hehehe..
ttg lu jadi ngomongin cinta, mungkin karena sudah waktunya, Bram.. hehehe..
Cinta itu buta
buta itu gelap
gelap itu mati lampu
berarti Cinta dalam kegelapan dan saling raba2……
Cinta itu Indah
Indah itu pemain sinetron
berati cinta dengan pemain sinetron…..
Cinta itu asyik
asyik itu goyang
goyang itu dangdut
berarti cinta dengan penyanyi dangdut…..
*halah…opo maksud de*
ck ck ck ..
mas bram mulai ngomongin cinta lagi niy …
sindrome mau wisudakah ?
hehehe
Apa adanya atau ada apanya mas….mehehehe…
wew,,soal yang beginian emang selalu asyik buat dibicarain yah,,soal cintrong2an?hmm susah cari yang mau menerima apa adanya,,