<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>/brahmasta/journal &#187; it</title>
	<atom:link href="http://brahmasta.net/tag/it/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://brahmasta.net</link>
	<description>What is most personal is most general – Carl Rogers</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jul 2010 13:49:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Golput, Caleg, dan Pemilu Online</title>
		<link>http://brahmasta.net/2009/04/10/golput-caleg-dan-pemilu-online/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2009/04/10/golput-caleg-dan-pemilu-online/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 23:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[golput]]></category>
		<category><![CDATA[it]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini, saya tidak ada di dalam daftar pemilih. Golput. Saya seharusnya terdaftar sebagai pemilih di Bekasi, karena KTP saya sekarang dari sana. Tapi katanya sih karena waktu disurvei tidak ada di tempat, saya tidak terdaftar. Sementara proses KTP di Jakarta masih butuh sekitar enam bulan lagi buat selesai. Jadilah kami sekeluarga tidak disurvei. Sekeluarga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-433" title="logo_pemilu2009a" src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2009/04/logo_pemilu2009a-201x300.jpg" alt="logo_pemilu2009a" width="201" height="300" />Tahun ini, saya tidak ada di dalam daftar pemilih. Golput. Saya seharusnya terdaftar sebagai pemilih di Bekasi, karena KTP saya sekarang dari sana. Tapi katanya sih karena waktu disurvei tidak ada di tempat, saya tidak terdaftar. Sementara proses KTP di Jakarta masih butuh sekitar enam bulan lagi buat selesai. Jadilah kami sekeluarga tidak disurvei. Sekeluarga golput.</p>
<p>Kemarin saya dan Bapak saya sempat mendatangi TPS dekat rumah untuk memastikan nama tidak ada di daftar. Kami nggak rela kalau ternyata kami terdaftar dan nggak ada yang memberitahu. Takut surat suaranya dipakai macem-macem. Tapi ternyata memang tidak ada. Kami lalu melihat foto-foto caleg yang ada di sana, dan mengambil kesimpulan tidak salah juga kalau golput. Satu-satunya calon yang kami kenal Wanda Hamidah! Padahal entah sudah berapa hari kami melalui hari-hari dengan berbagai poster, spanduk, dan baligo caleg di sepanjang jalanan. Saya jadi merasa effort semua caleg itu sia-sia.</p>
<p>Ada dua pihak yang salah mungkin di sini. Pertama saya yang apatis, kedua caleg yang tidak komunikatif. Sebagai warganegara, mungkin mestinya saya proaktif. Berusaha mendaftarkan nama saya jauh-jauh hari sebelumnya, mencari info visi dan misi caleg-caleg Jakarta Selatan, dan kemarin datang untuk mencontreng dengan yakinnya. Caleg juga mestinya nggak cuma pasang poster doang. Seorang caleg idealnya menurut saya pasti punya visi yang jelas. Turun dong ke daerah-daerah. Visinya yang menyebar, bukan fotonya. Tulis di selebaran misalnya, atau kalau mau lebih canggih lagi, bikin blog atau minimal Facebook lah. Dari sekian banyak poster yang ada di jalan, sedikit sekali yang menggunakan media internet untuk berkomunikasi. Padahal sebenarnya murah dan efektif. Meski jumlah yang membaca sangat sedikit.</p>
<p><span id="more-432"></span>Bicara mengenai internet, bagaimana kalau pemilu online ya? Kan penghematannya luar biasa tuh. Kita nggak perlu mencetak kertas sebesar-besar dan sebanyak-banyak umat, kirim surat suara ke luar negeri, bikin TPS di daerah-daerah beserta perlengkapannya. Pemilu menghabiskan 21,93 triliun  rupiah dan kalau dibagi-bagi ke jumlah pemilih yang mencapai 171.068.667 orang, setiap pemilih menghabiskan sekitar 128 ribu rupiah. Sangat mahal. Padahal saya rasa membangun sistem yang bisa diakses 170 juta orang tidak  sampai 1 miliar kali ya. Dan baik  di dalam atau luar negeri, semua bisa mengakses. Perhitungan bisa dilakukan oleh sistem. Malam hari hasilnya sudah bisa keluar.</p>
<p>Tapi untuk bermimpi seperti di atas sih saya nggak berani, karena membayangkan kesulitan luar biasa yang akan ditimbulkan. Berapa sih pengguna internet Indonesia? Tahun 2008 pengguna internet sekitar 25 juta, dan  tahun 2010 saja diperkirakan ada 57 juta, berapa 2014? Saya yakin tidak mencapai 200 juta. Belum lagi sebagian besar pengguna internet adalah generasi muda, yang belum memilih. Mensosialisasikan penggunaan komputer dan internet sudah jadi masalah sendiri. Belum infrastrukturnya. Bagaimana memungkinkan pengadaan komputer ke seluruh daerah di negeri yang luas ini? Nggak semua daerah semaju Jakarta, ada komputer di mana-mana. Belum lagi masalah sekuritas. Untuk pemilu tradisional saja saya salut dengan kreativitas kecurangan yang diberitakan hingga hari ini. Ada serangan fajar berupa duit atau beras, surat suara yang sudah dicontreng dengan sendiri, panitia TPS yang mengintimidasi pemilihnya, pemilih yang berusaha mempengaruhi pemilih-pemilih lain. Kalau pemilu dibuat online, tidak perlu ada serangan fajar, tinggal sistemnya yang diserang. Terdengar lebih murah. Dan karena sistem berada di dunia maya, pelanggaran dapat dilakukan seanonim mungkin.</p>
<p>Pusing kan? Jadi tetap harus kembali ke manusianya. Asal ada itikad baik dari kita semua, pemilu pasti berjalan lancar dan bersih. Apalagi kalau calon pemimpin kita punya itikad baik semua. Pasti Indonesia akan jadi negara yang lebih baik dari sekarang.</p>
<p>Kalau dilihat-lihat lagi, semua proses pemilu kita dari pendaftaran hingga penghitungan tidak ada yang sempurna. Semua bermasalah. Saya yakin memang nggak mudah ya. Penduduk sebanyak ini, partai dan calon juga segambreng-gambreng. Kita semua juga belum jadi orang yang sejahtera, jadi peluang untuk berbuat kecurangan semakin tinggi.</p>
<p>Sekarang saya pribadi akhirnya berharap saja. Semoga jajaran tuan-tuan wakil rakyat yang terpilih bisa memegang amanahnya dengan baik. Jadi wakil-wakil rakyat yang memikirkan rakyatnya lah. Do some  improvements bung! Anda dibayar mahal sama rakyat. Setidaknya buatlah kami nggak merasa rugi membayar pajak dan membuat laporan SPT akhir bulan kemarin. <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2009/04/10/golput-caleg-dan-pemilu-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Generalisasi IT</title>
		<link>http://brahmasta.net/2008/07/08/generalisasi-it/</link>
		<comments>http://brahmasta.net/2008/07/08/generalisasi-it/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 15:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[generazation]]></category>
		<category><![CDATA[it]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brahmasta.net/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Siang ini saya dapat sebuah email dari seseorang di kantor, lebih kurang isinya seperti di bawah. &#8230; Bisa minta tolong nggak untuk membuat kompilasi video acara kemarin? Kan kamu orang IT, pasti jago lah untuk urusan gini. Mohon bantuannya ya? Nanti kamu akan dapat arahan dari &#8230; Email di atas merupakan salah satu contoh, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang ini saya dapat sebuah email dari seseorang di kantor, lebih kurang isinya seperti di bawah.</p>
<blockquote><p>&#8230; Bisa minta tolong nggak untuk membuat kompilasi video acara kemarin? Kan kamu orang IT, pasti jago lah untuk urusan gini. Mohon bantuannya ya? Nanti kamu akan dapat arahan dari &#8230;</p></blockquote>
<p>Email di atas merupakan salah satu contoh, yang mungkin sering terjadi terhadap orang-orang berlatar teknologi informasi (IT). Kadang mereka dianggap jagoan flash, Photoshop, <em>troubleshooter</em> PC, <em>helpdesk</em>, dan pembasmi sekaligus pembuat virus. Rasanya baru kemarin juga saya ditanyain apakah kerjaan saya adalah mengurusi kepastian berjalannya printer dan CPU di kantor. Seseorang juga pernah mengatakan ke saya bahwa bidang teknologi informasi, yang saya geluti itu, sempit. Tidak fleksibel.</p>
<p>Kepada orang-orang seperti itu biasanya saya akan segera menjelaskan tentang bidang-bidang apa saja yang ada di dunia teknologi informasi bahwa semuanya lebih dari sekedar yang ada di laptop milik Anda.</p>
<p><span id="more-279"></span></p>
<p>Biasanya saya memakai laboratorium-laboratorium yang ada di kampus saya dulu sebagai acuan. Anda bisa memulainya dari pemrograman, yang menjadi dasar atas segala aplikasi, atau lebih besarnya, sistem. Kemudian bisa berlanjut ke basis data, yang bersama sistem informasi, menjadi kunci kehidupan semua perusahaan-perusahaan besar. Membangun sistem itu sendiri juga nggak sembarangan. Ada ilmunya, seperti halnya membangun bangunan. Namanya rekayasa perangkat lunak.</p>
<p>Semuanya belum berakhir. Kita masih punya jaringan komputer, yang begitu sulit dan kompleks (menurut saya). Intelejensia buatan, yang menjamin <em>game </em>di konsol atau PC anda bisa menyaingi Anda, atau membangun sistem dengan daya berpikir seperti manusia, yakni bisa belajar dan mengambil keputusan. Ada juga ilmu grafika, yang akan menjeaskan betapa sulit memunculkan sebuah titik ke layar komputer, kemudian melanjutkannya menjadi sebuah garis melengkung. Padahal sementara sekarang sudah menikmati dunia animasi tiga dimensi. Oh ya, selain itu, teknologi informasi juga punya kajian matematis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dialami manusia secara komputasi. Seperti misalnya mencari lintasan terpendek suatu rute.</p>
<p><em>Well, </em>cukuplah ceritanya.Hehe jadi saya mau mencoba cerita saja dari sudut pandang saya bahwa seperti itulah dunia teknologi informasi secara sangat umum. Masih banyak yang belum saya ceritain loh di situ. Belum lagi detilnya seperti apa.</p>
<p>Tapi intinya sih bukan hanya tentang dunia IT. Ilmu pengetahuan lain juga harus kita pandang secara menyeluruh, agar tidak salah paham. Ilmu sipil tidak semata gedung, ada pengaturan transportasi dan jalanan. Ilmu mesin bukan ngurusin mesin mobil aja. Teman saya bikin alat bantu penghitungan gaya untuk kawat gigi untuk Tugas Akhirnya. So kesimpulannya, kita hidup di dunia yang luas dan dipenuhi ilmu pengetahuan. Sangat bagus untuk belajar sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya.</p>
<p>Kembali ke email tadi, lalu apa yang terjadi?</p>
<p>Ya saya bales lah. Namun saya meminta maaf dan mengaatakan bahwa tidak bisa mengerjakannya. Nggak <em>skill</em>. <img src='http://brahmasta.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.net/2008/07/08/generalisasi-it/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
