Log in | Jump |

/brahmasta/journal

Everything into a folder
This thing was constructed on September 29, 2008, and it was categorized as Events, Indonesiana, Life.
You can follow comments through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback.

Saya rasa Indonesia terlalu kaya akan tradisi unik, apalagi untuk merayakan berakhirnya bulan Ramadhan. Misalnya, tradisi mudik yang selalu bikin heboh tiap tahun, tradisi maaf-maafan, sampai keidentikannya dengan ketupat. Bahkan kata Minal Aidin Wal Faizin, yang biasa diucapkan saat lebaran, juga cuma ada di negeri ini.

Parsel juga tidak pernah mati. Seminggu terakhir sejumlah parsel datang ke kantor, ditujukan entah untuk salah satu orang atau perusahaan. Daripada jadi kasus karena menerima parsel, parsel tersebut pasti dibagi-bagi. Biasanya begitu dapat izin dari yang berhak, sang parsel diserbu oleh segenap orang di sekitarnya. Kalau udah ngelihat masing-masing orang rebutan memesan bagiannya, udah ga kelihatan yang mana trainee, pegawai senior, atau manajer.

Begitu juga dengan angpau. Saya nggak pernah ngeh tentang angpau, sebelum orangtua saya mengingatkan.

“Bram, kamu kan udah kerja sekarang. Kamu harus kasih angpau ke adik-adikmu.”

Saya yang nggak pernah minta angpau (tapi nggak pernah nolak kalau dapat) akhirnya sampai pada kondisi harus ngasih angpau. Tapi saya senang sih. Senang rasanya kalau bisa menyenangkan adik-adik. Sekarang akhirnya saya tahu THR, yang juga cuma ada di Indonesia, larinya ke mana. Bukan masuk ke tabungan doang, terus dipakai sendiri. Melainkan buat belanja keperluan lebaran, yang emang meningkat di balik kenyataan bahwa di hari lebaran merupakan hari kemenangan melawan hawa nafsu.

Terkait mudik, mungkin tidak perlu bicarakan lagi. Hari ini sangat sepi. Jakarta menjadi kota yang tenang. Jalanan lengang. Semua orang yang bekerja hari ini pasti berpikir, coba seandainya Jakarta setiap hari begini.

Buat saya sendiri, akhir Ramadhan menjadi sedikit penutup atas ceramah-cerama bada Zuhur yang saya sering dengarkan di mesjid kantor. Berawal dari mangkir sesaat dari kerjaan dengan kedok mendengarkan ceramah, saya malah terbawa dengan kajian-kajian menarik yang disampaikan oleh uztad-uztad tamu. Saya jadi teringat kembali ketika saya masih SD atau SLTP, di mana siaran televisi lebih didominasi oleh siraman rohani, dibanding banyolan dan sinetron yang citra Ramadhannya hanya terlihat dari baju muslimnya saja.

Dan terakhir, yang paling menyenangkan adalah, ketika bulan Ramadhan berakhir, kami sekeluarga bisa berkumpul bersama. Adik saya kembali dari Jatinangor untuk seminggu, Bapak saya juga libur seminggu, adik saya paling kecil juga liburan sekolah, sehingga Ibu saya jadi banyak temannya karena rumah jadi ramai, terlepas dari kenyataan bahwa hari Senin dan Selasa ini saya bekerja. Weekend kemarin kami sekeluarga nonton bareng Laskar Pelangi. Pas lebaran rencananya akan pergi ke Puncak bareng anggota keluarga yang lain.

Mungkin itulah yang ingin dirasakan oleh semua orang di negeri ini ketika menyambut Lebaran. Untuk berkumpul bersama dengan keluarga besar. Berbagi cerita dan kerinduan.

Ah lama-lama saya jadi makin melankolis. Pokoknya Ramadhan kali ini menyenangkan. Banyak kejadian menarik, banyak juga pencerahan. Kayaknya nggak cukup kalau semua ditulis di sini.

Dan akhir kata, sebelum terlambat, saya dan segenap keluarga ingin mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H
Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Semoga segenap amalan kita bulan ini bisa membawa kita kembali ke fitrah.
Selamat berlibur!

This thing has 7 Comments

  1. Posted September 30, 2008 at 2:37 am | Permalink

    klo zakat fitrah ny bram? :P

  2. Posted September 30, 2008 at 2:41 am | Permalink

    @rika:
    Udah kok rik. Hehe. Lupa ditulis.

  3. Posted September 30, 2008 at 4:19 am | Permalink

    Memang bener…kumpul ama keluarga itu menyenangkan. Plus ditambah ketemu temen masa kecil di kampung….widih…luar biasa…..
    Betul juga ya, kyaknya trendnya kita dah mulai yang ngasih angpau …haha :))

  4. Posted September 30, 2008 at 6:10 am | Permalink

    despite of kebanyakan kebiasaan orang Indonesia yang aneh bin ajaib, sisi baiknya selalu akan ada :)

    selamat idul fitri yah :)

  5. Posted September 30, 2008 at 1:12 pm | Permalink

    mohon maaf lahir bathin…

  6. vania
    Posted October 1, 2008 at 11:52 am | Permalink

    trimakasih angpaonya kakak!!!
    hahaha

  7. wiwit
    Posted October 2, 2008 at 5:25 am | Permalink

    kami di sini (duri-red) juga ngumpul2 bram…
    sayang dirimu ngga di sini lagi, hehehe

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*