questionSalah satu yang paling kusesali dalam 17 tahun menimba pendidikan formal adalah terlalu malu untuk bertanya.

Look at this mindset. Bertanya membuat kita tampak bodoh, dan tidak kompeten. Bertanya akan membuat orang lain menyangka aku tidak mendengarkan. Bertanya membuat orang lain lelah untuk menjelaskan ulang.

Bagiku, di bangku kuliah kebiasaan itu semakin tertanam. Entah pendidikan apa yang diajarkan di sana. Bagiku bertanya harus mengeluarkan pertanyaan bagus. Pertanyaan yang tidak memalukan . Pertanyaan yang berkualitas. Kalau benar-benar tidak mengerti, belajar sendiri. Ntar juga mengerti. Kita semua pintar-pintar bukan? Mahasiswa bukan?

Betapa sombongnya.

Perasaan malu untuk bertanya itu sebenarnya akan membawa ke dalam jurang yang lebih dalam. Misalnya waktu kuliah, tidak bertanya bakal membuat kita kehilangan sebuah jalan tol untuk mengerti. Orang lain tidak punya waktu untuk menyuapi kita dengan ilmu yang kita butuhkan. Orang lain tidak bisa membaca apa yang ada di pikiran kita.

Setelah kupikir-pikir, sebenarnya apa yang kukhawatirkan itu tidak pernah terbukti. Yah, memang ada seorang teman aku yang ditegur dosen karena pertanyaan ‘bodoh’ nya di kelas. Tapi kebanyakan kejadiannya tidak seperti itu. Orang yang kutanya akan mengubah bahasanya, cara menjelaskannya, dan mengiurangi istilah-istilah sulit untuk membuat kita mengerti apa yang dia maksudkan.

Bayangkan saja kalau kita berada di posisi orang yang ditanya. Kita tahu banyak tentang sesuatu. Orang ingin bertanya kepada kita. Kecuali kita sedang memang tidak ada waktu atau hal lain yang menghalangi, pasti ada hati kecil yang ingin membantu orang itu membagikan apa yang kita tahu. Apalagi setelah menjelaskan ke kita tujuan orang itu tercapai. Misalnya dia dosen, yang punya tanggung jawab mengajar. Atau dia teman kerja kita yang akan berbagi pekerjaan dengan kita.

Malah kalau orang itu pura-pura mengerti kan kita akan kesel juga ga sih?

Kupikir apa yang harus kita lakukan adalah mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan berusaha mengerti dengan apa yang kita lakukan. Karena otomatis dari situ akan keluar pertanyaan berkualitas. Kurasa tidak bakal adalah pertanyaan bodoh yang keluar di waktu yang tidak tepat kalau kita memang berusaha menyimak dan memahami.

Jadi, jangan malu bertanya!