
Konsistensi mahal harganya. Sesuatu yang tidak banyak orang punya.
Boleh kita punya visi hebat, perencanaan yang detil dan terarah, tim yang kuat, dan semangat yang menggebu-gebu. Tapi tanpa kekuatan konsistensi, segalanya akan percuma. Visi tinggallah impian, rencana hanya tertulis di atas kertas, tim yang kuat kehilangan arah, dan semangat pun hilang perlahan-lahan.
Bicara mengenai konsistensi mengingatkan saya akan empat komponen di The 8th Habit yang akan mendorong kita menemukan suara kita (to find our voice), yaitu vision, passion, conscience, and discipline. Konsistensi merupakan bagian dari disiplin. Tanpa sikap disiplin, semua komponen yang lain akan sia-sia. Karena usaha kita tidak akan berkelanjutan. Sementara apapun yang kita alami di hidup ini ada prosesnya.
Tak percaya? Give ‘consistency’ a try. Mencari bukti dari saya? Nggak ada. Saya masih belajar kok untuk bersikap konsisten.
Salah satunya adalah konsisten mengisi artikel di blog ini
Ia kadang kita cepet bosan dalam melakukan sesuatu, pertama selalu menggebu-gebu untuk nulis, tapi belakangan sama sekali gak pernah posting, emang ini mungkin penyakitnya blogger
Gw mendukung konsistensi yg lu sebutin di akhir tulisan ini Bram
… keep going
.. bilang Indi juga dong, update2 tuh blog hoahahahhaha….
artikelnya cukup bermanfaat mas. sy msh belajar konsist, pas lg jenuh sy usahain balik lg aja gitu, dst. yah namanya blajar pasti ngga sempurna. salam.
konsisten memang luar biasa…bagaimanapun juga, memang dibutuhkan tingkat konsistensi yang tinggi klo kita ingin sukses dalam setiap pekerjaan yg dilakukan. Tapi masalahnya, utk bisa konsisten itu sulit…klo kita belajar pasti bisa!!
aku sulit konsisten bila ngeblog (IM), sering nyasar ke blog xxx hahaha
konsistensi, keteguhan modal yg penting dalam hidup