Sudah 63 tahun? Rasanya baru kemarin kita merayakan setengah abad Indonesia.
Di masa-masa 50 tahun itu, saya hafal Indonesia sedang berumur berapa, provinsinya apa saja lengkap beserta ibukota, menteri-menteri yang menjabat siapa, bahkan program repelita.
Saya begitu bangga dengan Indonesia saat itu. Negara terkuat di Asia tenggara, punya potensi alam yang kaya, dan berprestasi di olahraga, setiaknya SEA Games. Saya begitu percaya akan masa depan Indonesia yang cerah.
Sekarang? Cinta saya pada negeri ini bersandar atas sesuatu yang tidak romantis saja: Ini tanah air saya. Saya sepertinya tidak punya alasan kuat lagi untuk bangga.
Syukurnya, kita masih memperingati hari kemerdekaan bangsa ini. Meski tidak upacara, keberadaan hari ini memberi waktu kepada kita untuk melihat kembali nilai-nilai nasionalisme.
Saya jadi sadar, bahwa saya adalah salah satu dari sekian banyak pemuda Indonesia yang harus membangun negeri ini. Ternyata sudah jadi tugas kitalah untuk membuat segenap bangsa semua bangga akan negeri ini. Kenapa saya harus jadi orang yang mengeluhkan negeri ini karena kemajuannya berjalan di tempat?
Selamat ulang tahun negeriku.
Mari kita bangun Indonesia!
nb. gambar diambil dari sini.

On 08.18.08 said: 
Roda itu berputar, BRo. Dulu jadi Macan Asia sekarang jadi Kelinci Asia. Siapa tahu suatu saat malah jadi Macan Dunia. Cuma kalo gak ada niat untuk memperbaiki diri ya jangan pernah berharap kejadian yg kaya gitu. :))
On 08.19.08 said: 
Mari bersama-sama bangkit MaZ.. Bersama kita bisa..
On 08.20.08 said: 
njis kak bram.. serius sekali
On 08.22.08 said: 
@rika:
Kayak komentar Joker aja. Why so serius?
On 08.27.08 said: 
heheheh… gue nangis loh waktu denger Indonesia Raya pas 17 Agustus itu *lirik kanan kiri, nggak ada yang denger gue kan?*
On 08.28.08 said: 
@Ecko
gw setuju banget tuh ama comment anda, gw juga berharap semoga bangsa Indonesia mengadakan perubahan secara cepat
On 09.02.08 said: 
numpang lewat
On 09.05.08 said: 
iya, dulu masih hafal provinsi di Indonesia ada berapa dan pembagiannya gimana. Sekarang kok ga hafal ya? Gawat ini