<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>/brahmasta/journal &#187; General</title>
	<atom:link href="http://brahmasta.net/category/general/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://brahmasta.net</link>
	<description>What is most personal is most general – Carl Rogers</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jul 2010 13:49:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Little Update</title>
		<link>http://brahmasta.net/2008/04/08/little-update/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2008/04/08/little-update/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 16:36:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2008/04/08/little-update/</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang penting dari blog adalah, harus diupdate berkala. Pertama, karena proses belajar tidak boleh berhenti (halah..). Kedua, untuk mendukung pernyataan bahwa blog bukan trend sesaat . Ketiga -yang terakhir, karena saya sudah membayar hostingan blog ini untuk satu tahun . Sudah sebulan saya tidak update blog ini. Banyak yang terjadi. Tapi tidak sempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu hal yang penting dari blog adalah, harus diupdate berkala. Pertama, karena proses belajar tidak boleh berhenti (halah..). Kedua, untuk mendukung pernyataan bahwa blog bukan <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/26/time/163732/idnews/900330/idkanal/398"><em>trend</em> sesaat</a> <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Ketiga -yang terakhir, karena saya sudah membayar hostingan blog ini untuk satu tahun <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Sudah sebulan saya tidak update blog ini. Banyak yang terjadi. Tapi tidak sempat ditulis di blog ini. Jadi, saya tulis aja <em>little update</em> ini.</p>
<p>Saya sekarang sudah bukan warga Bandung lagi. Kamar 213 di kosan Sumur Bandung 3, yang telah menjadi tempat tinggal selama 4 tahun (setengah tahun sisanya di kamar 201 <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) resmi tidak saya huni lagi. Saya malas menambah satu bulan lagi. Sebab kamar itu kebanyakan hanya dipakai buat tidur doang waktu di Bandung. Sementara frekuensi saya ke Bandung rencananya akan saya kurangi mulai bulan ini.</p>
<p>Sekarang fokus saya adalah mencari kerja. Jadi <em>jobseeker</em> lah katanya. Kerjaannya buka<em> email</em>, <a href="http://www.pcd.itb.ac.id/">PCD ITB</a>, <a href="http://www.jobsdb.com">JobsDB</a>, <a href="http://jobstreet.com">Jobstreet</a>, dan seterusnya. Kalo ada lowongan yang menarik, langsung kirim paket CV + <em>cover letter</em>. Entah udah berapa lamaran yang saya kirim. Setelah mengirim, tunggu saja nasib baik menghampiri. Hasilnya? Udah sejumlah <em>interview</em> dan psikotes telah saya jalani. Khusus psikotes, udah sampai hafal gambar seperti apa yang harus dibuat karena keseringan.</p>
<p>Sisanya, tidak ada yang istimewa, atau mungkin ada yang istimewa tapi tidak bisa ditulis <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Ok, semoga blog ini bakal lebih sering saya<em> update</em> deh kedepannya. Saya mau cari inspirasi dulu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2008/04/08/little-update/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Walrus and the Carpenter</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/05/05/the-walrus-and-the-carpenter/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/05/05/the-walrus-and-the-carpenter/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 May 2007 07:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/05/05/the-walrus-and-the-carpenter/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap awal bab pada buku Operating Systems : A Modern Perspective karya G.J Nutt, selalu ada sebuah quote. Sebenarnya penulisan quote ini tidak hanya ada pada buku tersebut. Misalnya buku-buku diktat kuliah Pak Rinaldi, yang punya kata-kata bijak setiap awal bab. Pada buku Operating Systems : A Modern Perspective tersebut ada satu quote yang teringat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap awal bab pada buku <em>Operating Systems : A Modern Perspective </em>karya G.J Nutt, selalu ada sebuah <em>quote</em>. Sebenarnya penulisan <em>quote</em> ini tidak hanya ada pada buku tersebut. Misalnya buku-buku diktat kuliah <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com">Pak Rinaldi</a>, yang punya kata-kata bijak setiap awal bab. Pada buku <em>Operating Systems : A Modern Perspective </em>tersebut ada satu <em>quote</em> yang teringat terus oleh saya, yang mengambil sebagian dari bait di bawah.</p>
<blockquote><p>&#8220;The time has come,&#8221; the Walrus said,<br />
&#8220;To talk of many things:<br />
Of shoes and ships and sealing-wax<br />
Of cabbages-and kings<br />
And why the sea is boiling hot<br />
And whether pigs have wings.&#8221;</p></blockquote>
<p>Sebenarnya saya inget <em>quote</em> itu karena ada salah seorang teman yang dijuluki &#8220;Walrus&#8221; oleh yang lain. Kalo nggak salah penyebabnya adalah waktu lagi rapat dia mendemonstrasikan posisi duduk yang mirip anjing laut. Jadilah kami menjulukinya &#8220;Walrus&#8221;. Padahal arti <em>walrus </em>sebenarnya bukan anjing laut. Walrus itu beruang laut.</p>
<p>Kemarin saya mencari sumber yang berkaitan dengan <em>quote</em> tersebut. Ternyata tulisan itu merupakan sebuah puisi berjudul &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_walrus_and_the_carpenter">The Walrus and The Carpenter</a>&#8221; yang dikarang oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lewis_Carroll">Lewis Caroll</a>, pada buku <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Through_the_Looking-Glass">Through the Looking-Glass</a>, yang dipublikasikan pada bulan Desember tahun 1871. Sang penulis asal Inggris ini sendiri memiliki nama asli Charles Lutwidge Dodgson. Salah satu karya lainnya yang terkenal adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alice%27s_Adventures_in_Wonderland">Alice&#8217;s Adventures in Wonderland</a>.</p>
<p>Tulisan lengkap dari puisi The Walrus and the Carpenter ini dapat dilihat di <a href="http://www.jabberwocky.com/carroll/walrus.html">sini</a>.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/05/glass21.gif" alt="glass21.gif" id="image254" /></p>
<p style="text-align: center"><em>Ilustrasi The Walrus and the Carpenter</em></p>
<p><span id="more-150"></span>Cerita yang dikandung oleh puisi tersebut lebih kurang sebagai berikut. Walrus dan Carpenter, dua tokoh antagonis, berjalan menyisiri pantai di sebuah malam yang terang (bingung ga?). Kemudian mereka mendatangi sekumpulan Oyster (Tiram) dan mengajak tiram-tiram tersebut untuk bergabung bersama mereka. Oyster sulung tidak menanggapi mereka, tapi yang lain akhirnya ikut. Pada akhirnya, semua tiram tersebut dimakan oleh Walrus dan Carpenter tersebut. Walrus pun akhirnya menyesali tindakannya, lebih karena sudah tidak ada makanan lagi.</p>
<p>Ada berbagai interpretasi dari puisi ini. Ada yang melihat dari sisi politik, bisnis, bahkan agama. Saya berhasil menemukan penjelasan dari sisi politiknya di <a href="http://www.alice-in-wonderland.net/explain/alice840.html">sini</a>. Contoh interpretasinya, misalnya pada bait &#8220;The time has come&#8230;&#8221; di atas:</p>
<blockquote><p>This is an example of a politicians sirens call to the people, once they have gathered 		their flock they keep them entranced with tales of the basic essentials. They start off 		making promises of things that appealto their listners.Or rather the things that the 		listners think they need, but in actality don&#8217;t &#8211; oysters have no need for shoes, ships, 		and sealing wax. Eventually the politicians degenerate into babbeling over overt useless 		issues, such as as flying pigs. Carroll also makes the point that if you pay special 		attention to their speeches, one can find subcurrents of issues that are in fact 		threatening your very happiness &#8211; i.e. seas that boil would make an oyster&#8217;s life hellish.</p></blockquote>
<p>Setelah menipu para Oyster tersebut dengan janji-janji yang sebenarnya tidak mereka butuhkan, akhirnya Walrus dan Carpenter memakan mereka. Menyedihkan. Termakan oleh omongan dan kepolosan. Kepolosan ini juga digambarkan dengan adanya Oyster, yang paling tua, yang tidak mempedulikan tawaran Walrus dan Carpenter, sementara  Oyster yang lain, yang masih muda pada ikut pada Walrus dan Carpenter tersebut. Oyster yang tertua sudah punya pengalaman, namun sayang pengalamannya tidak cukup untuk meyakinkan teman-temannya untuk tidak ikut.</p>
<p>Tiba-tiba saya jadi kepikiran, ada nggak sih <em>image</em> baik untuk politisi? Kok kesannya buruk terus? Ada yang berminat jadi politisi? <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/05/05/the-walrus-and-the-carpenter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berolahraga</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/01/17/bedanya-berolahraga-di-bandung-dan-rumbaiduri/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/01/17/bedanya-berolahraga-di-bandung-dan-rumbaiduri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2007 05:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/01/17/bedanya-berolahraga-di-bandung-dan-rumbaiduri/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, saya menghabiskan banyak waktu untuk olahraga. Paginya, lari pagi di sabuga sama. Sore, main tenis. Malemnya, diajakin lagi main biliar. Orang-orangnya hampir sama loh. Dasar.. kalo udah libur gini nih kerjaannya. Capek? Pasti. Pagi ini rasanya udah mau hibernasi. Sebenarnya ada acara main bulutangkis juga, tapi udah gak kuat, jadi tewas aja deh. Menikmati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin, saya menghabiskan banyak waktu untuk olahraga. Paginya, lari pagi di sabuga sama. Sore, main tenis. Malemnya, diajakin lagi main biliar. Orang-orangnya hampir sama loh. Dasar.. kalo udah libur gini nih kerjaannya.</p>
<p>Capek? Pasti. Pagi ini rasanya udah mau hibernasi. Sebenarnya ada acara main bulutangkis juga, tapi udah gak kuat, jadi tewas aja deh. Menikmati empuknya kasur.</p>
<p>Satu hal yang baru saya sadari kemarin adalah untuk berolahraga kita harus mengeluarkan uang. Salah satunya adalah untuk menyewa tempat. Untuk bermain tenis, sewa lapangannya dua puluh ribu rupiah per dua jam. Untuk main biliar, perjamnya lima belas ribu. Buat main tenis, kita butuh bola, dan bola itu lumayan loh harganya kalo beli. Kemarin saya sempat uring-uringan karena bolanya hampir hilang banyak. Untungnya pengguna lapangan sebelah baik. Mereka mengembalikan bola-bola kami.</p>
<p>Untuk main futsal juga, misalnya, harus keluar duit sekitar seratus ribu untuk nyewa lapangan. Biasanya anak-anak patungan masing-masing 5000,00-10000,00 rupiah, tergantung  dengan jumlah orang yang datang.</p>
<p>Saya memikirkannya sambil mengingat-ingat masa kecil saya di Rumbai dan Duri, &#8216;kampung&#8217; saya. Di mana semua fasilitas olahraga ada dan gratis. Enak memang punya orangtua kerja di perusahaan asing. Kehidupannya tidak nyata seperti sekarang ini. Keluarga pegawai tinggal di sebuah lingkungan perumahan yang biasa disebut <em>camp</em>. Di sana setiap pegawai (yang mau) memiliki rumah. Di <em>camp</em> tersebut, tersedia seluruh fasilitas olahraga. Ada lapangan tenis, bowling, basket, renang, softball, bahkan golf, yang dapat digunakan dengan gratis (kecuali bowling, yang bayar 100 perak per game kalo gak salah). Belum lagi lapangan sepakbola yang hampir selalu ada di setiap sekolah (SLTP, SLB, SMU Cendana, dan American School).</p>
<p>Hanya saja masalahnya kalau di sana beda. Saya susah nemuin teman-teman yang bisa diajak bermain. Frekuensi penggunaan lapangan yang paling tinggi adalah basket. Saya nggak suka main basket. Tiga olahraga yang paling saya minati itu bulutangkis, tenis, dan sepakbola.</p>
<p><span id="more-110"></span>***</p>
<p>Agak OOT, tapi mungkin gak ada salahnya kalo saya mencoba sedikit bercerita tentang gimana berolahraga di sana ya?<br />
Waktu SD dan SLTP, saya sampai memasang net bulutangkis di halaman rumah, dan sering menghabiskan sore bermain bersama Okki, teman dekat saya. Saat teman-teman saya menginginkan masuk tim basket atau sepakbola sekolah, saya malah pengen ikut turnamen bulutangkis. Tapi di mana? Haha.. Yang suka juga gak banyak. aneh. Padahal bulutangkis Indonesia lagi jaya-jayanya</p>
<p>Bosan karena gak ada teman main, akhirnya saya belajar tenis dan ikutan klub tenis yang baru dibentuk. Berpindah dari bulutangkis ke tenis gak gampang. Lama sekali saya berjuang buat bisa main agak bagus, berhubung saya juga nggak bakat olahraga sepertinya. Waktu itu ada tiga &#8220;divisi&#8221; untuk anggota klub. C3 buat yang baru belajar (biasanya anak-anak), C2 buat yang udah agak mendingan tapi masih aneh, dan C1 buat yang agak skill ke atas. Saat teman-teman saya udah mulai berpindah ke C1 atau emang dari awal di sana, saya masih menghabiskan beberapa lama di C2 baru akhirnya &#8216;naik pangkat&#8217;. Tapi anehnya saya masih aja semangat.</p>
<p>Toh akhirnya itu kebayar juga, pas akhir-akhir masa SLTP, ya main tenisnya udah agak mendingan dan bisa mengimbangi teman-teman yang lebih skill. Dampak lain yang kerasa, kondisi fisik saya jauh membaik. Lari keliling lapangan bola tujuh keliling bukan perkara sulit. Soalnya sering latihan fisik.</p>
<p>Waktu masa SLTP itu juga saya sering menghabiskan waktu bermain bola. Rasanya saya selalu tidak sabar menunggu jam pelajaran olahraga, karena guru olahraga saya selalu menyuruh anak-anak cowok main bola (Gak kreatif ya? Tapi saya seneng kok Pak :p). Sepakbola banyak mengubah saya dari seorang anak <em>gamefreak</em> menjadi pecinta olahraga. Waktu kelas satu SLTP saya gak bisa nendang bola. Kelas tiga masuk tim B sekolah (sebagai cadangan yang hampir tidak pernah dimainkan). Lumayan kan? <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Sayangnya, semua kesenangan berolahraga itu berakhir waktu SMU. Entah kenapa, teman-teman main saya pada males kalo diajakin olahraga. Nongkrong, main musik, jalan-jalan jadi pilihan utama. Nggak ada temen main jadinya ya males kan? Akhirnya jadi ikutan jarang olahraga juga. Kondisi fisik menurun. Sampai pas ujian akhir olahraga pas kelas tiga SMU, lari keliling lapangan bola beberapa kali udah bikin ngos-ngosan kayak kakek-kakek.</p>
<p>***</p>
<p>Kembali ke pembahasan sebelumnya, antara <em>hometown</em> saya (ceilee..) dan Bandung, fasilitas dan jumlah pemakainya terbalik. Di Bandung, mau olahraga sulit. Harus nyewa lapangan, kalo gak kebagian bisa dapet siang-siang bolong yang panas, terus tetep bayar mahal lagi, sementara di sana tinggal janjian terus memakai lapangan yang selalu kosong. Di Bandung, setiap mau main bola, bulutangkis, atau tenis, yang mau main banyak. Sampai kalo futsal itu mainnya ganti-gantian. Di sana, kalau mau main susah. Susah sekali mengumpulkan orang untuk berolahraga (kecuali basket).</p>
<p>Kasian nih, fasilitas olahraga kurang banyak, gak imbang ama penduduknya. Penduduknya kan jadi kurang sehat <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Hehe..</p>
<p>Ah.. Andai saja ada &#8220;pintu ke mana saja&#8221;-nya Doraemon.. <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  saya bisa ngajakin orang-orang di sini main bola di lapangan besar gratis! tidak perlu keluar tiga ratus ribu rupiah, dan gak terbatas dua jam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/01/17/bedanya-berolahraga-di-bandung-dan-rumbaiduri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Software Wars</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/01/15/software-wars/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/01/15/software-wars/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jan 2007 01:22:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/01/15/perang-software/</guid>
		<description><![CDATA[Kerajaan Microsoft harus berjuang keras Klik pada gambar atau ke sini untuk versi lebih besar dari situs sumbernya. Perang di tahun-tahun sebelumnya juga dapat dilihat di sini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kerajaan <a href="http://www.microsoft.com">Microsoft</a> harus berjuang keras <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://mshiltonj.com/software_wars/current/"><img width="500" height="375" border="0" alt="Software Wars" src="http://farm1.static.flickr.com/130/357637228_c6469ef421.jpg" /></a></p>
<p>Klik pada gambar atau ke <a href="http://mshiltonj.com/software_wars/current/">sini</a> untuk versi lebih besar dari situs sumbernya.</p>
<p>Perang di tahun-tahun sebelumnya juga dapat dilihat di <a href="http://mshiltonj.com/software_wars/">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/01/15/software-wars/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Isi Tas</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/01/14/isi-tas/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/01/14/isi-tas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jan 2007 00:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/01/14/isi-tas/</guid>
		<description><![CDATA[Hm, akhirnya saya bisa menjawab PR dari Frilo untuk membeberkan isi tas saya. Kalau Frilo dalam tasnya ada banyak dan lengkap banget, saya malah cenderung minimalis. Saya memang gak perlu bawa barang banyak-banyak ke kampus. Soalnya cuma berat-beratin aja. Mungkin kita mulai dari tasnya. Tas ini saya beli hampir setahun lalu waktu baru kedatangan Compaq [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" title="Sang Tas" id="image183" alt="Sang Tas" src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/01/tas.jpg" />Hm, akhirnya saya bisa menjawab PR dari <a title="beau jeune homme" href="http://frilofh.blogspot.com/">Frilo</a> untuk membeberkan isi tas saya. Kalau Frilo dalam tasnya ada banyak dan lengkap banget, saya malah cenderung minimalis. Saya memang gak perlu bawa barang banyak-banyak ke kampus. Soalnya  cuma berat-beratin aja.</p>
<p>Mungkin kita mulai dari tasnya. Tas ini saya beli hampir setahun lalu waktu baru kedatangan Compaq Presario v2388 kesayangan. Tas ini terdiri atas dua buah kantong kecil di depan, satu besar di tengah, dan satu tempat khusus meletakkan laptop. Kita lihat isinya dari per kantung saja ya?</p>
<p>Kantung kecil terdepan biasanya saya gunakan untuk menyimpan aksesoris laptop, seperti charger, mouse, dan headset. Gak ada yang perlu dijelasin lah ya?</p>
<p>Kantung kecil atas biasanya dipakai untuk menyimpan alat tulis, charger HP, Flashdisk, Jam tangan (kalau lagi males make), dan barang-barang kecil lainnnya.</p>
<p><img align="right" alt="Kumpulan Barang-Barang Penting" id="image185" title="Kumpulan Barang-Barang Penting" src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/01/ksm.jpg" />Sementara kantong besar tengah, ya biasalah, isinya buku. Ada juga isi yang lain yaitu kumpulan &#8220;barang-barang penting&#8221; perkuliahan, meliputi koleksi KSM dari tingkat I, kartu perpustakaan, kartu ngeprint prodi, transkrip nilai, dan kertas-kertas nggak penting (ini biasanya karena saya lupa ngeluarin. <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Biasanya juga ditambah dengan sekumpulan kertas kosong (soalnya saya nggak pakai buku catatan), yang bakal digunakan kalau dibutuhkan. Misalnya ada kuis atau tiba-tiba perlu mencatat.</p>
<p>Kantong besar terakhir, ya biasalah, isinya laptop Compaq saya itu.</p>
<p><img align="left" title="Laptop dan aksesorisnya" alt="Laptop dan aksesorisnya" id="image184" src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/01/laptop.jpg" />Seringkali saya malas membawa laptop ke kampus, karena komputer di lab masih sangat memadai. Akhirnya saya memakai tas selempang ijo yang sudah menemani saya selama dua tahun. Biasanya saya akan langsung memindahkan alat tulis, charger, Flashdisk, dan &#8220;barang-barang penting&#8221; yang ada di tas pertama ke tas ijo ini. Baru selanjutnya saya tambahkan kertas-kertas atau buku.</p>
<p>Oh iya, saya punya kebiasaan aneh. Kalau tas terasa terlalu ringan, terutama tas yang ijo itu (biasanya karena gak perlu bawa apapun), saya selalu menambahkan buku. Buku yang kira-kira akan saya baca sedikit di kampus. Meski kenyataannya saya nggak pernah baca buku itu. Kenapa? Ya rasanya gak afdol aja kalau tas terlalu ringan.</p>
<p>Hm, yak begitulah isi tas saya sehari-hari. Gimana punya Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/01/14/isi-tas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngemeng Engineering</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/01/12/ngemeng-engineering/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/01/12/ngemeng-engineering/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2007 07:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/01/12/ngemeng-engineering/</guid>
		<description><![CDATA[Ngemeng? Yup.. Ngemeng. Buat yang nggak tahu arti kata ini, mungkin lebih baik melihat penjelasan di bawah terlebih dahulu. Diperoleh dari malesbanget.com kata ngemeng merupakan pelesetan dari ngomong&#8230;biasanya diucapkan kepada orang atau teman dengan maksud &#8220;capek mendengar kata-katanya atau cerita nya&#8221; ngemeng : plesetan dari kata &#8221; ngomong &#8220;. biasanya di pakai buat negur orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ngemeng? Yup.. Ngemeng. Buat yang nggak tahu arti kata ini, mungkin lebih baik melihat penjelasan di bawah terlebih dahulu. Diperoleh dari <a href="http://malesbanget.com">malesbanget.com</a></p>
<blockquote>
<ol>
<li><span class="KAMUS"><span class="kecil">kata ngemeng merupakan pelesetan dari <strong>ngomong</strong>&#8230;biasanya diucapkan kepada orang atau teman dengan maksud &#8220;capek mendengar kata-katanya atau cerita nya&#8221;</span></span></li>
<li><span class="KAMUS"><span class="kecil">ngemeng : plesetan dari kata &#8221; ngomong &#8220;. biasanya di pakai buat negur orang yg banyak omong atau suka ngomong seenaknya gitu&#8230;.</span></span></li>
<li>berbicara bohong</li>
</ol>
<p align="left"><strong>Contoh dalam kalimat :</strong><span class="definisi_contoh"><em> ah.. ngemeng doang luh!</em></span></p>
</blockquote>
<p>Ngemeng merupakan kata yang sangat umum dipakai di lingkungan saya. Artinya bisa ngebacot, ngomong tidak penting, ngomong tapi gak dilakukan, macem-macem. Maknanya juga meluas untuk tidak sekedar ngomong, tapi sampai pada tingkatan menulis. Contohnya:</p>
<blockquote><p>A : B, gimana tugas lo? Udah beres?<br />
B : Yah lumayan, bahannya gak cukup.. Tapi gw ngemeng-ngemengin jadilah..</p></blockquote>
<p>Belakangan <em>skill </em>ngemeng mahasiswa <abbr title="Teknik Informatika ITB">IF</abbr> semakin terasah dalam menulis. Kenapa disebut ngemeng? Apakah mereka mengerjakan tapi isinya ngebacot semua? Tidak, tidak ngebacot. Ngemeng yang kami lakukan adalah <strong>membahas hal-hal yang kurang esensial, sehingga jumlah halaman pada laporan/jawaban ujian/makalah bisa menjadi lebih banyak</strong>. Hal ini terjadi di banyak mata kuliah yang memberikan tugas yang berbentuk seperti makalah, paper, laporan, dan apapunlah namanya.</p>
<p><span id="more-104"></span>Kenapa kami melakukan itu semua? Sebab sepertinya kami tertangkap dalam paradigma bahwa <strong>Semakin tebal sebuah laporan/jawaban ujian/makalah maka semakin bermutulah laporan/jawaban ujian/makalah tersebut</strong>. Apakah anda akrab dengan paradigma ini? Kalau gitu selamat. Anda berada di dunia nyata. Hehehe..</p>
<p>Paradigmanya salah? Jelas. Kita semua punya akal sehat untuk menyatakan itu salah. Tapi kita semua khawatir apakah sang pemberi dan pemeriksa tugas (dosen/asisten) berpendapat sama dengan kita. Jika mereka menggunakan paradigma yang salah tersebut, implikasinya adalah nilai kita yang jelek. Untuk mendapatkan keamanan nilai, maka mau tak mau kita berkorban dong. Ngemeng lah..!</p>
<p>Berikut contoh fakta yang mengarahkan kepada bukti bahwa kuantitas tulisan lebih berharga dari kualitas tulisan:</p>
<ol>
<li>Ada sebuah mata kuliah yang mengharuskan mahasiswanya merangkum materi kuliah hari itu dalam lima halaman setiap minggunya, dengan format tertentu (yang saya ingat harus satu spasi). Padahal, sang dosen sendiri di kelas tidak memberikan materi yang cukup berbobot untuk dibahas sampai lima halaman.<em> </em>Mungkin ada sih yang bisa dimasukin, tapi sayangnya kurang relevan. Misalnya berapa IPK dosen itu waktu kuliah, apakah si dosen aktif berkegiatan dalam kuliah, siapa nama dosen itu, dan seterusnya.. Materi ini memang cukup memakan waktu di kelas.</li>
<li>Ada sebuah mata kuliah yang mengharuskan mahasiswanya membuat sebuah makalah dengan jumlah halaman minimal 15. Seorang mahasiswa yang mengerjakan dengan bantuan Transtool (menerjemahkan langsung dari paper aslinya) dan bahkan dalam pengumpulan masih mengandung paragraf bahasa Inggris yang belum sempat diterjemahkan (tapi jumlah halamannya mencapai lima belas) mendapatkan nilai yang sama dengan mahasiswa lain yang telah menyusun dengan seksama dari berbagai sumber sehingga papernya terstruktur dan bagus. Mahasiswa pertama tersebut juga memiliki nilai lebih tinggi daripada seorang mahasiswa lainnya yang hanya mampu menyusun sekitar 11 halaman, tapi dengan pembelajaran dan penyusunan yang lebih baik daripada sekedar menerjemahkan.</li>
</ol>
<p>Kalau sudah begini? Mau apa lagi? Ngemeng rules! Jadi kalo ada yang bilang kalo kuliah di IF itu 10% <em>theory</em>, 25% <em>coding</em>, dan 65% <em>luck</em> (mengutip bajunya <abbr title="Temu Akrab Informatika">Mukrab</abbr> 2006 kemarin), saya kurang setuju. IF itu, 15% <em>coding</em>, 10% <em>theory</em>, 7%<em> luck</em>, dan <a href="http://rangkuman.roysuryowatch.org/index.php?title=68%25_Data_Friendster_Palsu">68%</a> ngemeng! Loh kok <a href="http://rangkuman.roysuryowatch.org/index.php?title=68%25_Data_Friendster_Palsu">68%</a>? Gapapa biar seru aja. Hehe..</p>
<p>Jadi dari hasil analisis di atas (ceileeh..) jelas bahwa Teknik Ngemeng, atau saya sebut di sini dengan <strong>Ngemeng Engineering</strong> (Mengambil sampel Teknik Informatika adalah Informatics Engineering) diperkenalkan untuk menjamin keberlangsungan hidup mahasiswa-mahasiswa kita! Berikut sebagian teknik yang dapat kita gunakan:</p>
<ol>
<li>Bahaslah <strong>hal-hal yang tidak terlalu relevan secara terlalu mendetail di awal-awal</strong> laporan/jawaban ujian/makalah. Hal ini bisa dilakukan untuk membuat dasar teori atau pendahuluan. Manfaatnya selain jumlah halaman kita bertambah, terlihat agak <em>smart</em> gitu, karena banyak tahunya..</li>
<li>Bahaslah sesuatu secara<strong> berulang-ulang</strong>. Misalkan di bab satu sudah dibahas dengan agak detail, di bab dua lebih didetailkan lagi, terus berlanjut di bab berikutnya sampai pada pembahasan utama</li>
<li>Gunakan <strong>gambar-gambar yang banyak dan besar</strong>. Selain membuat laporan/jawaban ujian/makalah kita menjadi lebih menarik, jumlah halaman bisa bertambah dengan drastis. Lebih terlihat <em>smart</em> kalau ada data statistik entah dari mana gitu.</li>
<li><strong>Perbanyak paragraf</strong>, Antar paragraf kan biasanya ada spasi tuh, itu bisa meningkatkan jumlah halaman.</li>
<li>Buatlah <strong>kesimpulan yang membahas lagi dari awal</strong>. Hal ini cukup efektif untuk meningkatkan jumlah halaman</li>
<li>&#8230; (Silakan sumbangkan teknik anda!)</li>
</ol>
<p>Dengan adanya teknik-teknik ini, kita bisa bertahan hidup di tengah dunia yang menilai secara kualitatif ini. Setuju? Take it, and enjoy it.. Teknik ini sangat efektif! Meski anda harus mengorbankan makna dari tugas anda.</p>
<p><em>Long live</em> Ngemeng Engineering!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/01/12/ngemeng-engineering/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemilihan Distro Linux</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/01/04/pemilihan-distro-linux/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/01/04/pemilihan-distro-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2007 14:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/01/04/pemilihan-distro-linux/</guid>
		<description><![CDATA[Ikuti kuisioner untuk memilih distro Linux yang paling cocok untuk Anda di sini. Saya dapetnya Fedora dan Ubuntu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ikuti kuisioner untuk memilih distro Linux yang paling cocok untuk Anda di <a href="http://www.zegeniestudios.net/ldc/">sini</a>. Saya dapetnya Fedora dan Ubuntu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/01/04/pemilihan-distro-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpindah ke Edgy</title>
		<link>http://brahmasta.net/2007/01/03/berpindah-ke-edgy/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2007/01/03/berpindah-ke-edgy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2007 00:37:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2007/01/03/berpindah-ke-edgy/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin udah Basbang sih, soalnya Ubuntu Edgy ini sudah dirilis sejak 26 Oktober lalu. Namun saya baru sempat menjajal sekarang jadi mau cerita-cerita aja. Edgy merupakan versi terakhir dari distro Linux Ubuntu. Biasa juga disebut dengan versi 6.10. Kali ini saya mencoba mengupgrade Ubuntu saya dari versi Dapper Drake (versi 6.06) ke Edgy ini. Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="ubuntu.jpg" id="image169" title="ubuntu.jpg" src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/01/ubuntu.jpg" />Mungkin udah Basbang sih, soalnya <a href="http://www.ubuntu.com">Ubuntu</a> <a href="https://wiki.ubuntu.com/EdgyEft">Edgy</a> ini sudah dirilis sejak 26 Oktober lalu. Namun saya baru sempat menjajal sekarang jadi mau cerita-cerita aja.</p>
<p>Edgy merupakan versi terakhir dari distro Linux Ubuntu. Biasa juga disebut dengan versi 6.10. Kali ini saya mencoba mengupgrade Ubuntu saya dari versi Dapper Drake (versi 6.06) ke Edgy ini.</p>
<p>Dalam proses instalasinya, saya menemukan banyak kendala. Kendala pertama datang dari <em>proxy server</em> yang ada di ITB. Gara-gara ada salah satu <em>package</em> yang namanya menggunakan kata-kata &#8220;proxy&#8221;, proses <em>download</em> diblok, dan instalasi langsung juga ikutan berhenti. Padahal itu <em>package</em> terakhir yang harus diambil. Sisanya tinggal ngelanjutin tahap instalasi berikutnya. Saya sendiri menggunakan akses internet dari dalam kampus karena kecepatannya sangat tinggi.<span id="more-100"></span></p>
<p>Setelah itu saya mencari alternatif lain, yaitu dengan men-<em>download</em> CD instalasinya, lalu melakukan <em>upgrade</em>. Jalan ini pun banyak mengalami kendala karena ada beberapa <em>package</em> yang tidak cocok, dan solusinya harus men-<em>download </em>ke internet. Belajar bahwa men-<em>download</em> akan membuat masalah (seperti masalah pertama), dan berhubung saya malas memikirkan caranya buat <em>upgrade</em> (ga penting soalnya.. <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), akhirnya saya hapus aja Dapper lama yang ada dan melakukan instalasi baru. Mumpung internet kampus cepet. Hehe.. jadi tidak ada masalah untuk instalasi program-program.</p>
<p>Kesan pertama dari Edgy, tidak terlalu banyak berubah. Paling beberapa perubahan kecil seperti Firefox dan Evolution baru,  tampilan yang agak berubah seperti pada boot screen, dan ada aplikasi baru yaitu F-Spot. F-Spot ini merupakan aplikasi untuk manajemen foto. Informasi lebih lengkap dari hal-hal yang baru dari Edgy ada di <a href="http://www.ubuntu.com/news/610released">sini</a>.</p>
<p>Setelah melakukan instalasi secara lengkap, ternyata saya jadi keterusan. Seru juga. Bahkan tugas makalah Kriptografi sebagian besar dikerjakan dengan OpenOffice, dikarenakan sedang men-<em>download </em>sesuatu yang besar.</p>
<p>Aplikasi-aplikasi yang saya pakai di sistem operasi ini:</p>
<ol>
<li><a href="http://www.songbirdnest.com/">Songbird 0.2</a> untuk muter musik. Saya suka dengan fitur-fiturnya terutama yang bisa mengakses web dan mengambil daftar lagu yang tersedia di situs tersebut.</li>
<li><a href="http://www.videolan.org/">VLC Media Player</a> untuk muter-muter segala <em>file </em>multimedia, DVD, VCD, dll. Katanya sih, player ini merupakan &#8220;Swiss Army Knife&#8221;-nya <em>media player</em>. Sampai sekarang sih emang iya buat saya. Soalnya kemarin ada teman yang mengeluh karena DVDnya nggak bisa dimainin lalu ketika saya coba di VLC jalan. Padahal waktu dicoba di <em>player </em>lain gak jalan.</li>
<li><a href="http://beryl-project.org/">Beryl Manager</a> untuk mengatur <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/XGL">XGL</a>, dan gampang berpindah-pindah ke <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Metacity">Metacity</a> lagi. Soalnya aplikasi yang dijalankan dengan Java dan kalo mainin file video gak bisa berjalan dengan baik di XGL. Petunjuk instalasi lengkap ada di <a href="http://wiki.beryl-project.org/wiki/Main_Page">sini</a>.</li>
<li><a href="http://www.getautomatix.com/">Automatix2</a> untuk kemudahan instalasi paket-paket perangkat lunak</li>
<li><a href="http://www.adobe.com/products/reader/">Adobe Reader 7</a> untuk membaca PDF</li>
<li><a href="http://www.gftp.org/">gFTP</a> untuk manajemen file di FTP</li>
<li><a href="http://gnomebaker.sourceforge.net/">GnomeBaker</a> untuk bakar-bakaran CD</li>
<li><a href="http://xchm.sourceforge.net/">xCHM</a> untuk baca-baca arsip CHM. Kan banyak <em>ebook</em> yang harus dibaca. (Ceritanya) lagi TA nih.. Hehe..</li>
<li><a href="http://www.skype.com/">Skype</a></li>
<li>Game <a href="http://tuxracer.sourceforge.net/">Tux Racer</a>. Kemarin sempat nyobain, terus seru juga..</li>
<li><a href="http://dia-installer.sourceforge.net/">Dia</a> untuk penanganan diagram. Seperti Visio. Ternyata cukup enak dipakai walaupun sederhana.</li>
</ol>
<p>Thanks to <a href="http://wiki.ubuntu-id.org/PanduanUbuntu">PanduanUbuntu</a> buat petunjuk-petunjuknya. Tutorialnya konkrit sekali. Selain itu tentunya saya juga make aplikasi-aplikasi standar seperti Firefox, Evolution, Gaim, OpenOffice, dan sempat menginstalasi NetBeans dan Eclipse. Tapi nggak kepake. Iseng doang. Hehe..</p>
<p>Jadi itu aja sih paling aplikasi-aplikasi yang kepakai. Udah cukup kok memfasilitasi kegiatan-kegiatan biasa yang saya lakukan. Jadi menurut saya kalau mau mencoba bermigrasi, ya coba aja. Nggak susah kok <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi ada sih beberapa hal yang tidak bisa saya lakukan dengan Linux, yaitu:</p>
<ul>
<li>Kalau mau ngeprint hasil kerjaan di OpenOffice harus bikin ke PDF dulu, soalnya menyimpan ke arsip *.doc beresiko jadi berubah formatnya. Selain itu berhubung semua tempat ngeprint pake Ms Office (tapi pasti punya viewer PDF), maka PDF merupakan alternatif yang baik</li>
<li>Nggak bisa &#8216;ber.NET-ria&#8217;. Belakangan tugas-tugas kuliah dikerjakan dengan mengambil tool yang (katanya) paling mudah, yaitu .NET. Teknologi yang teman-teman saya sering sebut sebagai &#8216;membodohi&#8217; ini emang enak dipakai. Apalagi kalo udah ngerjain tugasnya baru mulai pada H-3, padahal dikasihnya udah tiga minggu sebelumnya.</li>
<li>Gak bisa main game. Misalnya <a href="http://www.footballmanager.net/en/index.html">FM2007</a>, PES6 (nama lain: Winning Eleven!), FM2007, FM2007, FM2007, &#8230;</li>
<li>Gak bisa memakai fasilitas <em>chatting </em>sebanyak di Yahoo Messenger. Misalnya audible, voice call, dan lain-lain. Tapi itu gak penting sih..</li>
</ul>
<p>Haha, itulah sekilas mengenai hasil perpindahan saya ke Ubuntu Edgy. Saya belum nambah-nambahin lagi. Masih harus nyelesaiin film yang masih banyak dan belajar buat ujian ni.. Semoga bermanfaat <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2007/01/03/berpindah-ke-edgy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat</title>
		<link>http://brahmasta.net/2006/12/31/selamat/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2006/12/31/selamat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Dec 2006 06:23:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2006/12/31/selamat-hari-raya-idul-adha-dan-tahun-baru-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Selamat hari raya Idul Adha dan Tahun Baru 2007. Semoga kita semakin dikuatkan imannya dan tahun 2007 memberikan masa-masa terbaik buat kita!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat hari raya Idul Adha dan Tahun Baru 2007. Semoga kita semakin dikuatkan imannya dan tahun 2007 memberikan masa-masa terbaik buat kita!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2006/12/31/selamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta</title>
		<link>http://brahmasta.net/2006/12/28/cinta/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2006/12/28/cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Dec 2006 16:29:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/2006/12/28/cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Hehe, saya tidak sedang mau membahas tentang cinta di postingan ini. Tapi &#8220;Cinta&#8221; adalah lagu wajib saya kalau sedang megang gitar. Lagu ini dinyanyikan oleh Vina Panduwinata, dan diajarkan oleh guru gitar saya waktu SMU. Belakangan saya baru tau liriknya seperti apa. Tapi jangan pikirkan saya nyanyi ya.. Cukup petikan-petikan jari ini yang menyanyikannya. Bergetar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hehe, saya tidak sedang mau membahas tentang cinta di postingan ini. Tapi &#8220;Cinta&#8221; adalah lagu wajib saya kalau sedang megang gitar. Lagu ini dinyanyikan oleh Vina Panduwinata, dan diajarkan oleh guru gitar saya waktu SMU. Belakangan saya baru tau liriknya seperti apa. Tapi jangan pikirkan saya nyanyi ya.. Cukup petikan-petikan jari ini yang menyanyikannya. <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><i>Bergetar hatiku<br />
Saat kuberkenalan dengannya<br />
Kudengar dia<br />
Menyebutkan nama dirinya<br />
Sejak kubertemu<br />
Ku telah jatuh hati padanya<br />
Di dalam hati<br />
Telah menjelma cinta<br />
Dan bawalah daku selalu<br />
Dalam mimpimu<br />
Di langkahmu serta hidupmu<br />
Genggamlah daku kini juga nanti<br />
Harapan di hatiku<br />
Bawalah diriku slamanya</i>
</p>
</blockquote>
<p>Btw, rasanya jadi turut bahagia jika kita melihat orang bahagia karena cinta. Buat siapapun yang sedang jatuh cinta.. Selamat ya! <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Buat yang sedang memperjuangkannya, selamat berjuang!!! Cinta emang butuh perjuangan.
</p>
<p>n.b. Lirik diperoleh dari <a href="http://www.iloveblue.com/lirik/lyric_artist_indonesia_barat_bali_song/265.htm">Media Anak Muda Bali</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2006/12/28/cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
