Log in | Jump |

/brahmasta/journal

Everything into a folder
This thing was constructed on March 13, 2008, and it was categorized as Fun, Indonesiana, Life.
You can follow comments through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback.

Cerita ini terjadi dua minggu lalu, ketika saya bersama Budi, Okta, dan Simon pergi ke Jogjakarta, dalam rangka mewakili Sangkuriang Studio berpartisipasi dalam Festival Game Tech dan Animasi 2008.

Saat itu kami sedang menempuh jalur pantura menuju rumah Andoko di Semarang. Karena sudah berjalan sekitar enam jam, kami mendapati perut ini lapar. Setelah melihat-lihat kemungkinan tempat makan yang ada di jalan, pilihan kami jatuh ke Pringsewu. Sebuah tempat makan yang telah memasang spanduk jauh-jauh sejak sekitar 45 km sebelumnya (dan ternyata berhasil mencatatkan ini ke rekor MURI).

Boleh dibilang metode promosi dia itu efektif. Sepanjang jalan kerjaan kami cuma ngelihatin iklan rumah makan tersebut. Dengan berbagai kata-kata yang berbeda dan countdown kilometer menuju tempatnya. Pengulangan ini mampu menyebabkan kami berpikir bahwa sepertinya ini adalah restoran yang bagus.

Sesampainya di tempat, kami pun langsung duduk dan memesan makanan. Restorannya memang besar banget. Tapi tamunya cuma kami. Mungkin karena kami datang bukan pada jam makan, yakni sore-sore sekitar jam 16.00. Pelayannya pun dengan ramah mendatangi kami dan mencatat pesanan. Setelah mencatat pesanan, ia lalu bertanya kepada kami, apakah ada yang berulang tahun pada bulan itu. Kebetulan saat itu bulannya saya berulang tahun. Maka ia memberikan form untuk diisi.

Selanjutnya semua berjalan seperti biasa, dan kami pun menikmati makanan yang dihidangkan.

Usai makan, tiba-tiba ada lagu selamat ulang tahun berputar. Saya tidak kaget. Wong tadi dia udah nanyain. Namun yang bikin saya kaget adalah karena mereka tiba-tiba mengeluarkan kue ulang tahun yang besar, lalu meminta saya meniup lilinnya serta difoto.

Saya waktu itu langsung bingung. Kue sebesar ini mau diapain? Ditaruh mobil nggak cukup. Mengganggu Empat orang penumpang juga gak akan mampu menghabiskan kue tersebut sepanjang perjalanan. Susah makannya. Maka saya pun berencana untuk menyerahkan kembali kue itu ke mereka.

kejutan.jpg

Tapi ternyata itu semua tidak perlu. Setelah lilin itu saya tiup. Mereka dengan manisnya mengambil kue yang  besar itu dan menukarnya dengan puding yang kecil banget. “Ditukar dulu ya mas..”, gitu kata mas-mas yang paling dekat dengan saya (pada gambar nomor dua dari kiri, terlihat sedang bergerak sigap mengambil). Setelah itu mereka pun ngeloyor pergi. Teman-teman saya yang lain akhirnya tertawa semua.

Benar-benar deh, harapan palsu.

Kisah pelayanan fenomenal Pringsewu ini tidak berakhir di sini. Setelah itu, salah satu dari mbak-mbak pelayan tersebut keluar, membawa setumpuk kartu, lalu menawarkan kami permainan “Tebak Hari Lahir”. Kami kaget. Ya memang sebelumnya belum pernah ada restoran yang memberi pelayanan seperti ini. Namun akhirnya kami semua menolaknya dengan pertimbangan buru-buru.

Setelah mbak-mbak itu pergi, datanglah mas-mas membawa sebuah pohon. Kami jadi kaget lagi. Kenapa harus pohon? Dia dengan penuh percaya diri menawarkan pohon itu secara cuma-cuma untuk ditanam di rumah, sebagai upaya mendukung pencegahan pemanasan global. Kami pun kembali menolak. Ribet banget bawanya.

Sebelum kejutan berikutnya datang, kami pun berinisiatif segera pergi menunggalkan restoran itu. Sudah bayar tentunya, tanpa kue ulang tahun, dan juga tanpa pohon.

Oh iya. Mengenai makanan, saya menilai makanan yang ada di restoran ini biasa-biasa saja. Tidak istimewa. Harganya juga memang wajar untuk restoran sebesar dia. Menu yang disediakan pun standar. Yang tidak standar itu pelayanannya.

Ada yang berminat? Sepertinya tulisan saya ini bukan tulisan promosi deh. Tapi usul saya, kalo bener-bener lagi kepaksa makan di sana, jangan lupa bawa kejutan juga buat pelayannya. Jadi biar sama-sama kaget.

nb: Gambar restoran Pringsewu dari depan diambil dari sini.

This thing has 17 Comments

  1. Posted March 13, 2008 at 1:40 am | Permalink

    Misalnya dengan makan banyak tapi tidak membawa uang sama sekali, biar sama-sama kaget? Heheh.

  2. Posted March 13, 2008 at 9:01 am | Permalink

    Iyah… Saya (dan waktu itu bareng keluarga) juga pernah kemakan ama promosinya, tapi itu emang udah agak lama, 3 taunan yang lalu… Dan ternyata, rasanya biasa banget :D

  3. Posted March 13, 2008 at 11:45 am | Permalink

    Aku belum pernah sekali pun mampir situ lho.. Padahal perjalanan yang lewat situ sudah ga kehitung banyaknya. :)

  4. Posted March 13, 2008 at 1:27 pm | Permalink

    hmmm…curiga kue nya terbuat dari lilin bram ..
    baidewei, pohonnya sayang ga diambil tuh. pohon apa sih? tauge?

  5. Posted March 13, 2008 at 1:40 pm | Permalink

    Wah, pohonnya harusnya dibawa tuh… Kan niat mas-masnya ngasih dah baik, mendukung pencegahan pemanasan global… Hehe…

  6. Posted March 13, 2008 at 3:36 pm | Permalink

    patut dicoba nih buat kopdar he he…
    pasti kapok pelayanannya ..

  7. Posted March 14, 2008 at 3:56 pm | Permalink

    Percaya nggak, mau makan disana sampe ngantri segala?
    Kayak games Dinner Dash…

  8. Posted March 14, 2008 at 8:06 pm | Permalink

    huhauhaa.. so close yet so far away yaa.. :D

  9. arie minas
    Posted March 16, 2008 at 10:17 pm | Permalink

    Ha ha ha!!!!!!!, restoran yang ANEH!. Ko’ ada ya promosi kayak gitu. Aku rasa kru kreatifnya gak mau rugi besar. Tapi boleh tuh ide “Bagi-bagi pohonnya”. Tapi aku nggak tahu dengan permainan “Tebak hari lahir”, gimana ceritanya??
    BTW, how are you?

  10. Posted March 17, 2008 at 11:54 pm | Permalink

    lah saya malah punya kartu anggota pringsewu, bisa dpt diskon 10 persen :D

  11. Posted March 19, 2008 at 10:02 am | Permalink

    YOOOOOOOW….

    kalo ternyata yang ulang tahunnya banyakan, trus kuenya banyak ato tetep satu trus di share ya? :D

  12. bagong
    Posted March 23, 2008 at 1:26 am | Permalink

    haa..haa.. asik banget tuh pelayannya, bikin keki ajah.. lucu

  13. ika stanie
    Posted April 2, 2008 at 5:47 pm | Permalink

    huekekkekekeke…
    Bram,,,bram,,,after all these days tanpa ketawa terbahak-bahak,mbaca tulisan kau,plus ngeliat muka kau di foto yg tampak H2C,bikin aku ngakak abizzzzzz…

    btw,udh pindah total ke bekasi yaph??
    salam bwt keluarga yaaa…cu

  14. Posted April 12, 2008 at 9:16 pm | Permalink

    hahahaha,, kocak,, FYI Pringsewu emang kayak gitu,,, ;) Mengenai promosinya yang tersebar di sepanjang jalan Yogya-Semarang,, kayaknya itu emang strategi mereka buat menangkap orang yang mau ke jogja secepat mungkin,,, jadi kangen jogja :D

  15. Yus
    Posted April 22, 2008 at 9:54 pm | Permalink

    yup, makanannya biasa aja, meski udah ngiler duluan gara-gara ngeliat iklannya dari sejak km 60. aku justru seneng barang oleh-olehnya kalo di situ.

  16. hexa
    Posted May 20, 2008 at 4:56 pm | Permalink

    wow..kita sering terbantu loh dg informasi road sign pringsewu,biasannya seh rame juga..apalagi musim liburan deh..tp yg paling unik tu surprising nya..ga bakalan temuin di tmpt lain..gw di sulapin & di ksh kartunya,padahal lo beli di magician dah pasti 40rb,trus kakak gw jg di rayain ultahnya..busyet..coba aja lo ga terkaget kaget..menghibur bgt,kepeduliannya global w.jg gw acungin jempol..yg paling gw rasain tu ketulusan pelayanannya..blum ada yg nandingin coi..gw jg jadi ikutan tulus nich ke pringsewu..hkhk..

  17. maria
    Posted July 25, 2008 at 2:20 pm | Permalink

    hahaha..
    tega bo nolak smua kejutan dari mba2 n mas2 nya..
    kcian tw..

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*