Archives for category: Technology

Sejak bekerja, kegiatan mencatat jadi penting. Karena semua pengetahuan datang ke secara tidak teratur. Ada yang dari dokumentasi, training, meeting, briefing dari bos, hasil tanya-tanya teman, pengalaman atas kasus-kasus yang terjadi, atau eksplorasi. Sulit untuk mengorganisir dan  memisahkan mana yang penting atau tidak. Kalaupun ada, kadang itu berada dalam tumpukan file dokumen atau email yang jumlahnya sangat banyak. Belum lagi kenyataan bahwa dokumentasi yang ada di kantor entah itu terhadap proses bisnis atau aplikasi-aplikasi yang dipakai tidak selalu memadai.

Awalnya, saya pakai buku catatan. Tapi belakangan, sebuah buku semakin lama semakin tidak memadai, karena penyimpanannya tidak terpola. Menulisnya sendiri juga butuh waktu lama. Saya kemudian mencoba beralih ke OneNote, tapi tidak berlangsung lama karena beralih lagi ke Evernote. Sebenarnya saya sudah lama tahu mengenai Evernote ini. Tapi begitu melihat versi barunya (3.0), saya langsung jatuh cinta.

Evernote merupakan aplikasi yang bisa digunakan untuk menyimpan catatan apapun. Seperti halnya Microsoft OneNote, Google Notebook, atau BasKet (saya juga pernah membahas BasKet di sini). Kita bisa membuat, mengorganisir, dan mencari catatan. Organisasi catatan dilakukan dengan fitur tag dan Notebook. Catatan yang disimpan tidak hanya berupa teks, tapi juga gambar, yang bisa diambil dengan melakukan fasilitas image capture dari aplikasi ini.

Dengan menggunakan aplikasi ini, saya sekarang tidak perlu membuka dokumentasi atau email-email lama untuk mengingat sesuatu. Cukup simpan di Evernote, dan cari ke sana kalau diperukan.

Kelebihan Evernote dibanding aplikasi-aplikasi sejenis adalah portabilitasnya. Evernote punya versi desktop, web, portabel, dan bahkan bisa digunakan di handphone jika kita memakai Windows Mobile atau iPhone. Semua catatan kita dari source yang berbeda itu nantinya bisa disinkronisasi via internet, secara otomatis. Jadi aplikasi ini benar-benar memungkinkan kita untuk melakukan manajemen informasi, di mana saja dan kapan saja.

Meski fiturnya tidak sebanyak Microsoft OneNote, saya lebih suka Evernote. Evernote jauh lebih sederhana. Udah begitu free pula. Sinkronisasi via internet dan instalasi Evernote di drive portable juga benar-benar menjadi nilai tambah bagi saya. Sinkronisasi memungkinkan apa yang saya catat di kantor akan keluar dengan bentuk yang sama di rumah. Fasilitas portable bermanfaat buat saya yang nggak dapat fasilitas Notebook. Jadi saya bisa simpan dan bawa catatan-catatan itu cukup dalam flashdisk.

Overview lebih jelas tentang Evernote bisa dilihat pada ulasan menarik di theAppleBlog, ars technica, ATLChris, atau situs Evernote sendiri. Video di bawah juga mungkin bisa mewakilkan.

Jadi kesimpulannya, Evernote is highly recommended. Seperti saya pernah tulis sebelumnya, saat ini kita kebanjiran informasi. Entah yang mana yang penting, yang mana yang tidak. Juga entah bagaimana mengingat sesuatu, jika kita punya ada setumpuk catatan. Saya kira Evernote bisa menjadi salah satu solusi untuk semua itu.

Udah nyobain Google Lively? Saya baru nyobain malam ini. Keren!

Konsepnya menarik, dia menyediakan dunia virtual kepada kita dengan basis web. Di dunia ini kita bisa berkomunikasi dengan orang lain seperti di chatroom. Ruangannya sendiri ada banyak. Kita bahkan bisa membuat room sendiri.

Hm, Ini mengingatkan saya sama Second Life. Tapi Google pasti tetap punya daya tarik sendiri. Saya sendiri belum pernah nyobain Second Life. Ada yang pernah?

Sebenarnya yang saya sayangkan, beberapa bulan lalu, seorang teman saya pernah bercerita akan idenya untuk membuat layanan sejenis ini. Waktu itu saya manggut-manggut dengan kagumnya kepada dia. Sayang ternyata Google selangkah lebih maju. Sudah diimplementasi rupanya.

Well, saya ga mau cerita lebih panjang. Silahkan ke TKP saja, atau lihat informasi lebih lanjut Google Lively di Wikipedia.

Belakangan kalau lagi suntuk bekerja, saya akan menyegarkan diri dengan membaca webcomic. Ada dua yang jadi favorit saya, XKCD dan Dilbert. Habis ngebaca ini, biasanya hasilnya lumayan, kadang saya suka senyum-senyum sendiri.

Strip di atas merupakan salah satu dari sekian banyak favorit saya di XKCD. Penyajiannya memang sangat simpel, tapi ngena. Topiknya macem-macem, bisa tentang cinta, teknologi, atau matematika. Biasanya yang diangkat itu adalah kelakuan orang-orang yang berhubungan dengan hal-hal tersebut, dan disajikan dengan sarkastis. Terkadang memang banyolannya sulit dimengerti, karena berhubungan dengan hal-hal spesifik di teknologi, katakanlah pemrograman, jaringan, atau malah sejarah. Tapi di situlah menariknya. Kadang saya malah jadi tahu hal-hal baru di sini.

Dilbert lain lagi. Backgroundnya adalah sebuah kantor di mana Dilbert adalah salah satu engineer di sana. Komik ini banyak mengangkat isu yang muncul di kantor. Tokoh-tokohnya juga menarik. Seperti Pointy-Haired Boss, bos yang tidak kompeten dan kurang peduli sama orang-orang sekitarnya, Dogbert, anjingnya Dilbert yang sangat ambisius, atau Wally yang useless.

Selain dua di atas, masih ada sih beberapa yang nangkring di daftar RSS Feed saya. Ada Joy of Tech (thanks to Paw for the info), HijiNKS Essue, dan Zeta Bangun. Zeta Bangun ini komik lokal yang nggak sengaja saya temuin waktu blogwalking. Penyajiannya ringan dan menarik. Biasanya komik ini membahas tentang isu-isu yang lagi hangat sekarang.

Di bawah saya sediakan link alamat web dan dan RSS webcomic langganan saya. Daftarnya akan saya update terus kalau menemukan komik menarik lainnya.

Kalau ada rekomendasi webcomic/comic strip yang bagus beritahu saya ya!