<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>/brahmasta/journal &#187; Campus</title>
	<atom:link href="http://brahmasta.net/category/campus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://brahmasta.net</link>
	<description>What is most personal is most general – Carl Rogers</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jul 2010 13:49:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Alumni, Kampus, dan Industri</title>
		<link>http://brahmasta.net/2008/07/22/alumni-kampus-dan-industri/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2008/07/22/alumni-kampus-dan-industri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 14:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[alumni]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, seorang teman saya mengirim sebuah topik pembicaraan serius berupa sebuah pertanyaan, di milis angkatan IF03 yang biasanya penuh dengan junk. Pertanyaannya menarik. Menurut saya mewakili perasaan penuh tanda tanya yang dimiliki oleh banyak mahasiswa, atau mungkin setidaknya jurusan saya, tentang masa depan. Teman saya itu menanyakan: habis kuliah mau ngapain? Rasanya, kehidupan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari, seorang teman saya mengirim sebuah topik pembicaraan serius berupa sebuah pertanyaan, di milis angkatan IF03 yang biasanya penuh dengan <em>junk</em>. Pertanyaannya menarik. Menurut saya mewakili perasaan penuh tanda tanya yang dimiliki oleh banyak mahasiswa, atau mungkin setidaknya jurusan saya, tentang masa depan.</p>
<p>Teman saya itu menanyakan: habis kuliah mau ngapain?</p>
<p>Rasanya, kehidupan di dunia kampus sangat berbeda dengan dunia luar. Begitu keluar dari kampus, dengan ijazah sarjana di tangan, kita akan menghadapi hutan belantara industri yang penuh ketidakjelasan. Hingga akhirnya kita begitu sulit untuk menentukan ke mana kita harus melangkah. Apakah harus mencari kerja? Melanjutkan kuliah? Bikin usaha sendiri? Opsi-opsi tersebut adalah yang biasa muncul di pembahasan sehari-hari, di antara kita.</p>
<p>Menariknya setelah lulus, saya mulai melihat ke mana pergerakan teman-teman saya itu. Ada yang begitu berani dan penuh semangat untuk membangun perusahaannya sendiri, ada yang langsung dengan sigap melanjutkan studinya, baik di dalam maupun luar negeri, dan tentu saja banyak yang bekerja. Saya sendiri mengambil keputusan bekerja. Dengan pertimbangan agar bisa mengetahui kondisi hutan belantara yang saya sebutkan tadi.</p>
<p><span id="more-289"></span>Terus terang, setelah dua bulan lebih bekerja, saya merasa banyak mendapatkan hal baru dan sudut pandang baru. Tiba-tiba saya baru bisa mulai melihat, dari sisi perusahaan tempat saya bekerja, kompetensi apa yang harusnya dimiliki. Peluang karir bagaimana yang ada di dunia industri saat ini, dan bagaimana segala pengalaman dan pengetahuan kita bisa sedikit sekali berarti di sini. Hal yang sama sekali tidak saya miliki ketika bahkan berada di tingkat akhir universitas.</p>
<p>Saya tidak tahu dengan orang lain, namun saya merasa cukup terlambat. Mungkin ada beberapa yang merasakan hal yang sama. Dalam bayangan saya, buat yang berhasil mendapatkan beasiswa di luar negeri, dia jadi tahu bagaimana rasanya kuliah, hidup, dan budaya di sana. Buat yang membangun usaha sendiri, karena namanya memulai dari nol, pasti ada banyak pembelajaran yang didapat. Buat yang kerja, pasti tahu di mana saja tempat kerja yang bagus, dan kompetensi apa saja yang harusnya dimiliki untuk segera bisa berkarya di dalamnya. Selain itu, dia juga pasti jadi tahu, sisi plus dan minus, yang berupa konsekuensi dari pilihan-pilihan yang diambil.</p>
<p>Saya kadang berandai-andai, jika waktu dulu saya tahu semua peluang yang ada, pasti saya bisa punya visi mau jadi apa nantinya, dan membangun persiapan jauh hari sebelumnya, sehingga tidak membuang waktu setelah lulus. Bukannya saya tidak mencari informasi, tapi informasi yang didapatkan itu setengah-setengah. Hasil tanya sana-sini. Jadi saya tidak bisa dapat gambaran luas tentang peluang di masa depan.</p>
<p>Tiba-tiba saya ingat akan jaringan alumni. Ya, mestinya ikatan alumni bisa menjadi tempat yang bagus untuk ini. Kalau sudah berada dalam lingkungan alumni kan jadi enak. Teman saya yang membangun usaha bisa saling berbagi cerita atau bahkan menemukan peluang usaha baru. Kita jadi tahu sang hutan belantara itu seperti apa. Bila kita mengumpulkan alumni dalam sebuah jurusan, bisa dibawa melangkah lebih jauh lagi, yakni bisa dijadikan masukan buat kurikulum di jurusan sendiri, biar selaras antara dunia kerja dan pendidikan.</p>
<p>Paparan di atas merupakan sebuah peran alumni terhadap kampus yang telah ditinggalkannya. Jika memang alumni bisa berperan seperti itu, tentunya akan sangat baik. Untuk ikatan alumni di jurusan saya sendiri, sepertinya perlu ada <em>effort</em> lebih untuk menjadikannya hidup.</p>
<p>Bagaimana dengan ikatan alumni atau sekolah anda?</p>
<p>Ah, tiba-tiba saya jadi ingat himpunan, dan kegiatannya yang berjudul Sharing Alumni. Menarik. Menurut saya kegiatan seperti ini memang perlu diperbanyak dan dikemas lebih luas. Tujuannya seperti saya sebut di atas: memberi visi kepada mahasiswa, <em>update</em> kurikulum kampus agar lebih selaras dengan dunia industri, dan menjalin silaturahmi yang lebih kuat.</p>
<p>Buat teman-teman dari IF, ada yang mau berpendapat?</p>
<p>Oh iya, thread di milis tadi akhirnya tetap penuh <em>junk</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2008/07/22/alumni-kampus-dan-industri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisuda</title>
		<link>http://brahmasta.net/2008/03/11/wisuda/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2008/03/11/wisuda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 10:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2008/03/11/wisuda/</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 8 Maret 2008, 32 orang mahasiswa informatika, yang tergabung dalam 968 mahasiswa ITB mengakhiri status kemahasiswaannya. Pada hari itu kami semua diwisuda. Buat saya, berakhirlah masa-masa 4,5 tahun yang penuh kenangan manis dan pahit di kampus ini. Terdengar melankolis ya? Tapi saya tidak sedih kok. Saya juga tidak sepenuhnya lega atau puas. Mungkin karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2008/03/graduation3.png" alt="graduation3.png" /></p>
<p>Sabtu, 8 Maret 2008, 32 orang mahasiswa informatika, yang tergabung dalam 968 mahasiswa ITB mengakhiri status kemahasiswaannya. Pada hari itu kami semua diwisuda. Buat saya, berakhirlah masa-masa 4,5 tahun yang penuh kenangan manis dan pahit di kampus ini.</p>
<p>Terdengar melankolis ya? Tapi saya tidak sedih kok. Saya juga tidak sepenuhnya lega atau puas. Mungkin karena ini bukan pencapaian terakhir yang ingin saya capai. Atau karena wisuda bukan cita-cita?</p>
<p>Berbicara mengenai wisuda mengingatkan saya mengenai sebuah janji yang diucapkan oleh seluruh lulusan pada hari itu. Salah satu yang paling saya ingat adalah poin yang berkaitan dengan Indonesia.</p>
<p><span id="more-259"></span>Simak potongan Janji Lulusan ITB tersebut.</p>
<blockquote><p>Berjanji<br />
Akan Mengabadikan Ilmu Pengetahuan<br />
Bagi Kesejahteraan Bangsa Indonesia<br />
Perikemanusiaan dan Perdamaian Dunia</p>
<p>Kami Berjanji akan Mengabadikan<br />
Segala Kebajikan Ilmu Pengetahuan<br />
Untuk Menghantarkan Bangsa Indonesia<br />
ke Pintu Gerbang Masyarakat Adil dan Makmur<br />
yang Berdasarkan Pancasila</p></blockquote>
<p>Sebetulnya pikiran ini juga terpengaruh dengan kata perpisahan dari wakil wisudawan, Karlisa EL03, yang mempertanyakan berapa banyak dari lulusan kampus ini yang bakal membangun bangsanya. Pertanyaan itu benar-benar menohok.</p>
<blockquote><p>Saya kembali berpikir, berapa banyak lulusan ITB yang muncul sejak awal ITB didirikan hingga saat ini? Lalu berapa persen dari lulusan-lulusan ini yang benar-benar ingin membangun bangsanya? Berapa persen yang justru melupakan bangsanya begitu saja; menggerogoti bangsanya sendiri dari dalam; atau membantu memajukan bangsa lain demi kepentingan pribadi?</p></blockquote>
<p>Mungkin itu bisa menjadi bahan pemikiran kita semua.</p>
<p><em>Anyway</em>, buat kami para wisudawan informatika, acara syukuran wisudaan Maret ini memberi kesan dari dua sisi. Sangat menyenangkan di acara malamnya, namun rada mengecewakan di pasca wisuda-nya. Acara malam di Bale Gazeebo Kamis lalu bagus banget! Thanks berat buat panitia wisuda. Buat detilnya, mungkin <a href="http://giaferdi.wordpress.com/2008/03/10/syukuran-di-bale-gazebo/">tulisan Anggia</a> cukup menjelaskan. Terkait acara pasca wisuda (arak-arakan), <a href="http://apaan.wordpress.com/2008/03/08/wisuda-maret-2008/">Ali Akbar</a> dan <a href="http://aarriiee.wordpress.com/2008/03/09/really-no-food-left/">Arie</a> juga sudah menuliskan sesuatu.</p>
<p>Akhir kata, buat teman-teman wisudawan Maret 2008, selamat! Semoga sukses di kehidupan selanjutnya.</p>
<p><small>ps: Foto-foto wisudaan kemarin dari kamera saya akan diupload segera.</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2008/03/11/wisuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhirnya, Sidang!</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/12/19/akhirnya-sidang/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/12/19/akhirnya-sidang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 03:56:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/12/19/akhirnya-sidang/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, 19 Desember 2007, setelah menjalani sidang selama satu setengah jam, mulai pukul delapan pagi sampai setengah sepuluh, saya telah dinyatakan lulus (bersyarat). Rasanya lega banget! Penguji saya itu tak lain dan tak bukan Ibu Christine Suryadi dan Ibu Fazat Nurazizah. Bu Fazat banyak menanyakan tentang aspek RPLnya seperti proses analisisnya, perancangan, dan pengujiannya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, 19 Desember 2007, setelah menjalani sidang selama satu setengah jam, mulai pukul delapan pagi sampai setengah sepuluh, saya telah dinyatakan lulus (bersyarat).</p>
<p>Rasanya lega banget!</p>
<p>Penguji saya itu tak lain dan tak bukan Ibu Christine Suryadi dan Ibu Fazat Nurazizah. Bu Fazat banyak menanyakan tentang aspek RPLnya seperti proses analisisnya, perancangan, dan pengujiannya, sementara Bu Christine banyak menyorot dari sintaks dan semantik penulisan saya yang sering membingungkan. Untungnya kedua penguji saya tersebut menyampaikannya dengan baik-baik. Kesannya tidak terbantai. Bu Yani (pembimbing saya) juga banyak membantu menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan kepada saya.</p>
<p>Secara umum, sidang berlangsung dengan aman, tentram, dan damai. Menyenangkan malah. Padahal kenyataannya demo saya sempat gagal dan perbaikan dokumennya banyak banget. Sepuluh poin perbaikan. Sampai nggak cukup kertas catatan perbaikannya.</p>
<p>Atas keberhasilan saya mencapai sidang, rasanya pengen ngucapin terima kasih buat semua pihak yang udah ngasih support. Baik pas tadi malam maupun pas saya lagi sedih-sedihnya bulan September kemarin, karena mengetahui kenyataan paling cepat diwisuda bulan Maret. Oh iya, terima kasih juga buat yang udah bangunin tadi pagi sama bikinin ikatan dasi tadi malam. Sidang ini tidak berlangsung kalau saya nggak bangun pagi dan pakai dasi. <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>That&#8217;s all for now. Tetap semangat teman-teman Pejuang Maret! <a href="http://rikaokd.blogspot.com/2007/12/11-januari.html">11 Januari</a> menunggu!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/12/19/akhirnya-sidang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Buat Para Wisudawan Oktober!</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/10/29/selamat-buat-para-wisudawan-oktober/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/10/29/selamat-buat-para-wisudawan-oktober/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 12:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/10/29/selamat-buat-para-wisudawan-oktober/</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu kemarin, 37 dari sekian banyak teman-teman saya, IF ITB 2003, telah resmi diwisuda. Total jendral, di angkatan saya ini sudah ada 41 orang yang lulus. Banyak juga yang cum laude. Saya lupa tepatnya berapa. Salah duanya adalah si Mbak Muka Datar Sedunia dan Bapak Planet IF kita. Kalau udah wisudaan gitu pada tampil beda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/10/wisuda31.jpg" alt="wisuda31.jpg" /></p>
<p>Sabtu kemarin, 37 dari sekian banyak teman-teman saya, IF ITB 2003, telah resmi diwisuda.</p>
<p>Total jendral, di angkatan saya ini sudah ada 41 orang yang lulus. Banyak juga yang <em>cum laude</em>. Saya lupa tepatnya berapa. Salah duanya adalah si <a href="http://otakusut.blogspot.com">Mbak Muka Datar Sedunia</a> dan <a href="http://amudi.org">Bapak Planet IF kita</a>.</p>
<p>Kalau udah wisudaan gitu pada tampil beda ya? Ada yang tambah cantik, ada juga yang biasanya kumal terus jadi rapi banget. Tapi yang paling heboh itu yang pake baju &#8220;Sudah S.T.&#8221;. Oh iya, wisudawan yang disebut terakhir ini juga <em>lulus </em>dengan predikat <em>cum laude. </em>Sayang ada yang bercita-cita membakar dia hidup-hidup karena bajunya sangat inspiratif.</p>
<p>Selamat ya semuanya! Semoga sukses di masa mendatang. <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Gimana nih pejuang-pejuang wisuda episode berikutnya? Kapan kita menyusul? Tetap semangat semuanya!</p>
<p><small>n.b. Gambar diambil dari <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/29/wisuda-itb-oktober-2007/">blog Pak Rinaldi</a>. Pengen liat hasil foto-foto <a href="http://3clair.blogspot.com/">Adi</a> dan Ridwan nih.<br />
</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/10/29/selamat-buat-para-wisudawan-oktober/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaus Angkatan</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/08/02/kaus-angkatan/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/08/02/kaus-angkatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 05:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/08/02/kaus-angkatan/</guid>
		<description><![CDATA[Special buat IF 2003. Di manakah kaus angkatan kalian saat ini? Kalau nggak dimintain Weno yang mau minjem kardus kayaknya udah ga ketemu deh. Maafkan saya Ridwan. Jerih payahmu membuatnya takkan kulupakan. Bikin kaus angkatan lagi yuk]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Special buat IF 2003.</p>
<p>Di manakah kaus angkatan kalian saat ini?</p>
<p><a href="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/08/dsc00585k.JPG" title="dsc00585k.JPG"></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/08/dsc00585k.JPG" alt="dsc00585k.JPG" /></p>
<p></a></p>
<p>Kalau nggak dimintain <a href="http://weno.wordpress.com">Weno</a> yang mau minjem kardus kayaknya udah ga ketemu deh.</p>
<p>Maafkan saya Ridwan. Jerih payahmu membuatnya takkan kulupakan.</p>
<p>Bikin kaus angkatan lagi yuk <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/08/02/kaus-angkatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Tugas Akhir</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/06/22/seminar-tugas-akhir/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/06/22/seminar-tugas-akhir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jun 2007 09:50:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/06/22/seminar-tugas-akhir/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini akhirnya momok itu hilang dari kepala. Saya sudah melakukan seminar tugas akhir. Rasanya lega, meski perjalanan masih panjang. Masih ada pra sidang dan sidang. Ada beberapa kejadian aneh yang terjadi dalam seminar tugas akhir itu, yaitu: Presentasinya kan memakai infokus, dan saya sempat menjelaskan kepada dosen penguji dengan menunjuk layar laptop saya sendiri. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini akhirnya momok itu hilang dari kepala. Saya sudah melakukan seminar tugas akhir. Rasanya lega, meski perjalanan masih panjang. Masih ada pra sidang dan sidang.</p>
<p>Ada beberapa kejadian aneh yang terjadi dalam seminar tugas akhir itu, yaitu:</p>
<ul>
<li>Presentasinya kan memakai infokus, dan saya sempat <u>menjelaskan kepada dosen penguji dengan menunjuk layar laptop saya sendiri</u>. Baru nyadar setelah ibunya ngomong. Jeleknya, beberapa kali saya hampir mengulangi kesalahan itu lagi.</li>
<li>Ada sebuah bentuk dalam <em>workflow</em> yang <u>disebut ibu dosen penguji sebagai jajar genjang</u>, <u>padahal belah ketupat</u>. Akhirnya saya ngikut aja sama ibunya menggunakan istilah jajar genjang selama menjelaskan (secara kurang sadar). Padahal sebenernya jajar genjang dan belah ketupat itu berbeda dalam diagram <em>workflow. </em><u>Jajar genjang untuk proses input output sementara belah ketupat untuk keputusan</u>.</li>
<li>Seminarnya <u>cuma</u> menghabiskan waktu <u>45 menit</u>! Sementara orang ada yang ampe dua jam. Kayaknya yang saya terangin nggak jelas ya. Hehe.. Maaf ya..</li>
<li>Ronsky <u>sempet ngirim SMS jam 14.00</u> nanyain boleh masuk atau nggak. Soalnya pintunya kekunci. Saya saat itu lagi presentasi. Karena mulainya lebih cepat. <u>Tapi SMS-nya kebales</u>. Isinya: &#8220;Gw lagi presentasiin Studi Kasus nih.&#8221;. Kayaknya semua orang di luar pada bingung. Yang ngirim SMS itu Ridwan. Saya lagi minjemin HP ke dia minta difoto. :p Emang suka iseng anaknya. Hehe..</li>
</ul>
<p>Hm, meski gitu, <em>overall</em> sepertinya saya lancar-lancar saja. Beberapa hari ini sempat deg-degan dan panik, tapi akhirnya cukup menikmati presentasi itu. Meski presentasinya rada kepanjangan dan melelahkan.</p>
<p>Terima kasih buat semua yang udah dateng! Ada Jeffrey, <a href="http://apaan.wordpress.com">Ali</a>, <a href="http://bishoujo.wordpress.com/">Neni</a>, <a href="http://otakusut.blogspot.com">Lely</a>, <a href="http://armyta.wordpress.com">Dibond</a>,  <a href="http://towet.wordpress.com">Towet</a>, Edo, Anna, <a href="http://privatefebrian.wordpress.com">Febrian</a>, Miri, Ridwan, dan tentu saja <a href="http://cimuthmulya.wordpress.com/">Ratna</a> yang seminar 45 menit sebelumnya. Buat yang kekunci di luar juga maaf ya, seminarnya Ratna selesai 15 menit lebih cepat sehingga saya mulai pukul 13.45. Saya pun akhirnya selesai pukul 14.30. Kalau dateng pas 14.00, saya udah hampir selesai.</p>
<p>Terima kasih juga buat Faldi atas kemeja putihnya dan <a href="http://weno.wordpress.com">Weno</a> atas sepatunya. Saya benar-benar harus beli keduanya nih. Masa sejak seminar Kerja Praktek sampai sekarang propertinya minjem mulu. Ada yang mau beliin ga?</p>
<p>Duh, baru seminar aja udah makasih-makasih mulu. Perjalanan masih panjang. Buat yang juga masih menea, ayo semua semangat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/06/22/seminar-tugas-akhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliah di Informatika Tidak Berguna?</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/06/15/kuliah-di-informatika-tidak-berguna/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/06/15/kuliah-di-informatika-tidak-berguna/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jun 2007 13:18:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/06/15/kuliah-di-informatika-tidak-berguna/</guid>
		<description><![CDATA[Saya menemukan sebuah artikel menarik mengenai kuliah di jurusan ilmu komputer. Yah, lebih kurang sama lah sama Teknik Informatika. Kalau banyak yang bilang kuliah di Informatika tidak berguna, karena dapat belajar sendiri, gak mengajarkan sisi praktis, dan sebagainya (yang menyebalkan itu). Coba lihat sudut pandang Leah Culver di link di bawah, mengenai apa yang didapatkannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menemukan sebuah artikel menarik mengenai kuliah di jurusan ilmu komputer. Yah, lebih kurang sama lah sama Teknik Informatika. Kalau banyak yang bilang kuliah di Informatika tidak berguna, karena dapat belajar sendiri, gak mengajarkan sisi praktis, dan sebagainya (yang menyebalkan itu). Coba lihat sudut pandang Leah Culver di link di bawah, mengenai apa yang didapatkannya selama kuliah ilmu komputer.</p>
<p><a href="http://www.leahculver.com/2007/05/30/a-computer-science-degree-doesnt-hurt-much/">A Computer Science Degree Doesn&#8217;t Hurt (Much)</a></p>
<p>Jadi, kuliah informatika itu penting! Mungkin mahasiswa STEI 2006 yang bakal menjuruskan diri semester depan dan masih ragu-ragu perlu membaca <em>link</em> di atas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/06/15/kuliah-di-informatika-tidak-berguna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita Satu ITB</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/03/25/kita-satu-itb/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/03/25/kita-satu-itb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2007 02:31:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/03/25/kita-satu-itb/</guid>
		<description><![CDATA[Udah berapa hari saya liat ini di WC Lantai 1 Labtek V ITB. Akhirnya kemarin saya abadikan. Saya setuju sih sama tulisan sang penulis bahwa kita satu ITB (Masa dua?). Tapi anda mahasiswa. Kenapa harus destruktif? Merusak fasilitas. Banyak cara lain untuk berekspresi. Kayak orang gak berpendidikan saja. Ngomong-ngomong ada yang tau kenapa ada tulisan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Udah berapa hari saya liat ini di WC Lantai 1 Labtek V ITB. Akhirnya kemarin saya abadikan.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/03/kitasatuitb.JPG" alt="Kita Satu ITB" id="image238" /></p>
<p>Saya setuju sih sama tulisan sang penulis bahwa kita satu ITB (Masa dua?). Tapi anda mahasiswa. Kenapa harus destruktif? Merusak fasilitas. Banyak cara lain untuk berekspresi. Kayak orang gak berpendidikan saja.</p>
<p>Ngomong-ngomong ada yang tau kenapa ada tulisan ini? Ada isu apa nih di kampus? Saya kelamaan di lab kayaknya <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/03/25/kita-satu-itb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkenalan yang Berlebihan</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/02/18/perkenalan-yang-berlebihan/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/02/18/perkenalan-yang-berlebihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Feb 2007 18:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/02/18/perkenalan-yang-berlebihan/</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari lalu, seorang dosen tamu datang pada salah satu kelas kuliah saya. Hal ini memang telah direncanakan. Kebetulan mata kuliah tersebut memang disiapkan untuk mempelajari bagaimana perkembangan dunia luar kampus yang terkait dengan teknologi informasi. Namun, ada satu hal yang mengganjal dari kuliah tersebut, yakni saat perkenalan dosen tamu tersebut dan penutupannya. Beliau diperkenalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/02/speaker.gif" id="image224" align="left" height="100" width="100" />Dua hari lalu, seorang dosen tamu datang pada salah satu kelas kuliah saya. Hal ini memang telah direncanakan. Kebetulan mata kuliah tersebut memang disiapkan untuk mempelajari bagaimana perkembangan dunia luar kampus yang terkait dengan teknologi informasi.</p>
<p>Namun, ada satu hal yang mengganjal dari kuliah tersebut, yakni saat perkenalan dosen tamu tersebut dan penutupannya. Beliau diperkenalkan secara berlebihan, lebih kurang seperti di bawah. Saya sendiri gak terlalu ingat.</p>
<blockquote><p>Saat ini kita sambut pembicara besar kita, beliau merupakan orang penting di pemerintah, pada departemen xxx, yang telah memberikan banyak kontribusi dan pemikiran untuk kemajuan teknologi di Indonesia. Beliau juga telah lama malang melintang di berbagai perusahaan, dan selalu memberikan kontribusinya untuk kemajuan perusahaan-perusahaan tersebut, pada kesempatan ini, kita beruntung sekali telah diberikan kesempatan untuk mendengarkan materi dari beliau, karena beliau sangat sibuk dalam segala urusannya dalam departemen xxx. Beliau juga lulusan dari kampus kita, dari jurusan &#8230; yang mana juga menjadi salah satu lulusan terbaik di angkatannya&#8230;</p>
<p>&#8230; (dan seterusnya)</p>
<p>yak mari kita sambut Bapak x!</p></blockquote>
<p>Durasi pembukaan mungkin antara lima-sepuluh menit, penutup juga seperti itu, malah lebih panjang.</p>
<p>Dulu saya pernah diajarkan dalam sebuah seminar bahwa kita harus meninggikan calon pembicara sebelum memanggilnya. Tujuannya adalah agar pembicara mendapatkan respek lebih dari pendengarnya. Berbicara di depan memang cukup sulit, apalagi mendapat respek dari seluruh pendengar. &#8220;Peniggian&#8221; itu cukup bagus untuk meningkatkan percaya diri pembicara dan membuat pendengar mendengarkan.</p>
<p>Namun, entah kenapa yang kemarin terkesan menjilat dan memalukan.</p>
<p>Sebenarnya tidak ada yang salah dengan si Bapak pembicara itu, dia memang orang hebat, dan saya tahu itu. Dan pada saat mengisi acaranya dia sangat baik dan menghibur. Cukup <em>up to date</em> juga dengan perkembangan jaman saat ini, jadi  lumayan nyambung dengan mahasiswa peserta kelas.</p>
<p>Namun, kembali, masalahnya itu adalah bagaimana dia diperkenalkan dan ditutup dengan menyebut pujian-pujian berlebihan hingga terkesan tidak tulus. Saya lihat sendiri sang pembicara bahkan sempat ngobrol-ngobrol sama asistennya cukup lama dan tidak mendengarkan basa-basi tersebut. Saya jadi malu sendiri. <a href="http://kitingkriwil.blogs.friendster.com/my_blog/">Teman sebelah saya</a> juga. Kenapa sang pembuka harus berbicara seperti ini?</p>
<p>Menurut saya, &#8220;peninggian&#8221; pada awal boleh saja. Cukup dengan beberapa kata singkat dan langsung panggil. Gak usah pake pujian-pujian berlebihan segala. Kualitas itu mutlak. Akan ketahuan juga akhirnya.</p>
<p>Ternyata kita masih suka kebanyakan basa-basi ya..</p>
<p>n.b. gambar diambil dari <a href="http://www.csus.edu/indiv/s/stonerm/PublicSpeakingFrontPage.html">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/02/18/perkenalan-yang-berlebihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
