Sudah pernah baca The Black Swan? Ada sebuah sudut pandang menarik dari Nicholas Taleb mengenai segala sesuatu (ia menyebutnya variabel). Segala variabel dapat dipisahkan antara scalable dan non scalable.
Non-scalable mewakili hal-hal yang bisa diukur. Ia memiliki sifat-sifat mendekati kepastian. Sementara scalable mewakili hal-hal yang tidak terukur. Tingkat keacakannya tinggi. Anda tidak bisa memprediksi semua hal di sini.
Salah satu contoh yang menarik dari Taleb di bukunya itu adalah pembahasan mengenai profesi. Ada profesi yang sifatnya non-scalable. Kontraktor, akuntan, dokter, dan konsultan misalnya. Penghasilan dalam profesi ini secara kasar akan sejajar dengan sesuatu yang bisa diukur seperti jam kerja, jumlah pasien, keberhasilan kasus-kasus yang diselesaikan, dan jumlah client. Sementara profesi yang scalable, seperti pemusik, penulis buku, dan artis, jumlah penghasilannya dapat jauh berlipat ganda meski jam kerja yang digunakannya sedikit atau sama dengan rekan-rekan seprofesinya. Semua penulis cukup menulis satu kali untuk sebuah buku. Tapi lihat perbedaan penghasilan di antara mereka. Pemusik cukup sama-sama merekam lagu dan mengeluarkan album. Tapi kita semua tahu bedanya penghasilan artis top dengan bukan kan? Mereka tidak dilihat berdasarkan jam kerjanya. Tapi idenya.
Mungkin Anda mengira tulisan ini dibuat untuk merekomendasikan profesi yang scalable. Tapi bahkan Taleb di bukunya sendiri tidak merekomendasikan seperti itu. Profesi scalable bisa memberikan Anda jumlah jam kerja yang lebih sedikit dan penghasilan yang berlimpah. Tapi berapa persen yang sukses? Berapa banyak pengusaha perangkat lunak yang sukses seperti Bill Gates, berapa banyak penulis yang menjual buku sebanyak J.K. Rowling, dan berapa banyak penyanyi yang menginspirasi seperti Michael Jackson?
Berikut kutipannya *
A scalable profession is good only if you are successful; they are more competitive, produce monstrous inequalities, and are far more random with huge disparities between efforts and rewards — a few can take a large share of the pie, leaving others out entirely at no fault of their own.
Pembagian kue di dalam profesi yang sifatnya non-scalable terproporsi yang sama rata, dan kita tidak bisa berbuat banyak untuk itu. Sementara kue untuk hal-hal yang scalable dapat menjadi sangat tidak adil. Satu pihak bisa mendapat lebih dari separuhnya untuk diri sendiri, sementara yang lainnya berusaha mengais sisanya.
Ulasan mengenai scalable dan non-scalable ini mengingatkan saya akan perdebatan antara pilihan karir yang saya kira hadir di banyak diri orang. Apakah berkarir dengan bekerja atau berwirausaha? Sepertinya pembahasan plus minusnya sudah banyak dan kita semua tahu. Mungkin yang saya seringkali ingin tahu adalah, Anda cenderung ke mana?
Indonesia butuh banyak pengusaha loh. Penganggurannya banyak sekali.
* Dikutip dari Ben Casnocha, yang juga dikutip dari buku The Black Swan: The Impact of Highly Improbable.

This thing has 18 Comments
Pengusaha itu scalable atau non-scalable? Atau itu bukan profesi ya?
good post, sayang
wah ngikut ajah .,.,.,hehehehe
ulasan yang begiji nih.. nambah referensi
salam kenal bos
Untuk bung Syahdana, menurut saya seorang pengusaha bisa scalable atau juga bisa non-scalable. tergantung usaha apa yang ia geluti.
bram, baru baca tulisan2 lo.. menarik, dan gw ngerasa ngeliat ‘the other side of bram’..
I make the translation of your page and I like a lot, I hope to came back soon. Congratulations.
Yang kaya gini nih perlu di contoh artikelnya…
Walaupun saya belum begitu paham, saya akan mencoba membacanya kembali…
klo utk profesi saya prefer ke non scalable aj..lebih stabil ibarata
terlalu beresiko utk yg scalable tp klo sukses menjanjikan
makasih ya atas infonya,sangat membanu sekali,lain kali jangan lupa kunjungan dan komentar baliknya ya!
Kalau yang kerjanya cuma ngeblog dan ngarapin penghasilan dari iklan itu masuk scalable opo non-scalable ya?
Wah, belum baca bukunya,
Info baru nih, scalable-nonscalable, thanks for share.
Tapi serius dia menyarankan profesi scalable saja?
@Aeronautical Pilots: Blogger itu seperti penulis sepertinya ya. Ga ada gaji tetapnya kan?
@Agung: Ya dia menyarankan yang scalable saja. Mau coba baca bukunya?
kalo PNS kayak saya berarti profesi scalable dong…bisa tidak profesi scalable tapi penghasilan kayak yang non-scalable ?
good post
sudah baca ulasannya, tapi belum baca lengkapnya…pastinya insightful ya….posting yang menarik
profesi scalable adalah untuk mereka yang punya mental pengusaha, mau gagal dan belajar dengan resiko keluar dari zona nyamannya..nice posting..!!