<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>/brahmasta/journal &#187; Events</title>
	<atom:link href="http://brahmasta.net/category/events/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://brahmasta.net</link>
	<description>What is most personal is most general – Carl Rogers</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jul 2010 13:49:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Akhir dari Ramadhan</title>
		<link>http://brahmasta.net/2008/09/29/akhir-dari-ramadhan/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2008/09/29/akhir-dari-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 14:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2008/09/29/akhir-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Saya rasa Indonesia terlalu kaya akan tradisi unik, apalagi untuk merayakan berakhirnya bulan Ramadhan. Misalnya, tradisi mudik yang selalu bikin heboh tiap tahun, tradisi maaf-maafan, sampai keidentikannya dengan ketupat. Bahkan kata Minal Aidin Wal Faizin, yang biasa diucapkan saat lebaran, juga cuma ada di negeri ini. Parsel juga tidak pernah mati. Seminggu terakhir sejumlah parsel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" title="Lebaran. Ketupat?" src="http://nomadlife.org/uploaded_images/ketupat-731674.jpg" alt="" width="154" height="204" />Saya rasa Indonesia terlalu kaya akan tradisi unik, apalagi untuk merayakan berakhirnya bulan Ramadhan. Misalnya, tradisi mudik yang selalu bikin heboh tiap tahun, tradisi maaf-maafan, sampai keidentikannya dengan ketupat. Bahkan kata Minal Aidin Wal Faizin, yang biasa diucapkan saat lebaran, juga <a href="http://jalansutera.com/2008/09/25/minal-aidin-wal-faizin-yang-tidak-ada-dalam-budaya-arab/">cuma ada di negeri ini</a>.</p>
<p>Parsel juga tidak pernah mati. Seminggu terakhir sejumlah parsel datang ke kantor, ditujukan entah untuk salah satu orang atau perusahaan. Daripada jadi kasus karena menerima parsel, parsel tersebut pasti dibagi-bagi. Biasanya begitu dapat izin dari yang berhak, sang parsel diserbu oleh segenap orang di sekitarnya. Kalau udah ngelihat masing-masing orang rebutan memesan bagiannya, udah ga kelihatan yang mana <span style="font-style: italic;">trainee</span>, pegawai senior, atau manajer.</p>
<p>Begitu juga dengan angpau. Saya nggak pernah ngeh tentang angpau, sebelum orangtua saya mengingatkan.</p>
<p>&#8220;Bram, kamu kan udah kerja sekarang. Kamu harus kasih angpau ke adik-adikmu.&#8221;</p>
<p><span id="more-315"></span>Saya yang nggak pernah minta angpau (tapi nggak pernah nolak kalau dapat) akhirnya sampai pada kondisi harus ngasih angpau. Tapi saya senang sih. Senang rasanya kalau bisa menyenangkan adik-adik. Sekarang akhirnya saya tahu THR, yang juga cuma ada di Indonesia, larinya ke mana. Bukan masuk ke tabungan doang, terus dipakai sendiri. Melainkan buat belanja keperluan lebaran, yang emang meningkat di balik kenyataan bahwa di hari lebaran merupakan hari kemenangan melawan hawa nafsu.</p>
<p>Terkait mudik, mungkin tidak perlu bicarakan lagi. Hari ini sangat sepi. Jakarta menjadi kota yang tenang. Jalanan lengang. Semua orang yang bekerja hari ini pasti berpikir, coba seandainya Jakarta setiap hari begini.</p>
<p>Buat saya sendiri, akhir Ramadhan menjadi sedikit penutup atas ceramah-cerama bada Zuhur yang saya sering dengarkan di mesjid kantor. Berawal dari mangkir sesaat dari kerjaan dengan kedok mendengarkan ceramah, saya malah terbawa dengan kajian-kajian menarik yang disampaikan oleh uztad-uztad tamu. Saya jadi teringat kembali ketika saya masih SD atau SLTP, di mana siaran televisi lebih didominasi oleh siraman rohani, dibanding banyolan dan sinetron yang citra Ramadhannya hanya terlihat dari baju muslimnya saja.</p>
<p>Dan terakhir, yang paling menyenangkan adalah, ketika bulan Ramadhan berakhir, kami sekeluarga bisa berkumpul bersama. Adik saya kembali dari Jatinangor untuk seminggu, Bapak saya juga libur seminggu, adik saya paling kecil juga liburan sekolah, sehingga Ibu saya jadi banyak temannya karena rumah jadi ramai, terlepas dari kenyataan bahwa hari Senin dan Selasa ini saya bekerja. Weekend kemarin kami sekeluarga nonton bareng Laskar Pelangi. Pas lebaran rencananya akan pergi ke Puncak bareng anggota keluarga yang lain.</p>
<p>Mungkin itulah yang ingin dirasakan oleh semua orang di negeri ini ketika menyambut Lebaran. Untuk berkumpul bersama dengan keluarga besar. Berbagi cerita dan kerinduan.</p>
<p>Ah lama-lama saya jadi makin melankolis. Pokoknya Ramadhan kali ini menyenangkan. Banyak kejadian menarik, banyak juga pencerahan. Kayaknya nggak cukup kalau semua ditulis di sini.</p>
<p>Dan akhir kata, sebelum terlambat, saya dan segenap keluarga ingin mengucapkan:</p>
<div style="text-align: center;"><span style="font-weight: bold;">Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H</span><br style="font-weight: bold;" /><span style="font-weight: bold;">Mohon Maaf Lahir dan Batin.</span></div>
<div style="text-align: center;">
<div style="text-align: left;">Semoga segenap amalan kita bulan ini bisa membawa kita kembali ke fitrah.</div>
<div style="text-align: left;">Selamat berlibur!</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2008/09/29/akhir-dari-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Idul Fitri 1428 H</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/10/12/idul-fitri-1428-h/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/10/12/idul-fitri-1428-h/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 23:26:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/10/12/idul-fitri-1428-h/</guid>
		<description><![CDATA[Di hari yang fitrah ini, Bram dan segenap keluarga mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Mohon maaf lahir dan batin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Buat yang liburan ke kampung halamannya, Met mudik!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/10/ketupat.jpg" align="right" />Di hari yang fitrah ini,<br />
Bram dan segenap keluarga mengucapkan:</p>
<p><strong>Taqabbalallahu Minna Wa Minkum.<br />
Mohon maaf lahir dan batin</strong></p>
<p><strong>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H.</strong></p>
<p>Buat yang liburan ke kampung halamannya, Met mudik!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/10/12/idul-fitri-1428-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bali Trip</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/08/07/bali-trip/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/08/07/bali-trip/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Aug 2007 08:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/08/07/bali-trip/</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah kesibukan menyelesaikan Tugas Akhir, saya dan teman-teman membuat keputusan aneh: Berlibur ke Bali. Rombongan keberangkatan dipimpin oleh Yudi Rizkiadi, S.T. (Harus pake gelar dong..), dan diikuti oleh Miri, Ridwan, Teguh, DJ, dan akhirnya saya. Di Bali sudah menunggu anggota rombongan yang lain yaitu Asri, pacarnya Yudi yang lagi kerja praktek di sana. Nggak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/08/bali-map.jpg" title="Bali Map" alt="Bali Map" align="right" />Di tengah kesibukan menyelesaikan Tugas Akhir, saya dan teman-teman membuat keputusan aneh: Berlibur ke Bali. Rombongan keberangkatan dipimpin oleh <a href="http://udhee.wordpress.com">Yudi Rizkiadi, S.T.</a> (Harus pake gelar dong..), dan diikuti oleh Miri, Ridwan, Teguh, DJ, dan akhirnya saya. Di Bali sudah menunggu anggota rombongan yang lain yaitu Asri, pacarnya Yudi yang lagi kerja praktek di sana.</p>
<p>Nggak tanggung-tanggung, kami menghabiskan waktu lima hari di sana. Mulai dari Senin malam, 23 Juli 2007 sampai Sabtu malam, 28 Juli 2007. Untuk akomodasi, rombongan menginap di rumah Kakek saya di Tohpati. Sarana transportasi pun disediakan oleh om saya. Makanya &#8216;ketua panitia&#8217; Yudi mengambil keputusan liburannya lima hari. Bukan begitu Yud?</p>
<p>Ke mana aja di Bali? Pertanyaan itu yang biasanya ditanyakan orang pas pertama kali ketemu sama saya habis liburan. Berikut saya uraikan dari hari per hari.<span id="more-177"></span></p>
<p><strong>Selasa, 24 Juli 2007 : Lovina, Gitgit, Bedugul, Jimbaran<br />
</strong></p>
<p><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1036188454/CIMG5833JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1004/1036188454_5b4cc3b65e_m.jpg" title="CIMG5833.JPG" alt="CIMG5833.JPG" align="right" border="0" height="180" width="240" /></a>  Usai tiba di Bandara Ngurah Rai Bali, rombongan langsung berangkat ke Pantai Lovina, yang letaknya di dekat kota Singaraja. Tujuan kami adalah melihat lumba-lumba. Awalnya saya mengira di sana ada tempat pembiakan lumba-lumba. Ternyata lumba-lumbanya liar.</p>
<p>Pagi-pagi sekitar pukul 06:00, kami berangkat ke laut dengan menggunakan dua buah sampan. Setelah mengarungi lautan (nggak segitunya sih) sekitar satu setengah jam, barulah kami berhasil menemukan lumba-lumba tersebut. Warnanya hitam. Mereka bermunculan di sekitar perahu kami. Lucu-lucu loh <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Tapi kemunculannya selalu sebentar. Setelah itu kami harus menunggu lagi sampai muncul di tempat lain. Kami berhenti setelah tiga jam. Setelah puas melihat lumba-lumba dan panas matahari mulai terik. Sayang dari tiga jam itu tidak satupun dari kami berhasil mendapatkan foto lumba-lumbanya.</p>
<p>Dari pantai Lovina, rombongan bergerak ke air terjun GitGit. Sebenernya air terjunnya biasa aja sih. Kayaknya di Bandung juga ada yang kayak gitu. Tapi kami cukup lama menghabiskan waktu di sana. Untuk apa? Foto-foto! Orang bule yang datang ke sana sampai geleng-geleng kepala deh liat rombongan kampungan ini.</p>
<p>Selanjutnya adalah Bedugul. Di sini juga ada Pura di tepi Danau. Bagus. Waktu kami juga habis di sini buat foto-foto. Tapi turis lain juga foto-foto sih. Cuma beda objek. Kalo orang bule, yang difoto itu kebanyakan objek wisatanya. Sementara orang Indonesia, yang difoto kebanyakan adalah diri sendiri di depan objek wisata, dengan berbagai pose. <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perjalanan hari itu berakhir selepas dari Bedugul dan kami mendatangi rumah Kakek saya di Tohpati. Sebenarnya Kakek saya sudah tidak ada. Jadi yang menempati rumah itu ya om saya, Wa Rugug, yang meminjamkan mobil itu.</p>
<p>Malamnya, ketua panitia mengajak kami untuk makan di Jimbaran. Tempatnya bagus banget!</p>
<p>Beberapa foto kami pada hari pertama dapat dilihat di bawah (Klik untuk memperbesar).<br />
<a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035379115/DSCI0244JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1178/1035379115_7fc7dcbcb4_s.jpg" alt="DSCI0244.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035361883/DSCI0254JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1315/1035361883_947534d807_s.jpg" alt="DSCI0254.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035425991/DSCI0258JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1156/1035425991_8bc9caf6c2_s.jpg" alt="DSCI0258.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035391035/DSCI0286JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1140/1035391035_3c06edac0c_s.jpg" alt="DSCI0286.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1036292728/CIMG5901JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1300/1036292728_7658335be5_s.jpg" alt="CIMG5901.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1036306388/DSC00439JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1402/1036306388_08f6f65d1a_s.jpg" alt="DSC00439.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035505145/DSCI0347JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1053/1035505145_f1b130c34d_s.jpg" alt="DSCI0347.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><br />
<strong>Rabu, 25 Juli 2007 : Tanjung Benoa, Kuta<br />
</strong></p>
<p><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035491271/CIMG5926800600JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1161/1035491271_ac5bd68ef8_m.jpg" title="CIMG5926_800600.JPG" alt="CIMG5926_800600.JPG" align="right" border="0" height="180" width="240" /></a> Pada hari ini kami menghabiskan sebagian besar waktu di Tanjung Benoa. Kami menjajal <em>parasailing, banana boat, snorkling</em>, <em>jet ski</em>, dan mengunjungi Pulau Penyu. Hm, thanks to Pasifik Bali Bahari, yang udah menemani kami melakukan itu semua. Kebetulan yang punya itu lagi-lagi Om saya, jadi kami semua ditraktir untuk bermain semua itu! Terima kasih Om..</p>
<p>Malamnya kami semua jalan-jalan di Kuta. Hm, nggak ada yang terlalu spesial sih di sini. Sempet ngeliatin monumen Bom Bali juga sih. Kuta masih gitu-gitu aja. Tapi Asri menunjukkan sebuah tempat makan yang murah di Kuta, yang ada di dalam jl. Legian. Kami pun makan di sana.</p>
<p>Malamnya Yudi pulang ke Bandung. Soalnya ada wawancara katanya. Tapi perjalanan belum selesai. Masih ada tiga hari lagi.</p>
<p>Foto lain:</p>
<p><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035477681/DSCI0401JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1013/1035477681_7df1ea14d6_s.jpg" alt="DSCI0401.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1036363954/DSCI0399JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1157/1036363954_68ef043b16_s.jpg" alt="DSCI0399.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035524219/DSCI0424JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1145/1035524219_d664546bbf_s.jpg" alt="DSCI0424.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1036322386/CIMG5957JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1201/1036322386_cf97a0d7f2_s.jpg" alt="CIMG5957.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035543135/DSCI0217JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1112/1035543135_ae3a6a1c93_s.jpg" alt="DSCI0217.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a></p>
<p><strong>Kamis, 26 Juli 2007 : GWK, Dreamland, Uluwatu, Tanah Lot<br />
</strong></p>
<p><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1036504250/DSCI0517JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1396/1036504250_411ccd6e80_m.jpg" title="DSCI0517.JPG" alt="DSCI0517.JPG" align="right" border="0" height="180" width="240" /></a> Tempat wisata di Bali itu banyak banget. Pada hari ketiga kami masih punya lusinan daftar tempat yang ingin dikunjungi. Akhirnya untuk hari ini kami memutuskan untuk melihat Garuda Wisnu Kencana (GWK), pantai Dreamland, Pura di Uluwatu, dan Tanah Lot.</p>
<p>GWK sampai sekarang belum jadi-jadi. Tapi ada yang baru sejak saya terakhir mengunjunginya lima tahun lalu (udah lama banget ya?). Udah ada kepala Garudanya. Kalau dulu sih adanya cuma badan Wisnu doang. Sebenarnya dua &#8216;item&#8217; itu sih udah besar banget. tapi sebenarnya yang mau dibangun itu jauh lebih besar lagi. Bisa dilihat di foto sebelah kiri.</p>
<p>Entah kapan patung GWK ini selesai. Katanya sih sekarang kurang dana. Jadi pembangunannya belum dilanjutkan. Padahal patung raksasa ini idenya udah muncul sejak tahun 1993 oleh Joop Ave, menteri pariwisata Indonesia saat itu, dan direalisasikan sejak tahun 2002. Kalau patung ini sudah jadi, tingginya bakal mengalahkan patung Liberty di Amerika Serikat. Luar biasa. Benar-benar proyek mercusuar dari pemerintah kita.</p>
<p>Selanjutnya kami bergerak ke Pantai Dreamland. Di sekitar pantai tersebut terdapat sebuah komplek perumahan raksasa, yang katanya dimiliki oleh Tommy Soeharto. Kelihatannya pantai ini merupakan bagian eksklusif dari kompleks tersebut. Pantai ini bagus banget. Pasirnya putih, ombaknya besar, luas banget, dan masih sepi. Tapi isinya orang bule semua. Saya sampai bingung yang turis asing itu kami atau mereka.</p>
<p>Setelah Dreamland, kami menuju Uluwatu. Kami berkunjung ke sebuah Pura Luhur. Pura itu letaknya di tebing tepat di pinggir laut. Pemandangannya bagus banget. Orang Bali sepertinya memang pintar memilih tempat. Di sana juga banyak monyetnya, seperti di Sangeh. Jadi kami juga sambil memberi makan monyet-monyet itu.</p>
<p>Tujuan terakhir, Pura Tanah Lot. Pura ini letaknya di tepi pantai. Tempat ini terkenal dengan Sunsetnya. Dari sekian banyak tempat yang kami kunjungi hari ini, Tanah Lot-lah yang paling ramai. Banyak sekali pengunjung yang datang untuk sekedar melihat atau mencoba mengambil gambar sunset tersebut. Sayang waktu itu langit sedang berawan, sehingga pemandangan matahari terbenamnya kurang bagus.</p>
<p>Foto lain:</p>
<p><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035553365/DSCI0322JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1305/1035553365_c0d549d15f_s.jpg" alt="DSCI0322.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035567977/DSCI0343JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1007/1035567977_8f9a93d80a_s.jpg" alt="DSCI0343.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1036432376/DSCI0355JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1142/1036432376_f1a01b6a15_s.jpg" alt="DSCI0355.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035593455/DSCI0371JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1292/1035593455_437114dcdd_s.jpg" alt="DSCI0371.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035601525/DSCI0376JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1057/1035601525_d4bda039c7_s.jpg" alt="DSCI0376.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035608275/DSCI0421JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1164/1035608275_e7e6f870be_s.jpg" alt="DSCI0421.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035619833/DSCI0440JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1210/1035619833_30126310c9_s.jpg" alt="DSCI0440.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035632183/DSCI0439JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1211/1035632183_2f950e3d97_s.jpg" alt="DSCI0439.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035646151/DSCI0457JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1228/1035646151_8e0a03e2f7_s.jpg" alt="DSCI0457.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035657827/DSC00462JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1316/1035657827_82f7c20339_s.jpg" alt="DSC00462.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035664051/DSC00460JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1107/1035664051_b0a2f73e8c_s.jpg" alt="DSC00460.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035671015/DSCI0515JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1262/1035671015_3cd10eecae_s.jpg" alt="DSCI0515.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a></p>
<p><strong>Jumat, 27 Juli 2007 : Sukawati, Ubud, Batubulan<br />
</strong></p>
<p><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1036553958/DSCI0577JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1288/1036553958_4afc6e64aa_m.jpg" title="Bebek Bengil di Ubud" alt="Bebek Bengil di Ubud" align="right" border="0" height="180" width="240" /></a> Hari Jumat ini diisi oleh berkunjung ke Pasar Sukawati, Ubud, dan menonton Tari Kecak di Batubulan.</p>
<p>Miri dan DJ, oknum wanita yang tersisa di rombongan kami, menghabiskan waktu tiga jam di Sukawati! Mereka dengan gigih menawar harga barang di sana hingga murah banget. Sementara oknum pria menyempatkan diri Shalat Jumat dulu saat mereka berjuang. Saking murahnya tawaran dari mereka, selain memborong banyak barang dari sana, kami juga menerima banyak hujatan.</p>
<p>Suasana di Sukawati boleh dibilang seperti neraka buat saya. Ketika kami baru masuk ke sana, seluruh penjual sudah siap di sisi kanan dan kiri berteriak memanggil untuk datang ke tokonya (ga bisa dibilang toko juga sih). Kami ditarik-tarik (secara fisik) oleh setiap penjual. Omongan dipotong dengan tawaran barang-barang yang selalu sama di setiap toko, dan ketika kita akan meninggalkan tempatnya, dia akan terus memanggil memohon belas kasihan untuk membeli. Saya juga harus hati-hati dalam melihat. Ketika penjual sudah menangkap mata kita melihat barang di tokonya, maka kita akan digerogoti oleh tawarannya.</p>
<p>Maka dari itu, jika anda menginginkan kenyamanan belanja, saya tidak rekomendasikan Sukawati, lebih baik ke Erlangga. Sebuah toko yang terletak di Denpasar. Barang-barang yang dijual di sana komplit, dan harganya hanya sedikit di atas Sukawati. Tapi sudah dilabel. Seperti belanja ke supermarket saja.</p>
<p>Setelah tersiksa di Sukawati rombongan bergerak ke Ubud. Karena belum makan siang, kami berniat makan Bebek Bengil di sana. Kan terkenal tuh. Tadinya kami kira Bebek Bengil itu adalah salah satu jenis makanan. Ternyata itu adalah sebuah restoran. Kami pun akhirnya makan di restoran itu. Enak-enak loh.</p>
<p>Buat informasi saja, harga makanan di restoran itu mahal banget! Dari sudut pandang mahasiswa tentunya. Kami sempat kaget ketika melihat menu, tapi malu banget kalau keluar lagi. Jadi ya sudahlah. Hahaha..</p>
<p>Malamnya, kami menonton Tari Kecak di Batubulan. Dan terus terang, saya kecewa! Saya pikir karena orang Bali yang menari jadi akan berkualitas. Mereka sama sekali nggak total menarikannya. Ada yang senyum-senyum ama temannya, ada yang sempat ngobrol, gerakannya ga kompak, banyak deh. Setelah tari kecak itu ada dua tarian lagi, tapi keduanya ga banyak membuat saya terkesan. Jauh lebih terkesan ketika ngelihat upacara adat bali sebenarnya. Mungkin karena para penari itu udah bosen ya, setiap hari menarikannya.</p>
<p>Tari Kecak dan Barong memang selalu ditampilkan setiap hari di tempat-tempat tertentu, salahsatunya Batubulan itu. Tari Kecak diselenggarakan pada malam hari, mulai 06:30 sampai 07:30. Sementara Barong itu mulai pukul 09:00 pagi. Harga tiket masuknya mahal banget. Rp. 50.000,00. Harga turis asing. Turis lokal tidak mendapat keringanan harga. Makanya yang banyak nonton itu turis asing. Waktu nonton tari kecak ini, sepertinya hanya kami turis lokal yang menonton. Sisanya ada dari Jepang, Korea, Australia, dan lain-lain.</p>
<p><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1036532174/DSCI0561JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1273/1036532174_8e7f27ab0e_s.jpg" alt="DSCI0561.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1036553958/DSCI0577JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1288/1036553958_4afc6e64aa_s.jpg" alt="DSCI0577.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035711599/DSCI0593JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1199/1035711599_2cf57aa3bc_s.jpg" alt="DSCI0593.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a></p>
<p><strong>Sabtu, 28 Juli 2007 : Monumen Perjuangan, Erlangga, Hutan Mangrove<br />
</strong></p>
<p><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1036577160/DSC00483JPG.html" class="tt-flickr"></a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1036577160/DSC00483JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1310/1036577160_5237e02e95.jpg" alt="DSC00483.JPG" border="0" height="120" width="500" /></a></p>
<p>Hari terakhir nih. Pada hari terakhir ini kami berkunjung ke Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Erlangga, dan  Hutan Mangrove (Bakau). Malamnya kami langsung pulang kembali ke Jakarta.</p>
<p>Seperti namanya, Monumen Perjuangan Rakyat Bali banyak berisikan mengenai perjuangan rakyat Bali. Bangunannya sangat besar dan bagus. Masih baru soalnya. Di dalamnya ada diorama mengenai sejarah Bali sampai Indonesia merdeka. Ada juga lukisan-lukisan yang menggambarkan perjuangan tersebut. Selain itu, seperti di Monas, di atas monumen tersebut tempat untuk melihat kota Bali di sekeliling monumen itu.</p>
<p>Perjalanan terakhir kami adalah ke Hutan Mangrove. Hutan ini merupakan hasil budidaya perusahaan Jepang dulunya, namun belakangan mereka menghentikan investasi di sini. Namanya sudah cukup menjelaskan. Isinya pohon Bakau semua. Tempatnya bagus buat jalan-jalan. Berhubung sesi perjalanan terakhir, kami menghabiskan waktu dengan makan siang (pakai bekal), jalan-jalan, dan (seperti biasa) foto-foto di sini.</p>
<p>Foto lain:</p>
<p><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1035717055/DSC00476JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1148/1035717055_56e9c822c0_s.jpg" alt="DSC00476.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a><a href="http://brahmasta.net/gallery/photo/1036585456/DSC00512JPG.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1350/1036585456_11ef252d21_s.jpg" alt="DSC00512.JPG" border="0" height="75" width="75" /></a></p>
<p>Hutan Mangrove tadi menjadi penutup liburan kami ke Bali. Malamnya kami berangkat ke Bandara Ngurah Rai untuk kembali ke Jakarta. Ternyata liburan bareng teman-teman itu sangat menyenangkan. Semoga tahun depan masih bisa diadain jalan-jalan gini. Tempat wisata di Indonesia masih banyak kan?</p>
<p>Untuk foto, sebenarnya sih masih banyak foto lain. Cuma belum sempat saya <em>upload</em>. Sebagian besar foto diambil oleh saudara Ridwan yang sepertinya belakangan menemukan hobi barunya: fotografi.</p>
<p>Oh iya, di selama di sana kami diantar oleh Pa Nengah Sudarma dan sepupunya,  Pak Ketut. Mereka memiliki jasa peminjaman sopir dan mobil selama di Bali. Harganya sangat bersaing! Kalau ada yang mau ke Bali dan butuh sopir dan mobil murah, hubungi saya aja <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Liburan yang menyenangkan. Setelah ini, deadline menunggu. Semangat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/08/07/bali-trip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Piala Asia 2007: Catatan dan Tips</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/07/12/piala-asia-2007-sedikit-catatan-dan-tips/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/07/12/piala-asia-2007-sedikit-catatan-dan-tips/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2007 01:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Football]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/07/12/piala-asia-2007-sedikit-catatan-dan-tips/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya dua hari lalu saya bisa duduk di Gelora Bung Karno menyaksikan timnas Indonesia berlaga. Seru banget. Animo penontonnya luar biasa. Mungkin berkat penonton jugalah Indonesia bisa menang kemarin. Ternyata nonton di stadion itu beda banget sama nonton di televisi. Apalagi kalau stadionnya sebesar Gelora Bung Karno. Pertandingan boleh dibilang berlangsung sukses. Tapi menurut saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya dua hari lalu saya bisa duduk di Gelora Bung Karno menyaksikan timnas Indonesia berlaga. Seru banget. Animo penontonnya luar biasa. Mungkin berkat penonton jugalah Indonesia bisa menang kemarin. Ternyata nonton di stadion itu beda banget sama nonton di televisi. Apalagi kalau stadionnya sebesar Gelora Bung Karno.</p>
<p>Pertandingan boleh dibilang berlangsung sukses. Tapi menurut saya banyak yang harus diperbaiki dari panitia. Banyak penonton yang merasakan ketidaknyamanan. Terutama yang membeli tiket secara <em>online</em> dan yang belum sempat menukarkan kuitansi pembelian menjadi tiket pada hari-H. Nasib mereka luntang-lantung sampai akhirnya berhasil masuk sedikit sebelum pertandingan dimulai. Panitia terlihat sekali tidak punya wawasan yang sama untuk pelayanan buat penonton. Jadi banyak penonton yang dilempar sana-sini gak jelas.</p>
<p><span id="more-172"></span>Selain itu, saya sedih juga lihat suporter Indonesia. Beberapa tingkahnya destruktif. Seperti menyerbu Gedung Squash (tempat penjualan tiket) karena tidak mendapat tiket masuk, memberikan sorakan penghinaan ketika lagu kebangsaan Bahrain diputar, dan ngejebol pagar-pagar.</p>
<p>Oh ya, saya kemarin juga ketemu dengan penonton asal Inggris yang juga membeli tiket secara <em>online</em>. Saya sempat ngobrol ama dia sebentar. Dia sendirian dan juga luntang-lantung nasibnya ga jelas buat bisa masuk. Dia bilang tujuannya datang ke Indonesia adalah <em>Just for football</em>! Dua temannya yang lain datang ke Thailand. Tapi dia lebih memilih ke Indonesia. Mungkin pertandingannya di sini lebih menarik kali ya? Selain itu, dia juga maklum dengan kerusuhan yang ada di luar stadion sebelum pertandingan. Itu hal yang biasa. Dia malah bilang, pada Piala Afrika di Mesir kemarin keadaannya jauh lebih buruk. Udah jalan ke mana aja tuh orang?</p>
<p>Dari pengalaman kemarin, saya ada beberapa tips buat yang mau nonton:</p>
<ol>
<li>Masalah <strong>pembelian tiket</strong>, tempatnya ada di <strong>Gedung Squash Gelora Bung Karno</strong> pada <strong>hari sebelum pertandingan</strong>. Saya nggak tahu apakah tiketnya masih ada atau tidak. Cari infonya sejauh ini cuma bisa dilakukan dengan mendatangi gedung itu. <strong>Kalau mau beli pada hari-H,</strong> (sangat <strong>tidak direkomendasikan</strong>), datangi saja <strong><em>counter </em>tiket warna ungu yang ada di setiap pintu masuk stadion</strong>. Bukanya beberapa jam sebelum pertandingan, tapi antriannya panjang banget. Alternatif lain pada hari-H sih, ya calo. Kalau terpaksa mau beli tiket sama calo, mendingan pas pertandingannya udah hampir mulai aja. Dia bakal ngasih harga sama dengan harga asli. Teman saya kemarin iseng-iseng nanyain soalnya.</li>
<li>Kalau sudah <strong>membeli tiket secara <em>online</em></strong><em>, </em>tukarkan pada har-H tiga jam sebelum pertandingan dan langsung minta panitia supaya bisa masuk ke Gedung Squash, kalau counter untuk penukaran <em>online </em>di depan Mesjid Albina tidak dibuka. Banyak panitia nggak ngerti masalah penukaran tiket <em>online</em> ini. Jadi pastikan anda bisa ke Gedung Squash, karena yang tahu kebanyakan orang di dalam sana.</li>
<li>Kalau sudah <strong>membeli tiket beberapa hari sebelumnya</strong>, <strong>jangan tukar kuitansi menjadi tiket pada Hari-H!</strong> Hal itu bakal mempersulit panitia, dan anda pun jadi luntang-lantung ga jelas. Kemarin pada pertandingan Indonesia-Bahrain, penukaran tiket gak bisa dilakukan karena tiketnya habis (kok bisa ya?) dan Gedung Squashnya hancur diserbu massa suporter Indonesia yang minta diijinin masuk dan belum membeli tiket. Kaca-kaca ampe pecah. Mengerikan sekali.</li>
<li>Tempat parkir di dalam Gelora Bung Karno selama pertandingan cuma ada satu, yaitu di depan gedung JCC. <strong>Lebih baik jika Anda parkir di gedung-gedung lain di sekitar</strong> sana. Misalnya di Plaza Senayan. Jarak tempuhnya sama, dan lebih aman.</li>
<li>Perhatikan pertandingan dengan seksama, sebab ternyata <strong><em>bigscreen </em>di stadion gak memutar <em>reply</em></strong> kalau terjadi kejadian-kejadian menarik.</li>
</ol>
<p>Mungkin ada yang mau menambahkan?</p>
<p>Mari kita dukung timnas Indonesia! Ini kandang kita! <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/07/12/piala-asia-2007-sedikit-catatan-dan-tips/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjualan Tiket Piala Asia 2007</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/07/02/penjualan-tiket-piala-asia-2007/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/07/02/penjualan-tiket-piala-asia-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 09:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Football]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/07/02/penjualan-tiket-piala-asia-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi, saya akhirnya berhasil membeli sejumlah tiket buat nonton langsung Piala Asia. Ada dua pertandingan yang bakal saya tonton. Indonesia vs. Bahrain dan Indonesia vs. Arab Saudi.Ada dua alternatif pembelian tiket, yaitu pemesanan online dan beli tiket langsung. Menariknya, informasi penjualan tiket ini malah saya temukan di blog saudara elzafir, bukan di situs PSSI. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/07/ac2007-logo-white-001.jpg" title="ac2007-logo-white-001.jpg"><img src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/07/ac2007-logo-white-001.jpg" align="right" /></a></p>
<p>Tadi pagi, saya akhirnya berhasil membeli sejumlah tiket buat nonton langsung Piala Asia. Ada dua pertandingan yang bakal saya tonton. Indonesia vs. Bahrain dan Indonesia vs. Arab Saudi.Ada dua alternatif pembelian tiket, yaitu <a href="http://www.axcess.com.my/afc2007/indo/afc_details.asp?id=9190260453618501588570981584631458069913">pemesanan <em>online</em></a> dan beli tiket langsung. Menariknya, informasi penjualan tiket ini malah saya temukan di <a href="http://elzafir.wordpress.com/2007/06/24/tiket-piala-asia-2007/">blog saudara elzafir</a>, bukan di <a href="http://www.pssi-football.com/id/index.php">situs PSSI</a>. Situs PSSI hanya menyediakan <em>link</em> ke pemesanan <em>online, </em>yang<em> </em>sudah ditutup tanggal 1 Juli kemarin.</p>
<p><span id="more-170"></span>Selain bisa dipesan secara <em>online</em>, tentunya tiket juga bisa dibeli langsung. <em>Counter</em> penjualan tiket tersedia di Gedung Squash Gelora Bung Karno, di Pintu VIII. Masuknya via jalan Pintu Satu Senayan, dekat Mesjid Al-Bina. Saya sempat muter-muter keliling kompleks Senayan nyariin tempat tiket itu. Ga ada petunjuk sama sekali, baik spanduk, baligo, atau apapun. Harus nanya-nanya. Saya baru berhasil menemukan spanduk di tempat penjualan tiketnya. Bisa dilihat pada gambar di bawah.</p>
<p><a href="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/07/jualtiket.JPG" title="jualtiket.JPG"></a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/07/jualtiket.JPG" title="jualtiket.JPG"><img src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/07/jualtiket.JPG" alt="jualtiket.JPG" /></a></p>
<p>Meski Piala Asia tinggal lima hari lagi, ternyata tiketnya masih sisa banyak. Saya agak terkejut. Ini <em>event </em>besar, tapi kayaknya orang Indonesia <em>nggak</em> antusias ya menyambutnya. Kenapa ya? Apa karena kita menjadi tuan rumah bersama, bareng Malaysia, Vietnam, dan Thailand? Atau karena kita udah <em>nggak </em>peduli sama sepakbola nasional? Piala Dunia 2006 lalu terasa jauh lebih heboh. Padahal kita semua <em>nggak</em> terlibat di dalamnya, selain jadi penonton.</p>
<p><strike>Di luar itu, saya salut loh ama panitianya. Kenapa? Saya dilayani dengan baik sekali.</strike> Saya ada sedikit masalah karena sebelumnya telah memesan sebagian tiket <em>online, </em>dan mereka khawatir datanya nggak sampai. Soalnya sebelumnya sempat beberapa kali kejadian. Beberapa panitia sampai bolak-balik ngurusin itu. Saya jadi sedikit nggak enak. Padahal, boleh dibilang saya hanya konsumen kecil yang hanya membeli tiket kategori tiga (seharga 25 ribu) dengan jumlah di bawah sepuluh. Saya melihat beberapa pembeli lain yang bayarnya ampe juta-jutaan di sana. Tapi sama sekali nggak dibedakan pelayanannya. Bagus deh!</p>
<p>Mumpung tiket masih banyak, buruan beli! Tinggal beberapa hari lagi loh. Mari kita dukung timnas Indonesia di Piala Asia 2007!</p>
<p><em>UPDATE 16 Juli 2007:<br />
</em>Kinerja panitia sangat buruk. Mengecewakan. <span style="font-style: italic">Nothing else to say</span>. Udah capek.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/07/02/penjualan-tiket-piala-asia-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>149</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Pendidikan Nasional</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/05/02/hari-pendidikan-nasional/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/05/02/hari-pendidikan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2007 13:42:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/05/02/hari-pendidikan-nasional/</guid>
		<description><![CDATA[Apa kabar pendidikan di Indonesia? Tidak semua masyarakat kita merasakan pendidikan yang layak. Namun kontrasnya, tidak semua orang-orang beruntung yang berhasil mengenyam pendidikan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk membentuk diri menjadi seorang manusia terdidik. Apa kabar para pejuang pendidikan Indonesia? Kami masih membutuhkanmu untuk membuka mata kami dengan balasan tak seberapa. Anda memang pahlawan tanpa tanda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa kabar pendidikan di Indonesia?</p>
<p>Tidak semua masyarakat kita merasakan pendidikan yang layak. Namun kontrasnya, tidak semua orang-orang beruntung yang berhasil mengenyam pendidikan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk membentuk diri menjadi seorang manusia terdidik.</p>
<p>Apa kabar para pejuang pendidikan Indonesia?</p>
<p>Kami masih membutuhkanmu untuk membuka mata kami dengan balasan tak seberapa. Anda memang pahlawan tanpa tanda jasa.</p>
<p>Selamat Hari Pendidikan Nasional!</p>
<p>Semoga tidak para hari ini saja kita mengingat bahwa pendidikan itu penting.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/05/02/hari-pendidikan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar atau Promosi?</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/05/02/seminar-atau-promosi/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/05/02/seminar-atau-promosi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2007 02:51:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/05/02/seminar-atau-promosi/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, saya mengikuti sebuah seminar yang diadain Kedutaan Besar Australia. Judulnya IT Job Myth, 21st Century Career in IT. Saya datang bersama beberapa teman, ada Ridwan, Yudi, Miri, Ronny, Febrian, Aulia, dan Helen. Kami juga ditemani oleh Kaprodi Informatika, Pak Sukrisno. Kok saya bisa ikut? Kebetulan waktu itu ada email yang nawarin delapan pendaftar pertama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin, saya mengikuti sebuah seminar yang diadain Kedutaan Besar Australia. Judulnya <em>IT Job Myth, 21st Century Career in IT</em>. Saya datang bersama beberapa teman, ada Ridwan, <a href="http://udhee.wordpress.com/">Yudi</a>, Miri, Ronny, <a href="http://febrianaris.wordpress.com">Febrian</a>, <a href="http://www.aulia-ra.org/">Aulia</a>, dan Helen. Kami juga ditemani oleh Kaprodi Informatika, Pak Sukrisno. Kok saya bisa ikut? Kebetulan waktu itu ada email yang nawarin delapan pendaftar pertama buat ikut cuma-cuma seminar ini. Iseng-iseng berhadiah, saya pun daftar aja, setelah diajakin Miri.</p>
<p>Ketika mendengar judul dari seminar itu pertama kali, saya punya ekspektasi tinggi. Saya membayangkan bakal ada sebuah pencerdasan kepada saya tentang mitos-mitos pekerja IT dan kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh orang IT saat ini. Terus saya membayangkan juga bakal ada gambaran <em>trend</em> perkembangan IT di masa depan seperti apa.</p>
<p>Tapi ternyata itu berlebihan.</p>
<p><span id="more-147"></span>Jadi sebenarnya apa yang terjadi? Kemarin itu adalah sebuah seminar yang mengundang mahasiswa-mahasiswa IT dari berbagai kampus di Indonesia. Ada dari UI, Maranatha, Budi Luhur, banyak deh. Entah ada berapa warna jas almamater di sana. Kami disuguhkan dua buah presentasi. Emang ada sih konten presentasi yang nyenggol-nyenggol ke arah judulnya, tapi sedikit.</p>
<p>Presentasi pertama adalah dari seorang Doktor dari <a href="http://www.bond.edu.au/">Bond University Australia</a>, mengenai <em>IT Job Myth</em> ini. Slide presentasinya dilengkapi dengan gambar-gambar dan logo universitas tersebut. Tadinya sih saya pikir yah mungkin karena dia dari sana. Tapi tiba-tiba pada akhir presentasi, dia bercerita tentang bagaimana universitasnya menyelesaikan masalah-masalah yang dia ceritakan. Pada saat itu saya masih berpikir wajar, mungkin sekalian promosi.</p>
<p>Presentasi kedua disajikan oleh mahasiswa Indonesia yang melakukan studi di Australia. Dan betapa kagetnya saya ketika tahu bahwa yang dia presentasikan itu adalah bagaimana dia kuliah di Bond University ini! Mulai dari berapa hari kuliah di sini, akomodasinya gimana, fasilitas-fasilitas di Bond University seperti apa, tempat wisata di dekat situ apa aja, dan lain-lain. Dia menceritakan betapa &#8220;wah&#8221;-nya kuliah di sana. Promosi banget. Promosi tentang bagaimana kita bisa menjalani &#8220;hidup enak&#8221; di sana. Tidak ada penjelasan dari sisi akademis sama sekali mengenai apa yang diajarkan, penelitian apa aja yang sedang berjalan di sana, atau apapun deh yang berbau akademis. Padahal dia mestinya tahu kan kalo penontonnya  mahasiswa IT semua?</p>
<p>Total jendral, seluruh acara berlangsung sekitar dua jam lebih. Mulai jam 9 sampai jam 11 lewat. Ada sesi tanya jawabnya yang anehnya cuma 15 menit. Udah gitu, moderator sesi tanya jawabnya menasehati kami untuk lebih banyak bertanya sebelum langsung menutup acara tanya jawab. Jadi kapan mau nanya? Setelah tanya jawab, acara terakhir kami dapat sedikit makanan dan minuman dalam sesi acara yang disebut <em>Morning Tea</em>. Habis itu pulang deh.</p>
<p>Jadi apa aja yang saya dapet dari materi IT Job Myth ini? Beberapa yang saya inget sih,</p>
<ul>
<li>Saat ini perkembangan IT kembali meningkat setelah kejatuhan era dotcom pada sekitar tahun 2000, yang membuat orang berpikir bahwa IT tidak penting. Perkembangan ini tidak akan mengalami kejatuhan lagi, karena pendekatannya berbeda. Jika pada era dotcom tersebut, bisnis didasarkan pada teknologi apa yang muncul dan dikembangkan, maka saat ini teknologi yang dikendalikan oleh bisnis. Jadi teknologi besar penggunaannya karena bisnis butuh itu. Makanya tidak akan sampai terjadi di mana teknologi canggih dijual, sementara ga ada yang bisa dan perlu memakainya.</li>
<li>Menjadi pekerja IT itu gak selalu terlibat dengan pembangunan dan pengembangan perangkat lunak. Saat ini jenis pekerjaan IT semakin meluas. Contoh yang disebut adalah Customer Relationship Manager, yang mengelola hubungan dengan pelanggan, berkaitan dengan penggunaan CRM di perusahaannya.</li>
<li>Ada beberapa hal yang perlu dipelajari sebab akan banyak digunakan di masa datang, beberapa yang saya inget sih ada Knowledge Management, IT Infrastructure, dan terakhir Business Process. Dia menyebut bahwa orang IT sangat perlu memahami apa itu proses bisnis dan bagaimana itu berjalan.</li>
</ul>
<p>Itulah beberapa yang saya ingat dari materi kemarin. Lumayan sih, jadi nambah wawasan, tapi tetap menyebalkan karena seperti ada &#8220;penipuan&#8221; di sana. Jadi moralnya, kalo bikin seminar atau promosi, jelasin sebenarnya tujuan acaranya apa, sehingga penonton tidak salah presepsi. Orang mengekspektasi ada pembahasan ilmiah, ternyata dapetnya promosi studi ke Australia. Cuma satu universitas lagi.</p>
<p>Btw, informasi tambahan, kemarin kan acaranya berlangsung di Kedubes Australia di Jakarta. Prosedur pemeriksaan untuk masuk ke sana itu ketat banget. Mulai dari minta KTP, pemeriksaan tas, sampai ada pengambilan DNA (lewat <em>scan</em> tangan, ini kata Yudi sih..). Temboknya juga berlapis-lapis. Kadang saya berpikir mereka seperti tinggal di penjara. Tapi belakangan saya sadar sih, mereka wajar takut, soalnya pernah dibom tahun 2004 dulu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/05/02/seminar-atau-promosi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
