Log in | Jump |

/brahmasta/journal

Everything into a folder
This thing was constructed on January 1, 2008, and it was categorized as Life, Opinion.
You can follow comments through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback.

New Year?Kemarin, di hari terakhir 2007, seorang teman menanyakan kepada saya pertanyaan mendasar, yakni mengenai arti tahun baru buat saya.Sebelumnya mari kita lihat apa yang ada di balik pertanyaan itu.

Apa arti tahun baru? Tahun yang baru. Apa yang baru dari tahun baru? Sebenarnya tidak ada bukan? Kitalah yang membuatnya berbeda. Kita menandai satu putaran bumi ini berputar mengelilingi matahari sebagai satu tahun. Satu tahun terdiri dari dua belas bulan. Itu juga kita, manusia, yang membuatnya. Begitu pula dengan segala perayaan tahun baru yang kita lakukan. Itu juga buatan kita kan? Itu adalah budaya yang sudah tertanam saja. Itu adalah meme (baca: mim) yang paling banyak nyasar di pikiran orang-orang*. Jadi nggak masalah kalau di malam tahun baru mau main Winning Eleven seharian di kosan, nonton sinetron, ngerjain tugas besar, jalan-jalan di simpang dago, atau mau ngerayain ulang tahun jadian**.

Oke kita kembali ke topik. Jadi apa makna tahun baru buat saya?

Buat saya, tahun baru adalah sebuah momen. Momen paling mudah untuk menandai sebuah perubahan. Manusia selalu ingin berubah menjadi lebih baik. Keberadaan sebuah momen tentu akan sangat membantu. Makanya saya bikin resolusi. Seperti halnya banyak orang lain di dunia ini.

Tapi seperti saya sebutkan di atas, momen itu sebenarnya juga ciptaan kita bukan? Jadi sebenarnya kita bisa berubah kapan saja, asal kita mau. Justru yang paling penting itu kemauannya.

Maka dari itu, buat yang menjadikan tahun baru ini menjadi ajang membuat resolusi untuk dirinya, mari kita tanamkan kemauan yang kuat untuk meraihnya. Semoga dengan itu dan (ditambah doa tentunya), semua rencana akan berjalan dengan lancar.

Jadi, tetap semangat!

This thing has 8 Comments

  1. Posted January 1, 2008 at 11:25 pm | Permalink

    resolusi membuat kita tetap hidup.
    tetap semangatssss

  2. Posted January 2, 2008 at 10:07 am | Permalink

    hmm.. jadi ingat kuliah maninov, di penghujung kuliah, si bapa pernah menyinggung meme, tapi gw ga menyimak.. ahahaha..

    btw, resolusinya gak di post juga bram?

  3. Posted January 2, 2008 at 10:13 am | Permalink

    @Setiadi
    Kepanjangan ntar feb. Saya banyak maunya. :)

  4. Posted January 2, 2008 at 10:51 am | Permalink

    wah, bener juga ya. sebuah momen yang sebenernya bisa dibikin kapan aja.. hmm.. tapi bukannya lebih menyenangkan kalo kita ngerayain momennya bareng2? dan bersama-sama menandai dan saling berjanji.. NIH LIAT YA, TAUN INI GW BERUBAH! hahahaa..

    lama ga kesini nih..

  5. Posted January 2, 2008 at 2:04 pm | Permalink

    Tanggal 10 Januari ntar tahun baru lagi lho :)

  6. Posted January 3, 2008 at 5:08 am | Permalink

    harapan itu harus selalu ada …kalo gak punya harapan..mana enak rasanya hidup..moga resolusi2 kamu tercapai yah

  7. Posted January 7, 2008 at 4:27 pm | Permalink

    iya yah, kenapa kita cuman bikin resolusi pas awal taun ato pas ultah aja ??
    ato cuma pada momen2 itu aja kita baru mikirin masa depan ?

    btw salam kenal yup

  8. wiwit
    Posted March 3, 2008 at 11:22 pm | Permalink

    resolusi aku apa ya? haha..

One Trackback

  1. Posted January 24, 2008 at 10:24 pm | Permalink

    [...] tahun ini saya membuat resolusi. Salah satunya adalah menjadi orang yang lebih dewasa. Jauh lebih [...]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*