Archives for posts with tag: inspiration

Saya diingatkan atas satu hal hari ini. Salah satu cara belajar yang paling efektif adalah dengan berbagi.

Tadi sore saya mendapat instruksi mendadak untuk mempresentasikan beberapa buah kasus. Sejujurnya sedikit merasa tidak siap plus grogi karena beberapa orang dari regional akan ikut serta dan ada top manajer pula.

Dari beberapa kasus tersebut, ada dua buah kasus yang saya presentasikan secara benar-benar berbeda. Kasus pertama saya paparkan dengan bahasa yang terbata-bata dan tidak jelas. Sering sekali kehilangan kata. Setiap ditanya, saya selalu bingung. Rasanya ingin cepat selesai saja. Sementara di kasus kedua, saya bisa menjelaskannya dengan sangat lancar, bahkan sempat berargumen segala.

Ketika meetingnya selesai, sejenak terpikir di oleh saya. Kenapa output di keduanya berbeda sekali? Padahal sama-sama dikerjakan, sama-sama menghabiskan waktu, dan sama- sama cukup sulit.

Jawabannya ternyata sederhana. Untuk kasus kedua, saya menjelaskan kepada orang lain jauh lebih banyak daripada kasus pertama.

Kasus kedua saya presentasikan dan paparkan dalam dua meeting, dokumentasi, juga penjelasan informal ke sejumlah orang. Sementara kasus kedua saya kebanyakan saya pegang sendiri dan paling jauh simpan di catatan saja.

Dari sini apa yang bisa dilihat? Berbagi sebenarnya merupakan proses pembelajaran yang baik. Ketika berbagi, saya merasa terpacu untuk berpikir. Ini seperti proses latihan. Semakin sering kita berbagi, kita akan mendapatkan hal-hal baru yang tidak terpikirkan sebelumnya. Kita pun akan bisa melihat korelasi antara satu hal dengan yang lain secara lebih luas sehingga memperkuat pemahaman. Pemahaman akan konsep pun makin teruji karena dengan berbagi kemungkinan besar diskusi juga akan terjadi.

Berbagi itu salah satu bagian dari latihan, dan practice makes perfect. Jadi mungkin saran saya dari apa yang saya alami adalah, jika ada media yang dapat digunakan untuk berbagi, adalah satu hal yang sangat baik untuk menggunakannya. Karena pelajaran yang kita peroleh dari berbagi tidak akan merugikan kita, tapi justru membawa kita ke level pemikiran baru yang tidak kita miliki sebelumnya.

n.b. Gambar diambil dari sini.

taksi_1Kalau lagi naik taksi sendirian dan menjalani rute yang jauh, biasanya saya akan mengajak sopir taksi tersebut ngobrol ngalor ngidul. Mulai dari hal-hal yang sepele sampai serius. Biasanya yang keluar itu curhatan, kisah hidupnya, atau pandangan politik. Sampai sekarang, saya masih ingat beberapa yang menarik.

Sampel pertama adalah seorang supir taksi yang sangat uzur. Ia mengeluh kepada saya atas kesulitan ekonomi yang dia alami. Kemudian dia membandingkan masa-masa sekarang dengan orde baru dan orde lama. Dia tampaknya begitu bangga dengan Soekarno. Secara detil dia jelaskan bagaimana kehidupan masa kecilnya saat Soekarno masih berkuasa. Makan siang dan susu gratis di sekolah, sekolah libur kalau dia datang sepulang dari luar negeri untuk menyambut dia datang. Kemudian dia juga bercerita bahwa Soekarno-lah presiden terbaik, yang benar-benar memperjuangkan namanya rakyat. Terutama rakyat kecil. Soekarno tidak mau membuat rakyatnya menderita.

Sampel kedua, sopir taksi flamboyan. Dia punya tujuh istri dan berencana menambah lagi. Dia punya usaha sampingan penyewaan mobil, dan secara berulang-ulang menjelaskan kepada saya bahwa itu sangat menguntungkan. Kami sempat melakukan perhitungan berapa yang dia dapatkan sebulan dari bisnisnya itu. Satu hal yang cukup aneh adalah profesi sampingannya adalah penyanyi dangdut. Dia sempat menanyakan kepada saya apakah sudah pernah melihat video klipnya, dan sampai saya turun dari taksi pun, dia mengingatkan saya untuk melihat video klipnya.

(more…)