Saya rasa Indonesia terlalu kaya akan tradisi unik, apalagi untuk merayakan berakhirnya bulan Ramadhan. Misalnya, tradisi mudik yang selalu bikin heboh tiap tahun, tradisi maaf-maafan, sampai keidentikannya dengan ketupat. Bahkan kata Minal Aidin Wal Faizin, yang biasa diucapkan saat lebaran, juga cuma ada di negeri ini.
Parsel juga tidak pernah mati. Seminggu terakhir sejumlah parsel datang ke kantor, ditujukan entah untuk salah satu orang atau perusahaan. Daripada jadi kasus karena menerima parsel, parsel tersebut pasti dibagi-bagi. Biasanya begitu dapat izin dari yang berhak, sang parsel diserbu oleh segenap orang di sekitarnya. Kalau udah ngelihat masing-masing orang rebutan memesan bagiannya, udah ga kelihatan yang mana trainee, pegawai senior, atau manajer.
Begitu juga dengan angpau. Saya nggak pernah ngeh tentang angpau, sebelum orangtua saya mengingatkan.
“Bram, kamu kan udah kerja sekarang. Kamu harus kasih angpau ke adik-adikmu.”
Di hari yang fitrah ini,
Di tengah kesibukan menyelesaikan Tugas Akhir, saya dan teman-teman membuat keputusan aneh: Berlibur ke Bali. Rombongan keberangkatan dipimpin oleh