Log in | Jump |

/brahmasta/journal

Everything into a folder
This thing was constructed on September 8, 2008, and it was categorized as Rambling Thoughts.
You can follow comments through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback.

Sebuah postingan singkat dari pemikiran singkat pula..

Saya selalu merasa senang ketika melihat orang lain bahagia. Apalagi kalau orang itu bahagia karena kita. Karena usaha kita.

Sebaliknya, rasanya sungguh melelahkan mendengarkan curhatan keputusasaan dan kesedihan. Atau hal-hal negatif lainnya. Memang, semua orang butuh didengarkan, tapi terkadang sebuah curhatan begitu tidak pentingnya sampai harus di-share segala. Terkadang kita harus bisa menyelesaikan masalah diri kita sendiri, tanpa membuat orang lain tahu kalau kita memiliki banyak masalah.

Sebuah senyum bahagia, cerita yang baik dan menyenangkan, saya percaya akan memberikan warna kehidupan yang positif untuk kehidupan kita dan orang lain. Jadi, kenapa harus menghabiskan waktu untuk berbagi kesedihan? Bersyukurlah dan berbahagialah. Anda tidak akan sadar betapa Tuhan begitu banyak memberikan keberuntungan kepada kita. Lalu pastikan kebahagiaan Anda sampai ke orang lain.

Mari berbagi kebahagiaan!

This thing has 6 Comments

  1. Posted September 10, 2008 at 6:46 am | Permalink

    Uwooooo sughoi kak bram.. daku tersentuh :(
    maaf ya klo gw pernah curhat yg sedih2.. hiks..

  2. Posted September 10, 2008 at 6:57 am | Permalink

    ehh btw, kek ny gw pernah liat gbr ky gitu tapi kebalik.. sekelilingnya happy dan ditengah-tengah ada 1 yang sedih.. :)

  3. Posted September 10, 2008 at 11:01 am | Permalink

    Pinter-pinter baca kondisi orang tempat berbagi n memahami masalah yang sedang dihadapi juga sih kalo menurutku…

  4. Posted September 11, 2008 at 9:37 am | Permalink

    Postingan yang bagus bram.

    Kebahagiaan adalah milik setiap orang. Kebahagiaan tidak akan habis apabila dibagi, malah akan bertambah. Menjadi bahagia adalah anugerah, tetapi menjadi agen kebahagiaan adalah mujizat.

  5. Posted September 12, 2008 at 11:29 am | Permalink

    gue setuju banget ;)

    mariiiii :D

  6. nie
    Posted September 13, 2008 at 4:09 pm | Permalink

    hmm, menurutku itu bukan bagi2 kesedihan, tapi satu tahapan proses pencarian jalan untuk bisa “think outside the box”. Sebelum seorang individu itu bisa menyelesaikan semua masalah nya sendiri. Semuanya butuh proses.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*