Sekarang saya tahu kenapa kita perlu menuliskan kemampuan mengoperasikan aplikasi Microsoft Office di dalam CV. Karena di dunia kerja, well at least in my place, itu kepakai banget. Terutama Microsoft Excel. Excel itu berguna. Sangat berguna. Bagi saya, kecanggihannya melebihi apa yang pernah saya bayangkan sebelumnya.
Setiap hari pasti orang di sini pasti sering memakai Excel. Sepertinya semuanya juga jago-jago. Sudah bertahun-tahun terbiasa dengan Excel tampaknya. Sementara saya sendiri suka pusing dengan formula-formula yang ada di dalamnya. Sampai sekarang, untuk menyelesaikan fungsi VLOOKUP saja saya butuh waktu semenit. Itu pun saya sangsi dengan hasilnya (seriously, I would rather creating SQL query for that). Sementara orang-orang di sini bisa melakukannya setiap hari setiap saat seolah tanpa berpikir. Mungkin kalau salah satu dari mereka ngeliatin saya berkutat dengan Excel pasti geli dengan ketololan yang terlihat. Nggak cuma mungkin sih, sudah ada teman saya yang geli melihat saya mengoperasikan aplikasi ini.
Kemarin kejadian itu muncul lagi. Saya menemukan belasan ribu record di database yang harus diupdate, untuk memastikan aplikasinya berjalan benar. Saya kemudian mendownloadnya ke Excel dan mencoba membereskan sebagian. Sebagian lagi saya serahkan ke teman saya yang orang accounting. Sebenarnya ini kerjaan dia. Cuma mengingat waktu mepet, saya berinisiatif membantu. Kerjaan saya: filter, update satu-satu, kadang copy paste atau drag. Teman kerja dari accounting itu heran sewaktu melihatnya. Dia kemudian mengajarkan ini itu yang akhirnya berujung delegasi tugas semuanya ke dia. Begitu sampai ke dia, semuanya terproses dengan cepat. Kalau saya masih kebanyakan pake mouse untuk update ini itu, dia memanfaatkan keyboard shortcut di mana-mana, entah itu copy, paste, select all, select all in one column, entahlah. Pokoknya efektif banget. Fungsi-fungsi yang dipakai fungsi dasar, tapi kecepatan tangannya udah seperti orang bermain piano. Data di layar udah berubah seperti dikerjakan oleh program saja. Saya jadi berpikir, kalau ada sertifikasi Excel orang ini sudah masuk jajaran master. Haha..
Jadi, ternyata Excel itu super canggih toh..
***
Cerita Excel ini mengingatkan saya akan sesuatu-yang-saya-punya-tapi-tidak-pernah-digunakan-semestinya. Contohnya ada banyak. Buku di lemari banyak yang belum dibaca. Entah itu novel atau buku-buku motivasi dan pengembangan diri, yang dibeli lalu tidak diterapkan. Laptop yang hanya digunakan untuk menonton film, main game, dan browsing. Handphone penuh dengan fitur yang tidak pernah dipakai. Bahkan gitar listrik saya sudah berkarat senarnya dan rusak spulnya karena tidak pernah dimainkan lagi.
Dengan sebanyak itu fasilitas yang saya miliki, dan kadang tidak saya sadari, sebenarnya banyak potensi value added ke diri yang terbuang sia-sia. Bayangkan kalau semua ilmu dari buku yang saya punya diterapkan, gitar dimainkan, selalu mendengarkan musik dari handphone kalau lagi perjalanan. Ada sesuatu nilai lebih kan yang jadi saya punya kan? Entah itu nambah-nambah ilmu, pola pikir baru, atau sekedar having fun. Yah seperti aplikasi Microsoft Excel itu. Dia bisa banyak menyelesaikan masalah pekerjaan kita karena kita tahu bagaimana cara menggunakannya.
Saya selalu kagum sama adik saya yang paling kecil. Dia memanfaatkan apa yang dia punya secara maksimal. Entah itu menggambar, main piano, atau iMac-nya yang sudah banyak menghasilkan karya-karya menarik. You can visit her deviantart in here. Kalau saya lihat sih, memang apa yang dilakukannya itu sejalan banget dengan ambisi dan hobinya. Setiap hari dirinya berkembang menjadi orang yang baru dan karya baru. Jadi apa yang dia pegang memang bermanfat buat perkembangan dirinya.
Moralnya? Saya rasa sesuatu itu berharga jika kita benar-benar menggunakan dan mendalaminya. Membeli buku tapi tidak dibaca itu pemborosan. Punya piano tapi tidak bisa dimainkan juga tidak ada gunanya. Kalau kita menggunakannya sebaik-baiknya, pasti ada sesuatu yang kita dapat. Kadang ada kepuasan sendiri yang kita dapatkan ketika memiliki sesuatu. Tapi itu tidak ada artinya sebelum kita benar-benar memanfaatkannya.
Dan setelah menyadari ini, sepertinya saya harus mulai membaca buku-buku di lemari itu.

This thing has 9 Comments
Hoho.. Jadi penting ya kemampuan Office dimasukin ke CV? Sip2.. Ntar ditambahin, hehe..
Buku2, bener juga. Ga kebaca. N ada buku kk yg bukan buku kuliah yg belum aku balikin..
Bener banget Bram, gw malah merasa Excel itu adalah salah satu keajaiban abad 20 dari microsoft hahahahahahaha… powerful abis, gw perna ngeliat admin CSOG pake pivot cuma dalam waktu beberapa detik, makanya sekarang gw lagi aktip belajar excel hahahahahaha…. lumayan mengisi waktu jadi ibu rumah tangga hihihihihi…
hmhmm..gw geer deh kyknya coba klo dpt master..eh..gw bukan sih yg lg di omongin.., geer ya gw..btw ths ya Bram..utk smua bantuannya..
btw lg..gw trima koq kursus blajar singkat dgn sistem jariexcelmatika…:))
cheers,-
Braaaammm… sy jg lg terkena beban excel ini… Pake formula VLOOKUP, INDEX, MATCH, ampe pake formula array yg cara ngeklliknya gak bole cuma enter, tapi harus klik shift+ctr+enter sekaligus. Hiks…
Jadi teringat masa2 kape… koding makro di excel… Knp udah masuk s2 bisnis masih harus ngulik2 beginian. Hiks… Sakit mata… T___T
aku tau excel baru sedikit2, tapi kalu liat bukunya memang banyak kegunaannya…
lam kenal ya….
test, komenku ko ga muncul?????
silahkan lihat2 koleksi macro excel ku di norkuys.wordpress.com
Wah, gua selama ini cuma buat bikin tabel doang tuh Bram..
Jadi malu..
btw, inter menang lagi lo.. :p
Wah… mantav…. ulasannya give a bright..
Jadi ke-refresh jadinya neh… ta’ utakatik lagi deh excelku.. hehehe
Salam kenal boz…
BERKATA BEBAS