Log in | Jump |

/brahmasta/journal

Living In The Information Age – An Ad Hoc Approach
This thing was constructed on December 7, 2008, and it was categorized as Life.
You can follow comments through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback.

Kemarin saya tidak sengaja menemukan gantungan kunci Lego di Seibu, Grand Indonesia. Seketika saya langsung tertarik dan memutuskan untuk membelinya. Dari beberapa alternatif yang ada, saya pilih yang Firefighter. Barangnya seperti yang terlihat pada gambar di samping.

Saya nggak peduli gantungan kuncinya mau dipakai di mana. Pokoknya sewaktu melihat orang-orangan Lego ini, rasanya jadi bahagia, mengingat masa kecil.

Sedikit cerita tentang saya dan Lego, waktu dulu Lego adalah mainan wajib saya. Meski koleksi pribadi nggak banyak, saya selalu menjaga mainan ini sebaik-baiknya. Waktu SD, setiap sepulang sekolah, saya selalu mengunjungi koleksi Lego dan memainkan tokoh-tokohnya, atau membongkar pasang bangunan-bangunan menjadi bentuk lain. Kadang saya menyusun kota sendiri di kamar, dipadukan dengan mainan-mainan lainnya seperti mobil-mobilan dan balok-balok kayu. Kadang ada mainan-mainan monster lain dan kura-kura ninja yang juga turut serta untuk menjadi penjahatnya. Kamar saya jadi penuh dengan kota imajinasi saya di mana Lego menjadi pusat perkotaan, dan orang-orangan Lego menjadi tokoh-tokoh sentralnya. Sangat imajinatif.

Waktu itu, variasi Lego sebenarnya sudah cukup banyak. Lego sudah terkenal di mana-mana. Hanya mencarinya cukup sulit untuk saya. Saya tinggal di Pekanbaru, yang waktu itu mall-nya (satu-satunya tempat yang berpotensi menjual mainan ini) cuma satu dan Lego tidak dijual di sana. Otomatis saya baru bisa beli mainan ini kalau lagi berlibur ke Jakarta atau Singapura. Itu pun harus memohon-mohon sama orang tua saya. Saya masih ingat begitu bahagianya saya setiap kali keluarga mau berlibur ke Singapura. Bukan karena mau berlibur ke sananya, tapi karena bisa membeli Lego. Toys”R” Us menjadi tempat favorit yang tidak boleh lupa dikunjungi. Sayang, pasca krisis ekonomi tahun 1997, harga mainan ini jadi mahal. Waktu harga Dollar masih Rp2000,00 membeli Lego masih tidak apa-apa, tapi begitu sudah naik, harganya sudah tidak rasional lagi dan kebetulan saya sudah beralih ke mainan lain, seiring bertambahnya umur.

Sekarang, sepertinya Lego sudah punya tema-tema yang sesuai dengan apa yang lagi nge-trend saat ini. Ada Star Wars, Indiana Jones, SpongeBob, Superman, macam-macam. Kalau dulu itu temanya masih lebih umum, seperti kerajaan Inggris, kehidupan perkotaan, kehidupan bawah laut, dan suku Inca. Promosinya di Indonesia juga sepertinya lebih gencar. Saya sempat menemukan pameran Lego ini di Paris van Java Bandung dan Plaza Senayan Jakarta. Saya sempat iseng mengambil gambar pameran itu. Gambarnya ada di bawah.

Lego memang menarik. Terkadang rasanya ingin kembali mengoleksi mainan-mainan ini.

***

By the way, melihat gantungan kunci ini mengingatkan saya kembali akan masa kecil. Masa di mana hidup terasa begitu ringan. Tanpa beban. Menyenangkan sekali. Suatu hal yang entah kenapa terasa mahal buat saya sekarang.

Waktu melihat gantungan kunci itu pagi ini, saya sejenak merenung. Mengingat betapa mudahnya masa-masa itu, dan betapa sulitnya masa-masa sekarang.

Waktu kecil, I never worried about a thing. Hidup berlangsung mengalir seperti air. Hidup untuk hari ini. Today, I think I live for tomorrow. Memikirkan apa yang akan terjadi di masa akan datang. Penuh kekhawatiran. Waktu kecil, saya senantiasa bersyukur dan menikmati apa yang terjadi. Sekarang, yang terasa tidak pernah cukup. Tidak pernah puas. Begitu haus atas pengakuan dan pencapaian yang tidak jelas sebenarnya untuk apa.

Yah, begitu melihat gantungan kunci ini, rasanya ingin belajar dari diri sendiri belasan tahun lalu. Belajar untuk lebih banyak bersyukur, belajar untuk hidup untuk hari ini.

Sebuah penghayatan yang menarik bukan dari sebuah gantungan kunci?

Update (12 December 2008)

Kalau mau lihat gantungan kunci lainnya, bisa cek ke Lego Key Chains.

This thing has 17 Comments

  1. Posted December 7, 2008 at 2:09 pm | Permalink

    waw, gw jg punya tu gantungan kunci lego, tapi yang pake sombrero.

    itu pun dapet pas lagi masuk toko lego di hamburg, lumayan cuma 50 cent waktu itu :D

  2. Posted December 7, 2008 at 3:52 pm | Permalink

    wah, mauu!!
    jadi nostalgia masa kecil, hehe..

  3. Posted December 8, 2008 at 9:57 am | Permalink

    ada yg harry potter ga bram?

  4. Posted December 8, 2008 at 2:43 pm | Permalink

    kak bram ad ngak lego super hero

  5. Posted December 9, 2008 at 11:50 pm | Permalink

    Hohoho, childhood is indeed wonderful :D
    Mall satu2nya di Pekanbaru maksudmu itu Suzuya? Ato malah lebih jadul lagi: Ramayana? heahaha

  6. Posted December 9, 2008 at 11:50 pm | Permalink

    eh salah.. bukan Ramayana ya.. Ramanda namanya

  7. Ayu
    Posted December 12, 2008 at 10:03 am | Permalink

    jadi inget lagunya Incognito. katanya “don’t you worry ’bout a thing”. IMHO, masa depan sih jgn terlalu dipusingin. you’ll never know what the future holds, so just enjoy and do your best today. *ini diambil dr pengalaman pribadi lho. jd tipsnya pasti tokcer ;) *

    but eeeniiweeeii.. lucu jg ya Seibu jualan gantungan kunci imut begitu.

  8. Posted December 12, 2008 at 1:23 pm | Permalink

    @rika:
    Nggak nemu yang Harry Potter-nya Rik. Mungkin bisa dilihat di Lego Key Chains

    @Credo:
    Bukannya Suzuya ya? Hahaha.. Dulu waktu kecil sekeluarga sering bela-belain loh dari Duri ke Pekanbaru cuma untuk datengin Pekanbaru dan Suzuya-nya. Dua jam untuk ke Suzuya!

    @Ayu
    Thanks tipsnya ya Yu, niscaya diusahakan dilakukan. Hehe..

  9. Posted December 29, 2008 at 11:54 pm | Permalink

    wow, masa kecil nan bahagia ! :)

  10. Posted January 3, 2009 at 3:46 pm | Permalink

    wah brahm..gw juga dulu suka main lego sampai krisis moneter datang..
    anyway…gw kemaren pas lebaran beli lagi tuh lego…gw taro di kamar kostan sekarang…childhood never ends bro (itu sih kl gw)…

  11. Posted January 6, 2009 at 8:41 am | Permalink

    Wah Lego :-) Ini juga salah satu mainan yang paling sering gw koleksi waktu kecil dulu. Sama juga, ngutak ngatik Lego seharian. Sayangnya udah banyak yang hilang (ato dibuangin? hahaha

    salam kenal ya!

  12. Posted January 10, 2009 at 12:54 pm | Permalink

    gue nggak pernah punya lego :) but i find it interesting. mungkin itu juga sebabnya, kenapa gue nggak jago dimensi ruang, karena gue nggak pernah melatih itu dari kecil :)

    but the most important thing adalah gue bahagia dengan masa kecil gue, yang mainannya cuman dari sepetak tanah dan lidi, atau mungkin sejumlah karet gelang :D and to be honest, i’m so glad i was born earlier than today’s kids :)

  13. Posted January 20, 2009 at 5:25 am | Permalink

    Posting baru dong..

  14. Posted January 30, 2009 at 3:47 am | Permalink

    Gantungannya kw beli dg harga brp Bram??

  15. Posted February 6, 2009 at 3:55 am | Permalink

    wah iya, bram. adek aku juga suka tapi, orang tua aku agak *pelit, abisan mahal yah. hehe. Jadinya, mengandalkan lego, new years gift dari CALTEX aja. ;)

  16. Posted November 6, 2009 at 5:11 pm | Permalink

    nice post~

  17. Posted November 30, 2009 at 11:17 am | Permalink

    Dear Mas Bram,

    artikel menarik Mas tentang Lego, kebetulan saya bukan penggemar lego, cuma kebetulan anak saya “menggilai”-nya, kalo Mas sudah tidak membutuhkan mainan tersebut, khususnya lego yang bernuansa laut (kapal selam, kapal, shark, gurita, dll), kalo tidak keberatan saya akan membelinya untuk anak saya (Keitaro namanya), terima kasih, semoga tidak merepotkan :)

    Regards,

    Donny Oktavian

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*