Kemarin saya tidak sengaja menemukan gantungan kunci Lego di Seibu, Grand Indonesia. Seketika saya langsung tertarik dan memutuskan untuk membelinya. Dari beberapa alternatif yang ada, saya pilih yang Firefighter. Barangnya seperti yang terlihat pada gambar di samping.

Saya nggak peduli gantungan kuncinya mau dipakai di mana. Pokoknya sewaktu melihat orang-orangan Lego ini, rasanya jadi bahagia, mengingat masa kecil.

Sedikit cerita tentang saya dan Lego, waktu dulu Lego adalah mainan wajib saya. Meski koleksi pribadi nggak banyak, saya selalu menjaga mainan ini sebaik-baiknya. Waktu SD, setiap sepulang sekolah, saya selalu mengunjungi koleksi Lego dan memainkan tokoh-tokohnya, atau membongkar pasang bangunan-bangunan menjadi bentuk lain. Kadang saya menyusun kota sendiri di kamar, dipadukan dengan mainan-mainan lainnya seperti mobil-mobilan dan balok-balok kayu. Kadang ada mainan-mainan monster lain dan kura-kura ninja yang juga turut serta untuk menjadi penjahatnya. Kamar saya jadi penuh dengan kota imajinasi saya di mana Lego menjadi pusat perkotaan, dan orang-orangan Lego menjadi tokoh-tokoh sentralnya. Sangat imajinatif.

Waktu itu, variasi Lego sebenarnya sudah cukup banyak. Lego sudah terkenal di mana-mana. Hanya mencarinya cukup sulit untuk saya. Saya tinggal di Pekanbaru, yang waktu itu mall-nya (satu-satunya tempat yang berpotensi menjual mainan ini) cuma satu dan Lego tidak dijual di sana. Otomatis saya baru bisa beli mainan ini kalau lagi berlibur ke Jakarta atau Singapura. Itu pun harus memohon-mohon sama orang tua saya. Saya masih ingat begitu bahagianya saya setiap kali keluarga mau berlibur ke Singapura. Bukan karena mau berlibur ke sananya, tapi karena bisa membeli Lego. Toys”R” Us menjadi tempat favorit yang tidak boleh lupa dikunjungi. Sayang, pasca krisis ekonomi tahun 1997, harga mainan ini jadi mahal. Waktu harga Dollar masih Rp2000,00 membeli Lego masih tidak apa-apa, tapi begitu sudah naik, harganya sudah tidak rasional lagi dan kebetulan saya sudah beralih ke mainan lain, seiring bertambahnya umur.

Sekarang, sepertinya Lego sudah punya tema-tema yang sesuai dengan apa yang lagi nge-trend saat ini. Ada Star Wars, Indiana Jones, SpongeBob, Superman, macam-macam. Kalau dulu itu temanya masih lebih umum, seperti kerajaan Inggris, kehidupan perkotaan, kehidupan bawah laut, dan suku Inca. Promosinya di Indonesia juga sepertinya lebih gencar. Saya sempat menemukan pameran Lego ini di Paris van Java Bandung dan Plaza Senayan Jakarta. Saya sempat iseng mengambil gambar pameran itu. Gambarnya ada di bawah.

Lego memang menarik. Terkadang rasanya ingin kembali mengoleksi mainan-mainan ini.

***

By the way, melihat gantungan kunci ini mengingatkan saya kembali akan masa kecil. Masa di mana hidup terasa begitu ringan. Tanpa beban. Menyenangkan sekali. Suatu hal yang entah kenapa terasa mahal buat saya sekarang.

Waktu melihat gantungan kunci itu pagi ini, saya sejenak merenung. Mengingat betapa mudahnya masa-masa itu, dan betapa sulitnya masa-masa sekarang.

Waktu kecil, I never worried about a thing. Hidup berlangsung mengalir seperti air. Hidup untuk hari ini. Today, I think I live for tomorrow. Memikirkan apa yang akan terjadi di masa akan datang. Penuh kekhawatiran. Waktu kecil, saya senantiasa bersyukur dan menikmati apa yang terjadi. Sekarang, yang terasa tidak pernah cukup. Tidak pernah puas. Begitu haus atas pengakuan dan pencapaian yang tidak jelas sebenarnya untuk apa.

Yah, begitu melihat gantungan kunci ini, rasanya ingin belajar dari diri sendiri belasan tahun lalu. Belajar untuk lebih banyak bersyukur, belajar untuk hidup untuk hari ini.

Sebuah penghayatan yang menarik bukan dari sebuah gantungan kunci?

Update (12 December 2008)

Kalau mau lihat gantungan kunci lainnya, bisa cek ke Lego Key Chains.