New Year?Kemarin, di hari terakhir 2007, seorang teman menanyakan kepada saya pertanyaan mendasar, yakni mengenai arti tahun baru buat saya.Sebelumnya mari kita lihat apa yang ada di balik pertanyaan itu.

Apa arti tahun baru? Tahun yang baru. Apa yang baru dari tahun baru? Sebenarnya tidak ada bukan? Kitalah yang membuatnya berbeda. Kita menandai satu putaran bumi ini berputar mengelilingi matahari sebagai satu tahun. Satu tahun terdiri dari dua belas bulan. Itu juga kita, manusia, yang membuatnya. Begitu pula dengan segala perayaan tahun baru yang kita lakukan. Itu juga buatan kita kan? Itu adalah budaya yang sudah tertanam saja. Itu adalah meme (baca: mim) yang paling banyak nyasar di pikiran orang-orang*. Jadi nggak masalah kalau di malam tahun baru mau main Winning Eleven seharian di kosan, nonton sinetron, ngerjain tugas besar, jalan-jalan di simpang dago, atau mau ngerayain ulang tahun jadian**.

Oke kita kembali ke topik. Jadi apa makna tahun baru buat saya?

Buat saya, tahun baru adalah sebuah momen. Momen paling mudah untuk menandai sebuah perubahan. Manusia selalu ingin berubah menjadi lebih baik. Keberadaan sebuah momen tentu akan sangat membantu. Makanya saya bikin resolusi. Seperti halnya banyak orang lain di dunia ini.

Tapi seperti saya sebutkan di atas, momen itu sebenarnya juga ciptaan kita bukan? Jadi sebenarnya kita bisa berubah kapan saja, asal kita mau. Justru yang paling penting itu kemauannya.

Maka dari itu, buat yang menjadikan tahun baru ini menjadi ajang membuat resolusi untuk dirinya, mari kita tanamkan kemauan yang kuat untuk meraihnya. Semoga dengan itu dan (ditambah doa tentunya), semua rencana akan berjalan dengan lancar.

Jadi, tetap semangat!