Sudah tiga minggu terakhir saya merasakan apa yang namanya ‘bekerja’. Tidak terasa, waktu berjalan cepat juga.
Biasanya, pertanyaan pertama yang muncul setelah bekerja adalah di mana, dan kemudian bagaimana rasanya bekerja di sana. Yang sulit dijawab biasanya adalah yang kedua. Tapi itu menarik. Makanya saya mau coba share di sini.
Jadi, gimana rasanya? Kadang-kadang begitu membosankan, karena menjalani rutinitas yang sama dari Senin hingga Jumat, lalu hari-hari diisi oleh belajar ini itu, yang tidak terdokumentasi dengan sempurna hingga perlu memetakan sendiri semuanya. Tapi tenang, tidak sepenuhnya begitu. Di sisi lain tentunya bekerja itu sangat menarik. Karena saya banyak menemui sudut pandang, wawasan, dan dunia yang cukup baru dengan orang-orang baru di dalamnya (kecuali orang ini.. haha..).
Ada beberapa hal menarik yang terlintas di pikiran saya setelah bekerja. Pertama, saya menyadari bahwa inisiatif dan tanggung jawab itu sangat penting. Kalau nggak, kita bakal tenggelam sendiri. Sebab pekerjaan tidak akan datang terdefinisi detil seperti tugas mata kuliah (sebenarnya tugas kuliah juga tidak selalu detil, tapi percayalah bahwa itu jauh lebih detil dibandingkan kerja). Saya merasakan itu. Ada beberapa tanggung jawab yang diberikan, lalu selanjutnya hanya diminta untuk dikerjakan sebaik-baiknya. Sekali-kali saya akan mendapatkan bimbingan, tapi proporsinya kecil. Saya yang harus lebih banyak cari tahu, mendatangi orang satu per satu, coba-coba sendiri, terus deliver hasilnya. Bahkan kadang kalau nggak memberi report, kita tidak akan ditanya. Sampai pas akhirnya sudah deadline.
Kerja juga memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan menarik yang semuanya tidak tertulis. Saya jadi menyadari bahwa knowledge management di dalam perusahaan itu penting. Sebab biasanya semua pengetahuan itu akan tersimpan di kepala orang-orang di dalamnya, tanpa tertulis dalam sebuah media yang bisa membuat orang baru cepat belajar untuk menyamakan kemampuan dirinya dengan orang-orang di sekitarnya. Kalaupun ada media yang tertulis, tetap saja tidak sepenuhnya mewakili. Karena pasti sulit menurunkan pengalaman menjalani proses belajar bertahun-tahun ke dalam sebuah media.
Terakhir, saya jadi melihat peluang-peluang baru ketika bekerja. Pikiran semakin terbuka, terkait bagaimana dunia industri di Indonesia, bagaimana satu sama lainnya saling terkait, dan mungkin peluang-peluang bisnis baru. Contohnya, karena kebetulan ditaruh untuk mengurusi sistem di bagian distribusi di perusahaan, saya jadi tahu bagaimana detil sebuah produk mulai dari diproduksi sampai ke pelanggan eceran. Ternyata proses distribusi itu ruwet banget loh. Jauh lebih rumit dari yang saya kira. Banyak menggunakan segala perhitungan yang mungkin tidak sulit, tapi berat jika dikerjakan oleh komputasi karena barang yang dihitung banyak. Begitu mengetahui proses distribusi itu, pikiran saya terbuka. Sebelumnya mana pernah saya tahu hal itu? Bahkan saya tidak pernah mencoba memikirkan itu.
Mungkin segini cukup dulu. Kesimpulannya sih, rutinitas bekerja itu kadang membosankan. Saya nggak pernah begitu menghargai hari Sabtu dan Minggu sebelum merasakan kerja seperti ini. Jadi suka kangen masa-masa kuliah yang penuh kebebasan. Tapi di sisi lain buat saya dunia kerja itu menarik, karena banyak belajar hal-hal baru yang membuka pikiran kita.

This thing has 4 Comments
senin mba jihan udah cuti…
NAHLO LOOOOO…
hahahaha..
selamat! kerja lo ‘baru dimulai’…
yang penting makan2nya dong, mana nih? :-p
kalo unilever dimana kantornya ka???
kapan2 lunch bareng yuu.. (halah,, sok2an padahal tau jakarta aja engga :D)
He-eh bram, setuju banged. ternyata apa yg didapet pas kuliah itu belum apa2. Gw di kantor kaya anak ingusan geto…ga tau ini-itu. jadi pengen libur aja… (apa hubungannya ya?)