Perkenalkan kami, orang-orang yang mendambakan rasa cinta darimu.
Kami selalu melihat dari jauh, mengagumi keindahanmu.
Kami menyusun kata-kata terbaik untuk berbicara di depanmu, yang akan hilang sesaat sebelum waktunya diucapkan. Digantikan oleh kata-kata yang tidak normal sekaligus tidak waras. Sebab kami adalah orang lain yang berbeda ketika berhadapan denganmu.
Kami selalu menunggu sebuah kesempatan untuk datang, namun ketika kesempatan itu ada, sang rencana besar tidak pernah terlaksana.
Kami terus mempersiapkan diri untuk layak bersanding denganmu, yang mana tidak akan ada habisnya.
Sebuah kalimat darimu akan mendapatkan analisis yang lebih dalam dari semua tugas akhir. Namun, ketika hasil analisis itu positif, satu hari kami akan begitu tercerahkan.
Kami tahu apa yang harus kami lakukan padamu. Hanya saja, kami belum melakukannya. Karena kami selalu memikirkan bahwa ada yang lebih baik dan layak untukmu. Dan kami tidak tahu yang satu itu. Di atas segalanya, kami takut kamu hal tersebut akan menyakitkanmu, atau malah menyakitkan kami.
Kami tahu tindakan ini tidak akan pernah membuatmu berpaling. Namun kami akan terus berusaha, dengan menghilangkan kebodohan ini.
percayalah, bahwa kami tulus padamu. Kamu tidak akan tahu sebelum mulai mencoba membuka hati.
NB: Gambar diambil dari sini. Tulisan ini terinspirasi dari.. banyak.


This thing has 21 Comments
Dalem…
sedih bacanya…
sedih…
the first step is always the hardest, mate.
tentang cewek???
ngerasa kesindir saya ne :p
wkwkwkw.. nasib-nasib..
@bodhi: begitulah..
@udhee: iya
@defindal: haha. Salah satunya toh? Masa sih..
ditujukan buat siapa ya mas?
tentang apa sih?
ndak ngerti… @_@
Emangnya kami itu siapa sich?
kata-kata yang tidak normal sekaligus tidak waras itu yang seperti apa ya bram? ^^
anjis bram!
anjis…
anjis lo!!!
*stunned*
kbanyakan begaol sama riza yaa…
ckckck… tentang para penggemar gelap ya?
yang pasti bukan tentang kamu sendiri kan bram? *sulit membayangkan*
hahaha…
hmm.. itu “kami” atau “aku” yaa lebih tepatnya?
atau “kami” adalah suatu usaha implisit yang sebenernya lebih mewakili “aku”?
Wah,dalem bram..kayaknya hampir semua orang pernah ngalemin tuh.hehe..
Bram. Mellow sekali. Ohoho, another side of bram? Sedih, sedih, sedih. Sabar ya.
kepada para pemberi rasa cinta di luar sana, coba tuh tolong didengar suara hatinya Brahm
bram .. kok gw tiba-tiba jadi keinget sesuatu ya … ? ^_^
perkenalkan juga aku yang termasuk kedalam ‘kami’ di kalimat pertama…
Gila lu bram!
i know u..a lot! hahaha..
(ntah apa maksud kalimat yang aku tulis ini bram) ;p
hmmm, for me, it’s you