Archives for category: Campus

Suatu hari, seorang teman saya mengirim sebuah topik pembicaraan serius berupa sebuah pertanyaan, di milis angkatan IF03 yang biasanya penuh dengan junk. Pertanyaannya menarik. Menurut saya mewakili perasaan penuh tanda tanya yang dimiliki oleh banyak mahasiswa, atau mungkin setidaknya jurusan saya, tentang masa depan.

Teman saya itu menanyakan: habis kuliah mau ngapain?

Rasanya, kehidupan di dunia kampus sangat berbeda dengan dunia luar. Begitu keluar dari kampus, dengan ijazah sarjana di tangan, kita akan menghadapi hutan belantara industri yang penuh ketidakjelasan. Hingga akhirnya kita begitu sulit untuk menentukan ke mana kita harus melangkah. Apakah harus mencari kerja? Melanjutkan kuliah? Bikin usaha sendiri? Opsi-opsi tersebut adalah yang biasa muncul di pembahasan sehari-hari, di antara kita.

Menariknya setelah lulus, saya mulai melihat ke mana pergerakan teman-teman saya itu. Ada yang begitu berani dan penuh semangat untuk membangun perusahaannya sendiri, ada yang langsung dengan sigap melanjutkan studinya, baik di dalam maupun luar negeri, dan tentu saja banyak yang bekerja. Saya sendiri mengambil keputusan bekerja. Dengan pertimbangan agar bisa mengetahui kondisi hutan belantara yang saya sebutkan tadi.

(more…)

graduation3.png

Sabtu, 8 Maret 2008, 32 orang mahasiswa informatika, yang tergabung dalam 968 mahasiswa ITB mengakhiri status kemahasiswaannya. Pada hari itu kami semua diwisuda. Buat saya, berakhirlah masa-masa 4,5 tahun yang penuh kenangan manis dan pahit di kampus ini.

Terdengar melankolis ya? Tapi saya tidak sedih kok. Saya juga tidak sepenuhnya lega atau puas. Mungkin karena ini bukan pencapaian terakhir yang ingin saya capai. Atau karena wisuda bukan cita-cita?

Berbicara mengenai wisuda mengingatkan saya mengenai sebuah janji yang diucapkan oleh seluruh lulusan pada hari itu. Salah satu yang paling saya ingat adalah poin yang berkaitan dengan Indonesia.

(more…)

Hari ini, 19 Desember 2007, setelah menjalani sidang selama satu setengah jam, mulai pukul delapan pagi sampai setengah sepuluh, saya telah dinyatakan lulus (bersyarat).

Rasanya lega banget!

Penguji saya itu tak lain dan tak bukan Ibu Christine Suryadi dan Ibu Fazat Nurazizah. Bu Fazat banyak menanyakan tentang aspek RPLnya seperti proses analisisnya, perancangan, dan pengujiannya, sementara Bu Christine banyak menyorot dari sintaks dan semantik penulisan saya yang sering membingungkan. Untungnya kedua penguji saya tersebut menyampaikannya dengan baik-baik. Kesannya tidak terbantai. Bu Yani (pembimbing saya) juga banyak membantu menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan kepada saya.

Secara umum, sidang berlangsung dengan aman, tentram, dan damai. Menyenangkan malah. Padahal kenyataannya demo saya sempat gagal dan perbaikan dokumennya banyak banget. Sepuluh poin perbaikan. Sampai nggak cukup kertas catatan perbaikannya.

Atas keberhasilan saya mencapai sidang, rasanya pengen ngucapin terima kasih buat semua pihak yang udah ngasih support. Baik pas tadi malam maupun pas saya lagi sedih-sedihnya bulan September kemarin, karena mengetahui kenyataan paling cepat diwisuda bulan Maret. Oh iya, terima kasih juga buat yang udah bangunin tadi pagi sama bikinin ikatan dasi tadi malam. Sidang ini tidak berlangsung kalau saya nggak bangun pagi dan pakai dasi. :D

That’s all for now. Tetap semangat teman-teman Pejuang Maret! 11 Januari menunggu!