Ada sebuah tweet menarik dari teman saya hari ini.
Life is about choices. You choose you act!
Begitu membaca ini, saya langsung ingat sebuah poin penting dari sebuah pilihan. Sesuatu yang saya pelajari dengan susah payah selama ini. Jadi saya mau coba revisi menjadi seperti di bawah.
Life is about choices. You choose, act, and forget all options you had before!
Pilihan adalah sebuah cut off. Ini berarti kita mendedikasikan diri kita untuk apa yang kita pilih tersebut. Dan itu berarti, kita mengabaikan semua alternatif yang pernah ada sebelum pilihan itu diambil. Misalkan kita punya opsi A, B, C, dan D. Begitu kita memutuskan memilih A, opsi lainnya yaitu B, C, dan D berarti sudah menjadi tidak ada lagi.
Mempertimbangkan pilihan lain – meski kita menyatakan sudah memilih – berarti belum memilih. Hidup dengan keputusan yang tidak kunjung diambil, menurut saya menyiksa diri. Kita tidak bisa berkonsentrasi untuk dua hal yang bertolak belakang, karena opsi-opsi itu merupakan pilihan. Indecision is suffering.
Jangan takut untuk memilih! Kita tidak akan pernah dapat informasi yang cukup untuk memilih. Jika kita memiliki sejumlah opsi dan bisa berpikir untuk mempertimbangkannya, itu berarti di antara semuanya tidak ada pilihan yang buruk bukan? Sebuah pilihan jauh lebih baik daripada tidak pernah memilih. Tidak memilih membuat kita jalan di tempat, sementara dengan memilih, kita melangkah maju dan memikirkan apa yang akan sebaiknya kita lakukan untuk pilihan tersebut.

Sekarang saya tahu kenapa kita perlu menuliskan kemampuan mengoperasikan aplikasi Microsoft Office di dalam CV. Karena di dunia kerja, well at least in my place, itu kepakai banget. Terutama Microsoft Excel. Excel itu berguna. Sangat berguna. Bagi saya, kecanggihannya melebihi apa yang pernah saya bayangkan sebelumnya.