Jumat pukul lima sore, berangkat langsung menuju travel, dengan nekad menunggu waiting list, lalu dengan beruntungnya dapat.

Delapan malam tiba di Bandung, mampir ke mantan kosan tercinta, lalu berangkat menemuinya.

Sebelas malam, ditemani cahaya lampu kota dan langit malam, saya banyak kehilangan kata-kata. Tapi ternyata itu tidak penting. Toh ia mengerti.

Sabtu malam berjalan begitu biasa. Berjalan seperti minggu-minggu sebelumnya. Sebuah waktu yang mahal dan harus dinikmati.

Minggu terasa begitu menyenangkan, seolah memang saya akan terus berada di sana.

Dan sore harinya, saya pun kembali. Mengakhiri tiga hari yang mengawali hari-hari bahagia selanjutnya.